Era Sampaoli Dimulai ! 5 Hal Menarik dari Pertandingan Argentina vs Brasil [Bagian Kedua]

Aonwin - 3. Argentina membutuhkan lebih banyak dari sisi kanan

Jelas bahwa sisi kiri serangan Argentina adalah titik penyerangan terbaik yang dimiliki La Albiceleste, Messi dan Dybala berulang kali memberi banyak peluang untuk Angel Di Maria dan menciptakan ancaman yang berbahaya bagi Brasil (Di Maria berhasil melakukan tendangan yang mengenai tiang gawang) namun berbeda dengan sisi kanan yang relatif kosong dalam membangun penyerangan.

BACA JUGA: Tim Samba Minus Penjaga Gawang Kelas Satu dalam Skuadnya

José Luis Gómez membuat debut internasionalnya sebagai starter, meskipun ia cukup menjanjikan dalam membangun serangan dari belakang ia mengalami kesulitan untuk memberikan dampak yang besar kepada tim dalam sepertiga pertandingan sebelum berakhir.

Untuk tim yang menggnakan formasi bermain 3-4-2-1 dibutuhkan sistem yang layak yang membuat tim lawan menjadi bermain terbuka karena harus menjadi sisi luar lapangan, kedua sayap belakang harus mampu menjadi suatu ancaman kuat. Segitiga Leo Messi, Paulo Dybala dan pemain yang mengisi peran no. 9 akan selalu memanfaatkan sisi tengah lapangan untuk menyerang sehingga dibutuhkan pemain sayap yang mampu mengalihkan perhatian pemain bertahan lawan. Sangat penting bagi Sampaoli mencari solusi akan hal tersebut.


  1.  Brasil membutuhkan kepemimpinan Neymar

Neymar merupakan salah satu pemain terbaik yang ada di dunia, jadi pihak manapun pasti akan membutuhkannya saat dia tidak bermain. Kemampuannya untuk menciptakan serangan berbahaya dan meneror lawan dalam transisi hampir tak ada bandingannya. Apabila dapat memasukkannya ke dalam sistem serangan balik Tite saat menghadapi Argentina, Brasil mungkin akan merasakan kemenangan dengan mudah. Tapi itu bukan hanya karena Neymar dapat bermain bagus, melainkan karena dia seorang pemimpin.

Tentu saja, bukan kapten (pemimpin) dalam arti klasik. Dia tidak memberikan tim pembicaraan layaknya membangun semangat tim atau semacamnya, itu bukan gayanya, melainkan Neymar masih menjadi pemimpin karena dia tak kenal takut saat memegang kendali bola. Dia selalu menginginkannya, dibantu kualitas dan semangatnya yang sedemikian rupa sehingga ketika dia memilikinya, ada jaminan bahwa sesuatu yang baik akan terjadi. Dan itu iktu membantu mengangkat penampilan rekan satu timnya secara keseluruhan.

  1.  Revolusi Sampaoli sudah berlangsung

Argentina yang berhasil menang 1-0 (yang merupakan kekalahan pertama Tite sebagai pelatih Brasil) dan itu merupakan awal yang baik bagi Sampaoli, namun mereka beruntung bisa mendapatkan kemenangan. Mereka tidak sekuat seperti sebagaimana seharusnya mereka tampil saat mereka membiarkan celah terbuka lebar di dinding pertahanannya yang terus dimanfaatkan pemain Brasil.

Tapi ini merupakan penampilan yang cukup positif untuk Sampaoli, terutama di babak pertama. Para pemainnya tampak terorganisir dengan baik dalam membangun serangan dari belakang; Mereka mampu menekan para pemain Brasil dengan percaya diri dan mampu membawa bola menuju titik pertahanan lawan.

Pemain Argentina Selebrasi kala cetak gol lawan BrasilDi lini tengah Ever Banega tampil dalam performa layaknya seorang komando – pemain berusia 28 tahun itu merupakan playmaker brilian dan kemungkinan akan menjadi pusat sistem yang diterapkan Sampaoli. Lucas Biglia adalah pasangannya yang solid, meskipun orang bertanya-tanya apakah Leandro Paredes akan menawarkan lebih banyak serangan dengan kemampuan yang dimilikinya.

Gonzalo Higuain tentunya sangat mengecewakan, namun terdapat aspek yang paling menggembirakan adalah melihat Lionel Messi, Paulo Dybala dan Angel Di Maria beraksi bersama. Memberikan Messi posisi yang tepat untuk berkembang adalah misi pribadi untuk Sampaoli, dan memang para manajer sebelumnya telah membuatnya skuad yang memungkinkan bagi pemain terhebat di dunia untuk melakukan sesuatu yang penting untuk tim.

Tapi dengan menempatkannya dalam sistem yang dinamis dan dekat dengan playmaker kompeten seperti Di Maria dan Dybala, yang mana Sampaoli memberi Messi posisi itu. Meskipun terkadang Trio itu tidak selalu sinkron dengan sempurna, tapi tanda-tanda yang baik ada di sana dengan lebih banyak latihan dan permainan bersama mereka bisa mengembangkan pemahaman yang mematikan bagi lawan, apalagi bila ditambah dengan kualitas pemain yang mengisi peran no.9, hal ini tentunya bisa membuat Argentina menjadi salah satu tim dengan penyerangan paling dahsyat di dunia.