Borussia Dortmund Pecat Thomas Tuchel dari Kursi Kepelatihan

Aonwin – Borussia Dortmund akhirnya memecat Thomas Tuchel sebagai pelatih pada hari Selasa (29/05), tiga hari setelah ia memimpin klub tersebut meraih gelar pertamanya dalam lima tahun. BVB mengeluarkan sebuah pernyataan untuk mengatakan bahwa Tuchel yang berusia 43 tahun akan segera meninggalkan pos pelatih satu tahun sebelum kontraknya akan berakhir pada 2018, setelah pembicaraan antara chief executive Hans-Joachim Watzke, direktur olahraga Michael Zorc, Tuchel dan tim Penasihat Olaf Meinking.

Dortmund mengucapkan terima kasih kepada Tuchel dan staf pelatihnya atas kesuksesan yang mereka bawa. Pertandingan terakhir Tuchel adalah kemenangan 2-1 atas Eintracht Frankfurt di final DFB Pokal.

“Dortmund tidak akan berkomentar secara rinci mengenai alasan perpisahan tersebut, akibat dari proses yang panjang dan didukung oleh semua dewan klub,” kata pernyataan tersebut. “Dortmund sangat mementingkan fakta bahwa penyebab perpisahan tidak berarti (hanya) perselisihan antara dua orang. Kesejahteraan klub Borussia Dortmund, yang merupakan hasil lebih dari sekedar kesuksesan olahraga, akan selalu menjadi lebih penting, daripada individu dan kemungkinan perbedaan di antara mereka. “

BACA JUGA: Pertandingan Terakhir Bagi Aubameyang

Tuchel, mantan pelatih Mainz yang mengikuti jejak Juergen Klopp dengan mengambil alih posisi di Dortmund pada tahun 2015, memimpin tim tersebut ke posisi kedua di Bundesliga di musim pertamanya, saat Dortmund menjadi runner-up terbaik dalam sejarah liga, Final Piala Jerman di mana lagi-lagi kalah dari juara liga Bayern Munich.

Tuchel awalnya mendapat pujian karena berhasil mengangkat Dortmund dari kemerosotan pada musim terakhir Klopp dan mengenalkan kembali gaya bermain menyerang yang menarik. Musim ini, setelah mengalami banyak perubahan di luar musim, Tuchel memimpin Dortmund finish di tempat ketiga di Bundesliga di belakang Leipzig yang baru dipromosikan, sekaligus akhirnya memenangkan trofi Piala Jerman.

Cek-cok Tuchel dan Dortmund mulai jauh dimulai pada bulan Januari 2016 saat dia terlibat pertengkaran dengan Ketua Tim Pencari Bakat,  Sven Mislintat, seorang teman Zorc, atas penandatanganan pemain tengah Spanyol Oliver Torres dari Atletico Madrid.

Setelah kekalahan di 2016 final Piala Jerman atas Bayern melalui adu penalti, mantan pelatih Mainz itu juga mengkritik Mats Hummels yang sudah terikat  Bayern, dan tidak senang dengan Watzke saat pemain kunci lainnya seperti Henrikh Mkhitaryan dan Ilkay Gundogan juga diberitakan akan pergi. Tuchel mengatakan perubahan drastis dalam skuad “berisiko.” dan Watzke mengatakan itu “ambisius.”

Januari lalu, Tuchel mengatakan bahwa dia tidak diberi tahu tentang masuknya striekr muda Swedia Alexander Isak, dan dia mempertanyakan mentalitas timnya dan apakah targetnya untuk musim ini terlalu berambisi pada bulan berikutnya setelah kekalahan di Bundesliga atas Darmstadt.

Perbedaan benar-benar tumpah ke tempat terbuka setelah serangan bom ke bus tim pada bulan April, saat keduanya bentrok dalam penjadwalan ulang pertandingan Champions League. Setelah mengklaim gelar pertamanya pada hari Sabtu, Tuchel mengatakan bahwa ia ingin memenuhi kontraknya meski mengalami kesulitan. “Bagi saya, proses pembicaraan masih terbuka,” katanya. Dortmund ternyata merasa berbeda.

Dalam sebuah surat terbuka kepada para penggemar di situs Dortmund, Watzke mengatakan bahwa dia dapat memahami bahwa keputusan tersebut dikritik oleh beberapa orang – poin Tuchel di Bundesliga lebih baik daripada pelatih Dortmund lainnya, dan timnya tetap tak terkalahkan di rumah selama masa jabatannya.

Watzke mengatakan bahwa dia dan Zorc telah “bekerja sama dengan tim pembinaan” selama dua tahun periode kepelatihan Tuchel, dan ada lebih banyak kesuksesan daripada hanya hasil. “Ini tentang nilai-nilai dasar seperti kepercayaan, rasa hormat, kerja tim dan keterampilan komunikasi, tentang otoritas dan identitas. Ini tentang keandalan dan kesetiaan,” kata Watzke.

“Sayangnya, kami tidak dapat melihat nilai dasar tersebut untuk melanjutkan kerja sama membangun kepercayaan dengan prospek sukses dalam konstelasi personil saat ini.” Mantan Pelatih Borussia Moenchengladbach dan pelatih Hertha Berlin Lucien Favre diisukan akan mengambil alih kursi kepelatihan di Dortmund.