Benzema Miliki Hubungan Khusus dengan Presiden Baru Perancis

Aonwin – Bisakah Emmanuel Macron menyelamatkan Karim Benzema? Pemain keturunan Aljazair ini telah di ban dari tim nasional Perancis sejak November 2015 silam karena dicurigai terlibat dalam skandal korupsi. Semenjak saat itu meskipun Benzema bermain apik dan menjadi salah satu kunci keberhasilan Real Madrid untuk menjadi juara Champions League dalam beberapa tahun terkahir namum ia tidak pernah masuk menjadi pilihan untuk mengisi lini depan Les Blues, bahkan ia juga termasuk nama yang ditinggal saat Perancis bermain di Euro 2016 dimana pada partai final sang tuan rumah Perancis terlihat tumpul di lini depan dan mesti mengakui kekalahan dari Portugal. Kini striker Real Madrid tersebut mungkin telah menemukan pendukung dengan kekuatan dan kekuasaan yang cukup untuk mengembalikannya ke daftar pemain bagi Timnas Perancis di tangan presiden baru Prancis tersebut.

Benzema mengatakan kepada surat kabar L’Equipe pada hari Rabu (17/05) lalu bahwa ia pernah bertemu dengan Emmanuel Macron jauh sebelum sang Presiden terpilih memulai karir politiknya dan bahwa mereka “tetap sedikit berhubungan satu sama lain melalui pesan.” Benzema, striker paling berbakat dari generasinya kini tengah menghadapi tuduhan terkait penipuan pemerasan atas rekaman adegan seks yang menampilkan rekan setimnya di Prancis Mathieu Valbuena. Kasus ini telah berlangsung cukup lama dan proses yang cukup panjang dan bertele-tele hingga menyeret nama kedua pemain tersebut. Benzema diduga telah memberi tekanan (mengancam) kepada  Valbuena untuk menangani kasus pemerasan tersebut.

sumber: gazettaobjects.it

Ketika berita ini mulai diberitakan di beberapa media internasional pada tahun 2015, Benzema harus menghadapi banjir kritik dan kemudian mendapatkan pukulan telak setelah Perdana Menteri Perancis pada saat itu Manuel Valls mengatakan bahwa mantan pemain Lyon itu “tidak memiliki tempat” di tim nasional. Mantan Presiden Prancis Francois Hollande juga dikutip mengatakan dalam sebuah buku tahun lalu bahwa Karim Benzema bukanlah contoh moral yang baik bagi generasi muda Perancis.

Benzema mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan Macron untuk melakukan intervensi demi kebaikannya, namun berharap presiden baru tersebut tidak akan menjebloskannya ke hal-hal yang lebih buruk. “Mungkin dia akan berbicara tentang saya dengan kata-kata yang lebih baik,” kata Benzema. “Bila nama Anda dikutip oleh perdana menteri (Valls), dan oleh presiden Prancis (Hollande), itu akan menjadi permasalahan yang sangat sulit.”

Pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut akan tampil di final Champions League ketiganya bulan depan saat Real Madrid menghadapi Juventus, menambahkan bahwa ia telah bertemu dengan Macron sebanyak “tiga atau empat kali” dan makan malam dengannya. Karim Benzema telah mencapai musim yang sangat baik dibawah asuhan pelatih Zinedine Zidane musim ini dan percaya bahwa tidak ada alasan yang terkait dengan performa yang jelas untuk absennya ia berulang kali dari daftar pemain pelatih Didier Deschamps di Prancis. Benzema, yang pertandingan terakhirnya dengan Prancis dimainkan pada Oktober 2015, diperkirakan tidak akan masuk ke dalam keputusan list pemain yang akan mengikuti tiga pentardingan berikutnya bagi Prancis pada hari Kamis (25/05).

“Jika pelatih memberitahu saya langsung ke mata saya bahwa itu[alasan tidak dipanggilnya ia ke timnasi] karena sepak bola, maka saya akan terus bekerja [untuk mendapatkan tempat di timnas],” kata Benzema, yang memiliki 27 gol internasional dalam 81 penampilannya. “Jika karena alasan lain, maka dia harus menceritakannya ke wajah saya, dan saya akan selesai untuk mencari-cari alasan tersebut.”