10 Transfer Kontroversial di Kancah Serie A – Part 1

AOnwin – Dalam sebuah jendela transfer yang penuh dengan narasi, kepindahan Leonardo Bonucci dari Juventus ke Milan tidak diragukan lagi merupakan cerita terbesar di Serie A. Keputusannya untuk meninggalkan Turin telah mengguncang sepak bola Italia dan bukan hanya karena hal itu terjadi ketika pemilik baru Milan memulai sebuah revolusi untuk menjadi pesaing gelar sekali lagi. Langkah Bonucci sama sekali tak terduga, cepat selesai dan membuat penggemar di kedua sisi terbagi tidak percaya, meski dengan alasan yang berbeda.

Kapten baru Milan bukan satu-satunya pemain yang membuat langkah kontroversial musim panas ini, dengan transfer Federico Bernardeschi dari Fiorentina ke Juventus juga memicu kemarahan para penggemar. Fans di Serie A harus benar-benar siap menghadapi kesepakatan yang tidak mungkin dilakukan sekarang – Bonucci dan Bernardeschi adalah pemain terbaru dalam barisan panjang pemain yang telah menciptakan kegemparan antara satu klub Italia dengan yang lainnya.

1. [1913] Renzo de Vecchi – Milan ke Genoa

Dikenal sebagai “Anak Tuhan” karena bakatnya yang terlalu dewasa sebelum waktunya, Renzo de Vecchi menjadi nama terbeken di Italia ketika dia menyelesaikan kepindahannya ke Genoa pada tahun 1913. De Vecchi adalah seorang pegawai bank dengan perdagangan dan bek kiri yang luar biasa pada akhir pekan dan Genoa Menganggap dia bagian yang hilang dari jigsaw saat mereka berusaha untuk memecahkan hegemoni Pro Vercelli.

Tapi, dengan permainan Italia masih dalam tahap awal, pemain sepakbola terbukti bersalah karena profesionalisme – yang hanya akan dikenali secara resmi dengan pelaksanaan Piagam Viareggio pada tahun 1926 – ditangani dengan ketat oleh asosiasi sepak bola Italia.

Genoa, bagaimanapun, tidak bisa dipungkiri membutuhkan pemain mereka. De Vecchi meninggalkan pekerjaannya di Milan dan menjadi “dipekerjakan” oleh sebuah bank Genoa, yang setuju untuk membayar gaji dengan gaji di atas rata-rata. Biaya transfer 24.000 lira-nya, dan unsur pembayaran lainnya, malah tersembunyi sebagai “biaya perjalanan”.

2. [1967] Dino Zoff – Mantova ke Napoli

Dino Zoff paling diingat untuk karena telah membantu Italia untuk mengangkat Piala Dunia 1982 dan memenangkan hampir semua hal yang harus dimenangkan dengan Juventus, namun kepindahannya dari Mantova ke Napoli pada tahun 1967 juga turun dalam cerita rakyat.

Pemain yang waktu itu berusia 25 tahun sudah memastikan dirinya untuk pindah baik ke Milan maupun Inter sepanjang musim panas, namun hari terakhir jendela transfer datang dan pergi dan Zoff tetap menjadi pemain Mantova. Namun, tak lama setelah tengah malam – batas akhir transfer di Serie A – muncul berita bahwa Napoli telah berhasil membujuk target kedua rival Milan tersebut ke Naples dan mengamankan kiper tersebut dengan biaya 120 juta lira.

Bagaimana mereka melakukannya, sampai saat ini masih terbuka untuk diperdebatkan. Beberapa menyarankan bahwa presiden Napoli saat it Gioacchino Lauro melepaskan sebuah masterstroke dengan memantau pergerakan Milan dan Inter sebelum mengalahkan keduanya. Pihak lain mengklaim bahwa manajer Napoli Bruno Pesaola membujuk wartawan Alberto Giovannini untuk menyatakan dirinya sebagai presiden Napoli dan mengajukan penawaran. Begitu tawaran diterima dan jendela transfer ditutup, presiden diberi tahu dan dia tidak dapat menolaknya.

Dino Zoff akhirnya bermain pada 143 pertandingan liga untuk Napoli, yakni tampil di setiap pertandingan Serie A yang dimainkan oleh tim asal kota Naples tersebut selama bertugas di kaki Gunung Vesuvius, sebelum bergabung dengan Juventus pada tahun 1972 dan menjadi legenda sepakbola Italia hingga saat ini.