Conte Targetkan Double Trofi di Musim Pertamanya di Chelsea

Aonwin – Antonio Conte mengakui bahwa musim pertamanya  bersama Chelsea berlangsung sangat fenomenal dan hebat, menjuarai Premier League pada musim pertamanya bukan merupakan hal yang bisa semua pelatih lakukan. Perjalanan ini bisa berakhir dengan lebih manis jika pada hari Sabtu (27/05) nanti The Blues dapat membawa trofi Piala FA pulang ke Stamford Bridge. Kemampuan Premier League’s Manager of the year  ini untuk membangkitkan semangat juang para pemainnya untuk pertandingan besar kedua dalam dua minggu akan menjadi kunci keberhasilan mereka jika nantinya bisa mengalahkan Arsenal di Wembley.

Chelsea telah berada dalam mode berpesta selama dua minggu ke belakang, sejak merebut tahta Premier League dan kemudian seminggu kemudian mengangkat trofi pertama mereka di kandang sendiri di partai terakhir musim ini. “Bahaya sesungguhnya bagi kami jika berpikir bahwa musim telah berakhir,” kata Conte.

“Penting untuk merayakan dan menikmati momen saat ini tapi … Saya akan berusaha mendorong banyak hal untuk menjelaskan pada para pemain bahwa musim ini sudah sangat bagus, tapi musim ini bisa menjadi fantastis jika kita bisa memenangkan Piala FA. Kita harus menemukan motivasi yang tepat. “

Reaksi Conte kala Chelsea mencetak gol [sumber: Daily Express]

Menghadapi Arsenal di final di Wembley mengingatkan saat Conte mulai membalik perjalanan musim Chelsea. Chelsea saat itu berada di urutan kedelapan di Premier League pada akhir September setelah dihempaskan Arsenal dengan skor telak 3-0. Di tengah permainan, Antonio Conte melakukan peralihan taktit yang terbukti sangat penting dalam kelangsungan perjalanan Chelsea musim ini. Chelsea semakin berkembang dengan formasi 3-4-3, dan pada pekan terakhir mengklaim 83 dari 96 poin dari semenjak saat itu, termasuk kemenangan kandang 3-1 atas Arsenal pada Februari silam.

Conte telah menunjukkan preferensi untuk menurunkan tiga bek tengah dalam karirnya, namun gaya bermainnya jauh dari gampang diprediksi atau kaku. Ada variasi yang halus namun signifikan terhadap formasi yang ia gunakan bersama Juventus, Italia, dan sejauh ini di Chelsea. Semua mengandalkan tiga pemain belakang, tapi Conte telah menyesuaikan diri dengan stok pemain menyerang yang dimilikinya.

Di Juventus, serangan tersebut berpusat pada dinamika gelandang tengah Paul Pogba. Di Chelsea kini berpusat pada pemain sayap asal Belgia,  Eden Hazard yang telah menerima kebebasan bermain paling banyak dalam sistem yang dianut Conte. Bersama Hazard dan dukungan formasi yang solid, Conte bisa mengikuti jejak rekan senegaranya asal Italia Carlo Ancelotti, yang meraih double domestik pada 2010 di musim pertamanya di Chelsea.

Ancelotti sangat disukai di London barat, namun fans Chelsea telah membawa nama Antonio Conte ke level yang sama dengan pendahulunya bahkan disaingkan dengan legenda yang merupakan produk akademi The Blues sendiri, John Terry. Conte telah terhubung dengan fans Chelsea melalui semangatnya di pinggir lapangan. Dia merayakan setiap gol untuk timnya seolah-olah dia mencetaknya sendiri dan secara teratur bertindak sebagai pemandu sorak, memohon pendukung untuk meningkatkan volume pada saat-saat penting.

Dengan John Terry yang akan keluar dari The Blues, Chelsea kini akan memiliki seorang pemimpin baru, yang akan mencoba menginspirasi timnya sekali lagi di musim yang penuh kemenangan ini. “Kita harus menemukan motivasi dari diri kita sendiri karena permainan musim depan akan sangat sulit,” kata Conte.

“Saya berbicara tentang chemistry yang tepat, motivasi yang benar dalam jiwa kita, di dalam hati kita Jika kita memiliki proporsi yang sama dengan Arsenal atau lebih, kita memiliki kemungkinan untuk menang dan mendapatkan gelar ganda.