Chelsea Raih Penghasilan Fantastis setelah Juarai Premier League

Aonwin – Chelsea mengumpulkan total 150,8 juta pound ($ 195 juta) untuk pendapatan dari hak siar dan hadiah uang karena berhasil memenangkan the Premier League. Total pendapatan tersebut hampir dua pertiga lebih besar dari apa yang didaptkan Leicester ketika The Foxes memenangkan gelar di tahun sebelumnya, dengan Chelsea mendapatkan keuntungan fantastis berkas kesepakatan baru tentang hak siar di televisi.

Sunderland yang terdegradasi awal bulan ini dan merupakan tim paling bawah dalam klasemen akhir Premier League musim ini masih meraih 93,5 juta pound, angka yang cukup besar untuk tim yang akan bermain di divisi Championship. Pendapatan komersial dan penyiaran liga dibagi rata, memberi masing-masing klub peserta Premier League fee sebesar 39 juta pound.

Setengah dari pendapatan TV domestik dibagi rata di antara 20 klub, yang berjumlah 35,3 juta pound. Seperempat dari pendapatan tersebut didistribusikan tergantung pada klasemen akhir tim dan sisa seperempat yang lain berdasarkan penampilan TV domestik. Hal inilah menjelaskan mengapa Manchester City dan Liverpool memperoleh lebih banyak uang daripada Tottenham meski kedua tim tersebut finish di bawah runner-up.

Huddersfield Promosi ke Premier League

Huddersfield Town akan bermain di divisi utama Inggris untuk pertama kalinya dalam 45 tahun setelah mengalahkan Reading 4-3 dalam adu penalti pada hari Senin di final playoff divisi Championship, pertandingan tunggal terrmahal dalam dunia sepak bola dunia dengan nilai ditaksir minimal $ 220 juta.

Setelah kedua tim mengakhiri babak extra time dengan hasil 0-0, Christopher Schindler mengkonversi tendangan yang memastikan keunggulan mereka di Stadion Wembley untuk tim yang dilatih oleh pelatih Amerika kelahiran Jerman David Wagner. Huddersfield, yang merupakan juara Liga Inggris setiap tahunnya dari tahun 1924-26 memiliki pengalaman bermain di Premier League terakhir kali di tahun 1972. Tim asal utara Inggris ini akan menjadi klub ke-49 yang akan bermain di kancah the Premier League sejak musim perdana kompetisi tersebut pada tahun 1992.

Promosi bernilai setidaknya 170 juta pound ($ 220 juta) karena hadiah uang di masa yang akan datang dan dari pendapatan hak siar selama berada di Premier League, liga terkaya di dunia. “Kami memberi banyak harapan [bagi tim lain],” kata Chairman Hudderfield Dean Hoyle. “Klub yang lebih kecil bisa tetap percaya, anda bisa mencapai sesuatu yang impossible.”

Wagner yang berusia 45 tahun, mantan pemain internasional Amerika Serikat tiba di klub Inggris utara pada tahun 2015 dari Borussia Dortmund, di mana dia menjadi pelatih tim cadangan, dan pada musim perdananya hanya berhasil mempertahankan Huddersfield di divisi Championship.

Dari finish di tempat ke 19 tersebut, Wagner mencari keajaiban dengan salah satu anggaran terkecil di divisi ini – menandatangani pemain dan meminjam banyak dari Jerman – untuk mencoba merebut gelar musim ini. Huddersfield akhirnya berhasil untuk finis di tempat kelima, dua preingkat di belakang Reading.

Sekarang Wagner akan tampil melawan manajer seperti Juergen Klopp dari Liverpool, yang merupakan pelatih di Dortmund saat Wagner berada di klub Jerman tersebut. Mereka adalah teman lama. “Saya sangat senang karena ketika saya tiba, orang bilang saya tidak punya pengalaman, tidak ada pengalaman dalam melatih di sepakbola Inggris, tidak ada pengalaman pemain – saya selalu harus melawan stigma negatif ini,” kata Wagner.

“Pengalaman itu penting tapi tidak semuanya. hati dan keinginan tetap yang utama.” Reading, yang dilatih oleh mantan bek Manchester United Jaap Stam,terakhir kali menikmati divisi teratas Inggris di musim 2012-13.