7 Pesepakbola yang Berhasil Menaklukkan Eropa Sebagai Pemain dan Pelatih [Bagian Terakhir]

Aonwin – Selain Miguel Munoz, Giovanni Trapattoni, dan Johan Cyruff, terdapat empat orang pemain sekaligus pelatih yang berhasil memenangkan piala bergengsi eropa Champions League.

BACA JUGA: Perjalanan Los Galacticos Menuju Trofi Champions League 2017

  1. Carlo Ancelloti

Sebagai Pemain : Di AC Milan pada tahun 1989 dan 1990

Sebagai Pelatih  : Di AC Milan pada tahun 2003 dan 2007, di Real Madrid pada tahun 2014

            Sebelum menjadi pelatih sukses yang berhasil memenangkan Trofi elit benua Eropa, Champions League bersama AC Milan dan Real Madrid, Carlo Ancelotti sebelumnya adalah seorang pemain yang berposisi sebagai gelandang brilian yang juga turut membantu Milan memenangkan dua European Cup secara berturut-turut pada tahun 1989 dan 1990.

            Dia memainkan peran kunci dalam kesuksesan European Cup 1989 saat Milan mengalahkan Steaua Bucharest 4-0, dan memiliki momen kecemerlangan individu saat menggiring bola melewati dua pemain Madrid sebelum mencetak gol pada laga semifinal.

            Dalam karirnya terdapat beberapa gelar kehormatan yang telah berhasil ia dapatkan, seperti: 3 trofi Champions League di tahun 2003, 2007, 2014, 1 trofi Serie A di tahun 2004, 1 trofi Coppa Italia tahun 2003, 2 trofi World Cup di tahun 2007 dan 2014, serta 1 gelar Premier League yang diiringin 1 trofi FA Cup di tahun 2010, saat memimpin PSG mendapatkan 1 gelar League 1 dan akhirnya saat bersama Bayern Munich ia berhasil mendapatkan 1 gelar Bundesliga pada musim ini dan 1 DFL-Supercup 2016.

  1. Frank Rijkaard

Sebagai Pemain : Di AC Milan pada tahun 1989 dan 1990, di Ajax pada tahun 1995

Sebagai Pelatih  : Di FC Barcelon pada tahun 2006

          Saat AC Milan dibawah kepemimpinan luar biasa Arrigo Sacchi, Sacchi berhasil melakukan hal yang cerdik yaitu dengan mengambil langkah untuk mengubah Frank Rijkaard menjadi gelandang bertahan. Seperti Ancelotti dia adalah bagian dari tim pemenang European Cup pada 1989 dan mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan melawan Benfica pada tahun 1990 untuk memenangkan pertandingan. Saat kembali ke Ajax pada tahun 1995 ia berhasil memenangkan kembali kompetisi bergengsi eropa ini saat mengalahkan mantan klubnya AC Milan dengan skor tipis 1-0 yang dicetak oleh Patrick Kluivert di Ernst-Happel-Stadion, Vienna, Austria pada final Champions League.

            Sementara karir Rijkaard sebagai seorang pelatih dianggap gagal dalam 10 tahun terakhir, namun dia berhasil memenangkan sebuah trofi Champions League bersama Barcelona saat berhasil mengalahkan Arsenal pada 2006.

  1. Pep Guardiola

Sebagai Pemain : Di FC Barcelona pada tahun 1992

Sebagai Pelatih  : Di FC Barcelon pada tahun 2009 dan 2011

            Hanya membutuhkan waktu seminggu bagi Cruyff untuk memutuskan bahwa Pep Guardiola untuk dijadikan bagian dari pemain untuk membangun tim Barcelona-nya. Guardiola adalah tumpu utama tim untuk menjalankan bola kedepan dan dia terbukti sukses sebagai bagian dari tim utama asuhan Johan Cruyff yang berhasil memenangkan Final European Cup di Wembley pada tahun 1992.

Guardiola membuat dampak yang serupa pada musim pertamanya sebagai seorang pelatih, dimana ia membawa FC Barcelona untuk meraih kemenangan di Champions League pada tahun 2009. Dia melanjutkan langkah kesuksesannya sebagai seorang pelatih saat kembali memenangkan trofi Champions League pada tahun 2011 saat mereka dengan nyaman mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1 yang dicetak oleh Pedro, Lionel Messi, dan diakhiri oleh David Villa di menit 69 pertandingan final yang bertempat di Wembley Stadium tersebut.

  1. Zinedine Zidane

Sebagai Pemain : Di Real Madrid pada tahun 2002

Sebagai Pelatih  : Di Real Madrid pada tahun 2016 dan 2017

Sebagai pemain, ia merasakan dua kekalahan di final 1997 dan 1998 saat masih bersama Juventus sebelum akhirnya mencicipi kesuksesan besar di Champions League pada tahun 2002 bersama Real Madrid dan menjadi kemenangan yang terlupakan bagi Madrid saat mengalahkan Bayer Leverkusen di Glasgow. Sedangkan saat menjadi pelatih ia untuk pertama kalinya langsung merasakan kesuksesan dengan memenangkan trofi Champions League melawan Atletico Madrid rival sekotanya di San Siro Milan. Dilanjutkan dengan kesuksesannya pada tahun ini dengan berhasil mempertahankan gelar Champions Leaguenya yang merupakan rekor baru di era Champions League ini