Era Sampaoli Dimulai ! 5 Hal Menarik dari Pertandingan Argentina vs Brazil [Bagian Pertama]

Aonwin – Dalam pertandingan pertamanya sebagai pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli memulai tanggung jawab besar atas skuad, pelatih berkepala botak ini terbukti berhasil membawa Argentina meraih kemenangan 1-0 atas rival sekotanya Brasil.

BACA JUGA: Piala Konfederasi Setelah Rusia 2017 Terancam Dibatalkan

Sebanyak 95.569 orang memadati Melbourne Cricket Ground, Australia untuk menyaksikan pertandingan penuh semangat yang dimainkan dengan tempo yang baik oleh kedua tim. Pada akhirnya pertandingan tersebut hanya diselesaikan dengan satu gol yang dicetak oleh Gabriel Mercado dengan tembakan yang berhasil memanfaatkan tendangan bola rebound dari Nico Otamendi yang gagal di bendung kiper brasil Waverton, namun dalam pertandingan ini terdapat beberapa momen-momen yang  lebih cemerlang. Berikut hal 5 hal yang dapat dipelajari dari pertandingan persahabatan antara Argentina melawan Brasil bertajuk Superclassico:

  1.  Brasil melakukan serangan Counter-Attack layaknya sebuah seni

Tite yang baru saja menjabat sebagai pelatih Brasil selama satu tahun ini telah berhasil menunjukkan otoritasnya di seluruh penjuru. Brasil sekarang merupakan tim dengan pemain bertahan yang solid, tegas, terorganisir dan stabil tidak peduli siapa yang bermain untuk mengisi posisi bertahan tersebut. Saat melawan Argentina, meski harus bermain tanpa beberapa pemain mega bintang yang dimiliki mereka, Brasil tetap mampu untuk tampil brilian.

Berulang kali mereka memindahkan bola dengan cepat ke satu pemain dan menuju satu pemain lainnya hingga mengeksekusi bola satu dua yang terarah yang membuat seorang pemain Brasil mampu menemukan celah yang terdapat pada tembok pertahanan tiga pemain Argentina. Meski berhasil melewati pertahanan Argentina beberapa kali dengan menggunaan bola satu dua diiringin dengan kecepatan, Brasil tetap gagal untuk mencetak gol melalui beberapa penyelesaian yang begitu mengecewakan dari para pemain seperti Coutinho dan Gabriel Jesus.

Dengan banyaknya terbuang peluang emas tersebut mencuptakan kerugiann bagi tim serta membuat sang pelatih Tite menjadi sedikit frustrasi dengan penyelesaian buruk yang dilakukan anak asuhannya tersebut. Meskipun begitu Tite menganggap penampilan tim nya ini cukup baik karena harus bermain tanpa sang mega bintang Neymar. Barisan depan penyerangan Brasil yang dipimpin oleh Gabriel Jesus ini memiliki kepercayaan tertinggi, Willian yang tampak seperti Garrincha yang bereinkarnasi kembali di sisi kanan penyerangan serta Coutinho yang menunjukkan kualitasnya yang memperlihatkan alasan mengapa Barcelona sangat menginginkannya.

  1.  Higuain tidak siap, waktunya untuk Icardi ?

Lionel Messi, Sergio Romero, Javier Mascherano dan beberapa pemain lainnya berhasil membawa timnas Argentina menuju tiga final secara berturut-turut pada tahun 2014, 2015 dan 2016. Di masing-masing putaran final, Gonzalo Higuain selalu mendapatkan peluang emas untuk memasukkan bola ke jala lawan tanpa ada yang mengawalnya melainnkan hanya seorang Kiper (di tahun 2015 bahkan tidak ada kiper).

Namun di masing-masing final tersebut, Gonzalo Higuain gagal mencetak gol. Tiga kekalahan besar yang dialami Argentina, seandainya dia mampu memanfaatkan peluang dan mencetak gol maka semua itu akan berbeda, maka akan terlihat timnas Argentina yang menuai kesuksesan mereka yang paling sukses dalam sejarah mereka.

Dia terus mendapat peluang untuk mengisi slot penyerang di timnas karena dia terus mencetak gol saat bermain di level klub, namun penampilannya saat melawan Brasil sama mengerikannya dengan penampilannya di final Champions League pekan lalu. Dia terlalu lamban dan gagal meneruskan bola agar permainan bisa berkembang dengan baik dalam sistem Jorge Sampaoli.

Dari semua pergantian pemain yang dilakukan di babak kedua, yang terbaik sejauh ini adalah Joaquin Correa yang menggantikan Higuain. Correa adalah gelandang serang atau pemain sayap, ia terlihat tampil dengan nyaman saat timnya memimpin. Perannya sebagai pemain no. 9 jauh lebih unggul dibandingkan dengan Higuain.

Ancaman terbesar bagi bintang Juventus ini adalah dengan tetap duduk menghangatkan bangku cadangan. Tentunya sekarang adalah waktunya bagi Mauro Icardi untuk memimpin barisan penyerangan Argentina. Pemain Inter bernomor punggung 9 ini telah mencetak goal dengan jumlah yang sama dengan Higuain di Serie A Italia musim ini dengan konversi tembakan yang lebih baik yaitu 25% dibandingkan dengan Higuain 22%.