Amankan Tiket Ke Semi Final UCL, Diego Simeone Justru Sebut Atletico Madrid Bukan Tim Besar

Aonwin.info – Babak perempat Final Liga Champions musim 2016/17 kemarin berlangsung penuh drama, air mata, dan tangis bahagia. Setelah Real Madrid yang berhasil menundukan Bayern Munich, Atletico Madrid pun sukses melaju ke babak semifinal kompetisi bergengsi Eropa tersebut setelah menundukan Leicester City. Sang tim mantan jawara Liga Premier Inggris ini sendiri sudah ditundukan kalah pada leg pertama babak perempat final. Dan pada laga yang digelar di King Power Stadium pada Rabu (19/4) dini hari WIB, Atletico Madrid berhasil kembali menggulung Leicester City dengan agregat 2-1.

Satu gol yang tercipta masing-masing dari Saul Niguez dan kemudian disusul oleh gol dari Jamie Vardy yang menyamakan kedudukan Leicester City. Namun setelah itu, pertandingan berlangsung makin panas dengan aksi serang dari kedua tim, dengan tak ada yang bisa membawa lebih banyak gol. Hingga akhirnya laga ditutup dengan skor imbang 1-1 untuk kedua tim. Namun karena Atletico Madrid sebelumnya sudah lebih dulu unggul dari leg pertama, maka kemenanagn agregat yang diraih menjadi 2-1 untuk Atletico Madrid.

Yang berarti, tim tersebut kembali melaju ke babak semi final. Ya, ini bukanlah babak semi final pertama untuk tim Atletico Madrid. Pasalnya sang tim sendiri sudah tiga kali masuk ke babak semi final dalam empat musim terakhir.

Meski meraih prestasi besar di kelas internasional, terlebih di kelas kompetisi sekaliber Liga Champions, manajer Atletico Madrid, Diego Simone justru enggan besar kepala. Manajer dengan nama besar ini justru percaya timnya bukanlah tim besar. Diego Simone justru menyebut tim-tim lain di Spanyol, seperti Real Madrid dan Barcelona, serta Bayern Munich adalah tim-tim besar, secara ekonomi. Sedangkan Atletico Madrid hanya tim yang kompetitif.

“Saya merasakan emosi, bangga, dan antusiasme setelah pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang saya sukai persaingannya dan pantang menyerah. Ini membuat Anda lupa situasi lolos ke semi-final lain,” ungkapnya.

“Di hari pertama kedatangan saya dulu, satu-satunya mimpi saya adalah membangun Atletico yang kompetitif dan klub yang bisa membuat frustrasi klub lain di semua kompetisi. Saya yakin kami sedang bersaing saat ini.”

“Tim yang hebat itu terutama tim yang memiliki ekonomi tinggi seperti Bayern munich, Barcelona dan Real Madrid bukan seperti Atletico Madrid. Kami hanya sportif di mata olahraga,” pungkas sang pelatih.

Disisi lain, pelatih Leicester City, Craig Shakespeare mengaku berbesar hati dengan kekalahan yang dirasakan oleh tim mereka. Shakespeare menyebut mereka sebenarnya sudah merasa Atletico yang akan memenangkan pertandingan. Mengingat dari kualitas tim itu sendiri. Walau begitu, mereka tetap merasa perlu untuk terus berjalan dan melangkah hingga akhirnya kalah di putaran leg kedua.

“Sejarah berbicara sendiri,” ucap Shakespeare dalam konferensi pers selepas laga.

“Finalis di dua dari tiga tahun terakhir dan kami tahu jenis tantangan yang diharapkan. Setelah leg pertama kami merasa masih ada di pertarungan dan kami memiliki hak untuk melangkah tapi kami gagal di rintangan terakhir.

“Saya pikir mereka tidak beruntung dalam beberapa tahun terakhir dan kita bisa lihat kualitas mereka di dua pertandingan. Mereka akan menjadi lawan berat di semi-final tapo saya tidak melihat alasan apa pun mengapa mereka tak dapat memenangkannya.

“Kami kecewa tersingkir, tapi saya sangat bangga kepada tim. Pastinya mereka akan kecewasa karena telah tersingkir tetapi setidaknya para pemain bisa sangat bangga terhadap penampilan terbaik mereka.”