4 Rahasia Dibalik Keberhasilan Zinedine Zidane Pimpin Real Madrid [Bagian Kedua]

Aonwin – Real Madrid yang berhasil menaklukkan Juventus di Cardiff ini membuat Real Madrid menjadi tim yang berhasil mencatat sejarah baru karena mereka bisa menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Champions League. Di samping klub itu sendiri, manajer Zinedine Zidane juga berdiri di puncak pencapaian karirnya sebagai pelatih, karena dia telah menjadi manajer pertama yang berhasil mempertahankan gelar Champions League kembali.

BACA JUGA: Pepe Akui Waktunya Bersama Real Madrid Telah Berakhir

Baru 16 bulan sejak pria Prancis ini mengambil alih posisi kepelatihan di Santiago Bernabeu. meski disambut keraguan yang besar pada awalnya, dia bisa membuat sejarah pada laga final Champions League lalu tersebut. Oleh karena itu, dia pantas mendapatkan lebih banyak pujian karena berhasil membawa Madrid menuju titik kesuksesan seperti sekarang ini. Berikut lanjutan empat alasan mengapa Zidane layak mendapatkan pujian.

  1. Sebuah Tim Yang Siap Mendapatkan Banyak Hal

Real Madrid, selama bertahun-tahun, telah dikenal untuk mempraktekan gaya bermain mereka yang bebas mengalir, gaya menyerang dalam sepak bola yang telah menjadikan mereka salah satu tim yang paling produktif dalam beberapa musim lalu. Namun, setiap kali mereka menghadapi tim yang terlalu defensif, Los Blancos sering kali tidak tahu cara untuk membongkar pertahanan solid tim tersebut.

Namun semua berbeda saat Zidane yang mengambil alih, ia langsung melakukan perubahan yang signifikan dalam gaya bermain sepak bola yang dipraktekan oleh Real Madrid. Hal ini tentunya membuat mereka bermain lebih baik dan memiliki lebih banyak kesempatan membuat tim ini mendapatkan rekor untuk menjadi klub pertama di Eropa yang mencetak 100+ gol liga dalam 8 musim berturut-turut.

Namun, gaya sepak bola yang mereka mainkan saat ini tidak sesuai keinginan mereka untuk mendapatkan hasil yang lebih mengesankan. Membuat skuad Real Madrid ini melakukan perubahan dan menunjukkan ketabahan serta tekad untuk menggali lebih dalam agar bisa menyingkirkan lawan-lawan mereka bahkan pada hari-hari terburuk Madrid. Skuad asuhan Zidane ini kerap kali memenangkan pertandingan di tahap akhir pertandingan, dimana semua orang pastinya akan mengingat gol-gol yang dicetak Sergio Ramos pada menit akhir pertandingan.

Kualitas yang sama juga membuat Real Madrid mencatakan rekor di La Liga Spanyol dengan menjadi tim yang tidak terkalahkan dalam 40 pertandingan berturut-turut, sebelum akhirnya harus terhentikan pada Januari oleh Sevilla. Los Blancos juga berhasil menemukan kesempatan mereka untuk terus mencetak gol dan telah menciptakan rekor selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan secara berturut-turut sebanyak 64 kali pertandingan.

Alasan utama untuk semua hal yang didapatkan ini kembali lagi pada kebijakan Zidane untuk melakukan rotasi pemainnya secara konsisten, yang kini menghasilkan seluruh skuadnya dalam keadaan yang fit untuk menyelesaikan musim ini.

  1. Memaksimalkan Bakat Casemiro

Sebuah perubahan kunci yang telah diamati di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane adalah kembalinya gelandang bertahan tradisional di tim utama Real Madrid, yang di tempati oleh gelandang yang tangguh asal Brasil, Casemiro.

Pemain berusia 25 tahun itu telah mengembangkan karirnya di Real Madrid sejak Zidane memimpin di Bernabeu. Praia asal Prancis itu telah mempercayakan Casemiro untuk mengisi posisi di depan barisan belakang timnya, Casemiro berhasil menjaga sisi pertahanan Madrid agar tetap rapi, dan memastikan barisan pertahanan tetap kokoh.

Pemain telah senang menjadi jangkar untuk timnya ini, telah membantu El Real untuk mendapatkan hasil dari setiap serangan dilakukan oleh duo playmaking Luka Modric dan Toni Kroos telah mendapat jaminan dari Casemiro untuk menjelajah lebih jauh kedepan secara teratur.

Sementara itu, trio BBC di depan juga memiliki kebebasan untuk melakukan pekerjaan mereka di posisi masing masing tanpa perlu mengkhawatirkan tugas bertahan mereka. Dapat dikatakan bahwa penampilan solid Casemiro telah membawa serta mengeluarkan bakat terbaik dari lima pemain menyerang, yang telah memastikan dominasi Real Madrid pada sepak bola dunia.

Pada hari Sabtu lalu, saat Real Madrid berhadapan dengan Juventus, Zidane lagi-lagi terbukti membutuhkan Casemiro untuk menjadi yang terbaik dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh pemain berbakat seperti Paulo Dybala, Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic. Selain berhasil membendung serangan, Casemiro juga berhasil mencatatkan namanya sebagai pencetak gol setelah memecah kebuntuan kedua tim yang imbang 1-1 setelah jeda paruh pertama yang juga membuat pemain Brasil ini menjadi salah satu pemain yang membuat Zidane dan Real Madrid berhasil mencatat sejarah baru.

Zidane telah menikmati awal dari masa karir kepelatihannya sebagai manajer Real Madrid dengan berhasil mempertahankan gelar Champions Leaguenya bersama Madrid yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah kepelatihan Los Blancos sejak Piala Eropa 1958.