7 Pesepakbola yang Berhasil Menaklukkan Eropa Sebagai Pemain dan Pelatih [Bagian Pertama]

Aonwin – Zinedine Zidane telah menjadi pemain ke-7 yang memenangkan Champions League baik sebagai pemain maupun pelatih. Pelatih Real Madrid ini yang memimpin Los Blancos unggul 5-3 atas adu penalti melawan rival sekota Atletico Madrid di San Siro pada final Champions League tahun lalu dan telah berhasil mempertahankan gelar tersebut saat berhasil menaklukkan Juventus 4-1 pada final Champions League di Cardiff bebrerapa pekan yang lalu.

BACA JUGA: Rahasia Keberhasilan Zidane memimpin Real Madrid 

Pemenang tiga kali Ballon d’Or ini telah memenangkan gelar yang didambakan pada musim 2001/2002 sebagai pemain. Dia juga mengangkat “si kuping besar” sebagai Pelatih di musim 2015/2016.

Pelatih yang kini berusia 43 tahun itu telah memenangi gelar Champions League pada 2014 waktu itu sebagai asisten manajer mantan bos Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia juga kebetulan masuk dalam daftar pesepakbola yang berhasil mendapatkan gelar Champions League sebagai pemain maupun pelatih.

  1. Miguel Munoz

Sebagai Pemain : Di Real Madrid pada tahun 1956 dan 1957

Sebagai Pelatih  : Di Real Madrid pada tahun 1960 dan 1966

Munoz merupakan kapten tim Madrid yang telah memenangkan dua edisi pertama piala European Cup. Ia merupakan seorang gelandang yang selalu mencetak gol pertama di setiap turnamen untuk Madrid. Munoz ikut terlibat dalam tiga piala yang pertama sebagai seorang pemain, sebelum menjadi pelatih dan memimpin Real untuk mendapatkan piala kelima pada tahun 1960 secara berturut-turut sejak tahun 1959 saat ia masih berstatus sebagai pemain.

Dalam 14 tahun masa baktinya sebagai pelatih klub, ia berhasil memenangkan sembilan gelar La Liga, dan satu lagi Piala European Cup enam tahun kemudian.

  1. Giovanni Trapattoni

Sebagai Pemain : Di AC Milan pada tahun 1963 dan 1969

Sebagai Pelatih  : Di Juventus pada tahun 1985

Pelatih kebangaan masyarakat Italia ini adalah seorang pemain bertahan yang berhasil memenangkan dua kemenangan pertama dari tujuh kemenangan I Rossoneri pada European Cup.

Hanya terdapat beberapa pekerjaan yang lebih sulit pada tahun 1963 daripada menjaga Eusebio pemain Benfica tersebut, namun Giovanni Trapattoni berhasil menjagannya saat AC Milan menghadapi Benfica di final Piala Eropa. Pemain bertahan ini terus tampil brilian sebagai kunci permainan saat Milan menang 2-1 di Wembley melawan Benifica.

Trapattoni selanjutnya kembali memenangkan trofi European Cup pada tahun 1969 sebelum pensiun sebagai seorang pemain. Saat melanjutkan karir sebagai seorang pelatih ia kembali memenangkan trofi untuk pertama kalinya sebagai seorang pelatih pada tahun 1985 bersama Juventus saat melawan Liverpool di Heysel Stadium, Brussels di Belgia.

  1. Johan Cruyff

Sebagai Pemain : Di Ajax pada tahun 1971, 1972 dan 1973

Sebagai Pelatih  : Di FC Barcelona pada tahun 1992

Mungkin dapat disebut sebagai orang yang paling dihormati dari ‘Total Football’ yang membantu Ajax untuk memenangkan tiga Piala European Cup secara berturut-turut. Ajax memenangkan gelar European Cup untuk pertama kali pada saat berhasil mengalahkan Panathiakos 2-0 di Wembley Stadium, London.

Cruyff  juga melanjutkan kemenangannya pada dua musim berikutnya. Cruyff mencetak dua gol di final tahun 1972 di Lisbon melawan Inter Milan.

Setelah pensiun ia kemudian kembali ke Ajax sebagai seorang pelatih, dan pantas mendapatkan beberapa kredit untuk kemenangan mereka atas AC Milan pada final Champions League tahun 1995 dimana Ajax yang menggunakan sistem yang telah diterapkannya sebelumnya. Namun pada tahun 1992 sebelumnya Cryruff juga telah berhasil mendatkan trofi bergengsi eropa ini pada saat “tim impian” FC Barcelona ini berhasil mengalahkan utusan italia yaitu Sampdoria yang harus menerima kekalahan setelah berhasil membendung kekuatan Barcelona hingga perpanjangan waktu melalui gol tendangan bebas yang dilcetak oleh Ronald Koeman yang menjadi kemenangan pertama tim berjulukan Blaugrana ini di pentas Eropa.