10 Transfer Kontroversial di Kancah Serie A – Part 4

AOnwin – Menguak sejarah transfer paling kontroversial di kancah Serie A sepanjang masa yang diinspirasi dari pindahnya Leonardo Bonucci ke AC Milan. Kepindahan satu satu inti dari pertahanan milik Juventus memicu banyak pertanyaan dari banyak pihak mengenai loyalitas dan kemampuan keuangan sebuah klub yang dapat merusak ketenangan dari fans pendukung klub tersebut. Kepindahan Bonucci mungkin tidak didasarkan pada keuangan dan lebih bertumpu pada hubungannya yang semakin rusak antara dirinya dengan Max Allegri yang menjadi nahkoda di Allianz Stadium. Simak dua nama terakhir dalam list 1o transfer kontroversial dari kancah Serie A berikut ini.

9. [2006] Zlatan Ibrahimovic – Juventus ke Inter

Musim panas 2006 adalah saat yang paling penuh gejolak di sepakbola Italia. Italia memenangkan Piala Dunia keempat mereka di Jerman sementara fans di rumah tengah mencerna efek skandal Calciopoli. Juventus harus merelakan dirinya terdegradasi ke Serie B dan melepaskan gelar liga yang mereka menangi dalam dua musim sebelumnya, sementara Lazio, Fiorentina, Milan dan Reggina terkena denda berat dan pengurangan poin.

Inter, di sisi lain, adalah pemenang besar dari efek ini. Dalam situasi yang hampir tidak terduga, mereka mendapat kesempatan untuk memperkuat tim mereka, sekaligus melemahkan salah satu saingan utama mereka. Meskipun Gigi Buffon, Alessandro Del Piero, Pavel Nedved dan David Trezeguet memilih untuk tetap tinggal di Turin, Zlatan Ibrahimovic dan Patrick Vieira memilih untuk segera kembali ke Serie A dan pindah ke Inter, sementara Fabio Cannavaro bergabung dengan Real Madrid.

Pemain asal Swedia, khususnya, menjadi musuh publik No1 setelah menyelesaikan kepindahan dengan tawaran 24,8 juta poundsterling ke salah satu saingan utama Juve, dengan penggemar Juventus menuduhnya sebagai tentara bayaran. Dengan cara biasa, Ibrahimovic tidak terpengaruh oleh kritik tersebut dan kemudian mencetak 57 gol liga dalam tiga musim di Inter, memenangkan tiga gelar liga berturut-turut.

10. [2016] Gonzalo Higuain – Napoli ke Juventus

Pada bulan April 1975, dengan Napoli dua poin di belakang Juventus dalam perburuan gelar, José Altafini turun dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke 88 melawan mantan timnya, yang mendapatkan julukan “Core ‘Ngrato”, yang berarti “hati yang tidak tahu berterima kasih” di dialek neapolitan

Langkah Altafini dari Napoli ke Juventus telah menyakitkan banyak pihak di Napoli, namun perjalanan Gonzalo Higuaín di sepanjang jalur yang sama 46 tahun kemudian jauh lebih sulit untuk ditahan. Altafini ‘telah menghabiskan tujuh musim di Stadion San Paolo dan berusia 34 saat pindah ke Turin, sementara Higuaín berusia 28 tahun dan berada di puncak karirnya. Di musim terakhirnya di Napoli, dia baru saja mencetak 36 gol di 35 pertandingan Serie A, melampaui rekor Gunnar Nordhal, yang bertahan selama 66 tahun.

Beberapa bulan kemudian, Juventus memicu klausul pelepasa Higuain bernilai 90 juta euro, menjadikannya pemain termahal dalam sejarah sepak bola Italia dan pemain termahal ketiga sepanjang masa. Penggemar Napoli, yang berharap striker Argentina tersebut akan mengikuti titisan Diego Maradona dan membimbing klub tersebut ke Scudetto pertama mereka sejak tahun 1990, harus menanggung rasa sakit karena Higuaín mencetak gol kemenangan dalam penampilan pertamanya melawan mantan timnya. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, Higuaín memenangkan gelar ganda saat mencapai final Liga Champions di musim pertamanya di Juventus dan Napoli tidak meraih apapun.