David Moyes Mundur dari Jabatan Manajer Sunderland

Aonwin – David Moyes telah secara resmi berhenti sebagai manajer Sunderland pada hari Senin (22/05) setelah tim yang dilatihnya terdegradasi dari Premier League Inggris, setelah gagal menghidupkan kembali reputasinya yang sangat buruk saat menjadi pelatih di Manchester United. Setelah tampil mengesankan selama 11 tahun di Everton, David Moyes telah bertahan kurang dari satu tahun dalam tiga posisi manajerial berikutnya, diantaranya adalah Manchester United, Real Sociedad dan Sunderland.

Karir pelatih asal Scotlandia yang pernah menjadi salah satu pelatih top di Premier League, mulai redup cahayanya ketika ditunjuk untuk menggantikan legenda Setan Merah yang juga berasal dari negara yang sama dengan Moyes, Sir Alex Ferguson. Permainan tidak berstandar dan terhuyung sebagai penggantinya Alex Ferguson, dan dipecat setelah 10 bulan pada 2014. Moyes pergi ke Spanyol untuk mencari pekerjaan namun dicampakkan oleh Real Sociedad satu hari sebelum menyelesaikan satu tahun bertugas di negara matador itu.

David Moyes kembali mendapat kesempatan di Premier League saat Sam Allardyce mengundurkan diri dari Sunderland karena mendapatkaan tugas sebagai pelatih The Three Lions yang sayangnya hanya bertugas untuk satu pertandingan naas sebagai manajer Inggris, setelah pelatih bertubuh gempal itu diisukan termasuk kedalam mafia transfer pemain di Premier League. David Moyes dipekerjakan tiga minggu sebelum dimulainya musim Premier League 2016/2017. Keadaan ini memberinya sangat sedikit waktu untuk menilai kemampuan dan kedalaman skuad miliknya dan menetapkan target transfernya untuk memperbaiki keadaan yang dihadapi di Sunderland waktu itu.

sumber: espnfc.com

Moyes tidak diberi banyak uang untuk dihabiskan oleh pemilik The Black Cats asal Amerika Serikat, Ellis Short, mengintensifkan keyakinan bahwa Short ingin keluar dari klub yang dimilikinya sejak 2009. David Moyes akhirnya membeli pemain seperti membeli kucing di dalam karung tanpa menilai dan melakukan riset menyeluruh serta meminjam banyak pemain dari tim besar tanpa melihat kebutuhan timnya. Kesputusan ini diambilnya karena minimnya waktu yang ia punya dan dari awal musim itulah mulai jelasj bahwa skuad Sunderland kurang memiliki kualitas dan terkesan sulam timbal.

Sunderland turun ke tingkat kedua sepakbola Inggris, divisi Championship setelah menyelesaikan perjalanan menyakitkan sepanjang Premier League dengan hanya enam kemenangan dari 38 pertandingan. “Saya mengejar David Moyes untuk jangka waktu yang cukup lama sebelum pengangkatannya musim panas lalu, yang membuat pengumuman keberangkatannya sulit bagi semua orang yang bersangkutan,” kata Short.

“Setelah bekerja tanpa kenal lelah selama kampanye untuk menghindari degradasi dari Premier League, David Moyes telah memilih untuk meninggalkan klub tanpa kompensasi, yang merupakan bukti karakternya.” Moyes pergi saat masih dalam penyelidikan Asosiasi Sepak Bola Inggris atas ucapan seksis ketika memberi tahu reporter wanita bahwa dia “mungkin mendapat tamparan” atas pertanyaan yang dia tanyakan saat wawancara dengan BBC.

David Moyes benar-benar telah mencoba semua cara untuk bisa menjauhkan Sunderland dari degradasi, dia mendatangkan banyak pemain muda dan beberapa pemain senior dari klub yang pernah ia latih. Namun, hasilnya masih sangat minus karena tidak terdapat chemistry yang baik diantara para pemain-pemainnya. Dari analisa gol yang diciptakan oleh Sunderland sepanjang musim ini, hanya beberapa gol yang dicetak yang berasal dari permainan tim. Sebagian besarnya adalah usaha personal para pemain seperti Jermain Defoe yang diawal musim berhasil menyelamatkan muka David Moyes dalam beberapa pertadingan. Minimnya chemistry dan kekompakan tim membuat tim yang musim lalu diselamatkan oleh Big Sam akan bermain di divisi Championship untuk tahun depan.