Cristiano Ronaldo Bantu Madrid Cetak Sejarah Baru

Aonwin –¬†Cristiano Ronaldo berhasil memperlihatkan kemampuan untuk mencetak gol di laga-laga penting, hal ini pastinya membuat tidak ada lagi penggemar Real Madrid yang bisa mengkritiknya sekarang. Terutama setelah pemain kelas dunia ini memastikan Madrid menjadi satu-satunya klub yang berhasil mengukir prestasi dalam sejarah sepak bola yang paling sulit ini, yaitu menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar Champions League mereka.

BACA JUGA: Sergio Ramos, Bala Bantuan Real Madrid di Masa Injury Time

Para penggemar yang membuat Ronaldo kesal karena memberikan suitan tak sedap dibuat bungkam pada saat laga final dengan tegas melalui dua gol yang dicetaknya dalam kemenangan 4-1 atas Juventus yang memberi Madrid mahkota Eropa ke-12 yang menjadi rekor berlanjut bagi mereka.

“Orang-orang tidak memiliki kata-kata untuk mengkritik,” kata Ronaldo, “karena angka tidak berbohong. “Usia saya hanya angka,” kata Ronaldo. “Saya merasa seperti anak muda.”

Pada akhir musim ke-25 Liga Champions, Ronaldo merupakan pemain pertama yang berhasil mencetak gol di tiga kompetisi final. Dan setelah mengangkat Piala Eropa satu kali bersama Manchester United, Ronaldo telah melakukannya tiga kali dalam empat musim bersama Madrid.

Ini merupakan penghargaan terbaik dalam 12 bulan yang luar biasa bagi penyerang asal Portugal ini. Dimulai dari saat Ronaldo memenangi gelar pertamanya bersama Portugal di Kejuaraan Eropa. Kemudian Club World Cup bersama Real Madrid dan berakhirnya kekeringan gelar juara pada La Liga selama lima tahun dan pada akhirnya mengukir rekor tertinggi baru yang diraih pada Champions League.

Jumlah total gol yang berhasil di diciptakan dalam karirnya di klub dan tim nasional sekarang berjumlah 600 gol. Gol pertama Ronaldo di Millennium Stadium diimbangi oleh tembakan indah Mario Mandzukic yang berbuah gol. Ini merupakan satu-satunya usaha terbaik yang dapat dilakukan pada malam final ketika sang jawara Serie A itu kalah dalam usaha meraih gelar Champions League pertama dalam 21 tahun.

Juventus kebobolan lebih banyak gol pada malam itu daripada perjalanannya ke final, setelah sebelumnya hanya kebobolan tiga gol dari tiga pertandingan sebelumnya. “Di babak kedua Real Madrid meningkatkan tempo,” kata pelatih Juventus Massimiliano Allegri, “sedangkan kami terlalu statik dan terduduk terlalu lama.”

Kecemerlangan menyerang Madrid terbukti terlalu sulit untuk pertahanan Juventus untuk membendungnya, memberikan Zinedine Zidane gelar Champions League keduanya dalam 18 bulan karirnya di Madrid. “Zidane sangat percaya pada kami,” kata Ronaldo. “Dia tahu bahwa kita adalah tim yang sangat baik dan itulah sebabnya kami mampu membuktikannya di babak kedua.”

Sampai saat ini, tidak ada tim sejak AC Milan pada 1989 dan 1990, saat sistem kompetisi masih menggunakan sistem gugur, telah memenangkan gelar back-to-back. Madrid sangat berterima kasih kepada Keylor Navas karena pada menit-menit awal pertandingan. Kiper tersebut berhasil mengamankan sundulan dan tembakan dari Gonzalo Higuain, dan menghasilkan penyelamatan satu tangan saat Miralem Pjanic menemukan celah diantara pemain bertahan Madrid untuk memberikan tembakan langsung ke arah gawang.

Berbeda dengan Navas, Gianluigi Buffon harus mengambil bola dari dalam jaringnya setelah kebobolan akibat dari hasil serangan balik yang begitu cepat yang dilakukan oleh Luka Modric dan Toni Kroos. Karim Benzema yang berhasil menguasai bola lalu mengopernya ke Ronaldo. Pemain kelas dunia ini lalu mengoper bola ke Dani Carvajal di sayap kanan sebelum berhasil melayangkan tendangannya ke dalam gawang yang dikawal Buffon setelah menerima umpan balik dari Carvajal.

Kontrol yang luar biasa pada lini tengah Madrid, peran yang sangan vital dipegang oleh Modric, yang membantu Ronaldo mencetak gol keduanya. Pemain asal Kroasia itu memberikan servis terbaiknya dengan sempurna pada menit ke-64 sehingga Ronaldo bisa mencetak gol saat tepat berada di antara Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.

Malam Juve memburuk saat Juan Cuadrado dikeluarkan oleh wasit karena mendapatkan kartu kuning kedua pada menit 84. Dan untuk menambah kesengsaraan mereka, Asensio kembali membobol gawang yang di jaga oleh Buffon yang harus memastikan kembali kehilangan gelar Champions League pertamanya bersama Juventus

“(Madrid) menunjukkan kelas mereka dan sikap yang dibutuhkan untuk bermain dalam game semacam ini,” kata Buffon setelah kalah di final ketiganya di Champions League.