FIFA Akui Video Review Masih Butuh Banyak Perkembangan

AOnwin – Wasit di Piala Konfederasi di Rusia mungkin telah kacau balau, namun pengunaan Asisten Video Referee  telah mencegah kesalahan besar dibuat, kata badan sepak bola dunia tersebut. Kepala wasit FIFA Massimo Busacca mengatakan bahwa ulasan video tidak selalu terlihat bagus dalam tes di turnamen dan mengakui “banyak aspek harus ditingkatkan” termasuk komunikasi yang lebih cepat dan lebih jelas setelah ulasan yang lamban telah membingungkan pemain, pelatih dan penggemar.

“Kami yakin hal ini bisa mengurangi kesalahan wasit,” kata Busacca dalam sebuah konferensi pers. Pilihan kata-katanya menunjukkan bahwa merupakan sebuah fakta yang pahit dimana sangat sulit untuk menghilangkan kesalahan sepenuhnya di kancah sebesar Piala Dunia dan pengaplikasiannya adalah tujuan yang terlalu sulit. “Kami yakin jika digunakan benar, teknologi ini bisa mengurangi banyak kesalahan, tapi jelas tidak akan menghilangkannya sepenuhnya. Kami di sini hanya berusaha untuk mengurangi [jumlah kesalahan],” katanya.

BACA JUGA: Presiden FIFA Cukup Puas Dengan Kinerja Video Referee di Kancah Piala Konfederasi

Mantan wasit internasional tersebut mengatakan bahwa komunikasi antara wasit dan asisten video yang duduk di ruangan yang gelap di luar stadion memerlukan perbaikan serius. Pejabat koresponden mengeluhkan asisten video yang berteriak keras dan pada saat yang sama berbicara dengan pihak wasit selama pertandingan, sebuah serangan verbal yang jelas tidak membantu pengambilan keputusan yang jelas bagi wasit yang sedang fokus memimpin laga.

Mantan wasit Piala Dunia tersebut mengatakan bahwa dia yakin tentang sistem baru yang disetujui untuk digunakan pada turnamen tahun depan di Rusia. Busacca menegaskan poin terpenting dalam turnamen latihan dua minggu ini adalah teknologi yang membantu wasit menghindari kesalahan besar dalam 12 pertandingan sejauh ini.

Penelitian FIFA mengutip bahwa replay video yang membantu wasit dalam memimpin pertandingan telah membatalkan enam “keputusan yang mengubah permainan.” Penilaian wasit dalam 29 “insiden besar” dikonfirmasi benar saat ditinjau. Busacca mengatakan FIFA harus meyakinkan lebih banyak federasi anggota untuk membantu mereka dengan menggunakan teknologi assistant video referee atau wasit ulasan video di kompetisi nasional mereka.

“Kami membutuhkan tim kami, wasit kami, dalam asosiasi anggota untuk melakukannya setiap hari.” Dia mengungkapkan bahwa banyak wasit yang memimpin laga di Rusia dikritik saat mereka hanya memiliki waktu lima hari untuk mempersiapkan dan anggota federasi  ragu-ragu untuk menggunakan teknologi revolusioner ini.

Dia mengatakan sangat penting bahwa wasit memiliki keterpaparan mendalam untuk bekerja dengan VAR sebelum Piala Dunia tahun depan di Rusia, di mana teknologi tersebut diharapkan dapat digunakan. Perubahan dalam wasit, katanya, sangat mendasar, dengan sains menggantikan emosi. “Sampai sekarang keputusan dibuat dalam panasnya momen di tengah laga pertandingan. VAR mengajarkancara baru untuk memutuskan, tanpa emosi.”

Busacca menolak tuduhan bahwa wasit yang lebih lemah digunakan di Piala Konfederasi dan mereka kurang mampu menangani Asisten Video yang lebih senior. Dia mengatakan bahwa dia terkejut dengan perilaku pemain Meksiko dan Selandia Baru yang terlibat dalam konfrontasi massa menjelang akhir pertandingan mereka. Kebingungan fans dan pemain menjadi salah satu tantangan terberat bagi teknologi yang rencananya akan diaplikasikan di Piala Dunia tahun depan.

Wasit bisa saja mengirim beberapa pemain. “Jangan salahkan wasit, salahkan para pemain, itu perilaku yang mengerikan,” katanya. Pemain sudah belajar bagaimana menyalahgunakan sistem wasit video dengan mengumpulkan wasit dan memberi tekanan pada mereka untuk berkonsultasi dengan VAR.

“Untuk saat ini, itu tidak bagus, tapi pada akhirnya kejujuran itu bagus.”