Gianluigi Buffon Menyebut Dirinya Masih Menyesal Dengan Kepindahan Alvaro Morata ke Real Madrid

Aonwin.infoGianluigi Buffon mengungkap dirinya masih sedih dan menyesali keputusan pemain penyerang depan Alvaro Morata yang memutuskan untuk hijah ke Real Madrid. Kapten tim Juventus ini menyebut Alvaro Morata bisa menjadi pemain unggulan di Juventus, dengan kemampuan yang ia miliki. Andai saja ia tidak memutuskan untuk hengkang ke Real Madrid. Meski begitu, keputusan sang pemain untuk hengkang disadari oleh sang kapten tim, yang mengaku dirinya dekat. Namun tetap saja, rasa kecewa dan menyesal masih dirasakan.

Seperti yang diketahui, Alvaro Morata menjadi pemain besar di Juventus. Pemain ini menempati posisi penyerang di tim starting XI di tim Juventus. Bersama-sama tim itu pula, Alvaro Morata membantu Juventus meraih gelar Scudetto dan juga tiket final di kompetisi Liga Champions musim 2015.

“[Kepindahan Morata] menjadi kekecewaan besar untuk saya, ia punyai bakat yang luar biasa dan usia yang mana ia mampu menjadi lebih dewasa dan mematangkan kemampuan serta dirinya,” ungkap Buffon seperti disadur dari Real Madrid TV.

“Ia mampu menjadi pemain utama pada tim Juventus. Takdir sudah membayarnya, dan inilah hidup, jika kamu mengatur diri dengan apik, maka kamu juga akan mampu mendapat kepuasan.”

“Semua orang di dunia ini yang merasa tidak cukup dewasa hidup dalam banyak keadaan yang ekstrem. Mereka hidup bersama kegembiraan luar biasa atau depresi yang sangat hebat jika keadaan tidak berlangsung sebagaimana mestinya.”

“Alvaro punya pikiran negatif di akhir periode bersama tim Juve. Kami sedikit berkata tentangnya gara-gara saya mulai sedih mengenai dirinya. Ia mesih menjadi seorang bocah yang terlalu saya sukai dan saya menginginkan untuk dapat membantunya, memberikan rasa aman.”

“Ia pantas mendapat pertolongan berasal dari teman dalam satu tim dan saya miliki rasa afeksi yang besar terhadapnya,” pungkas kapten Juventus itu.

Disisi lain, Alvaro Morata justru tak menyesali keputusannya untuk hijrah dari Juventus ke Real Madrid. Malah pemain satu ini menyebut dirinya menyesal dan merasa bersalah dengan gol yang ia ciptakan untuk Juventus, yang menembus gawang Real Madrid. Seperti diketahui, Alvaro Morata menjadi algojo di kemenangan Juevntus atas Real Madrid di babak semi final kompetisi Liga Champions musim 2015/16 lalu yang menghadapakan kedua tim. Berkat gol Alvaro Morata, Juventus melaju ke babak final kompetisi bergengsi tersebut sedangkan Real Madrid justru tersisih.

“Itu adalah takdir. Saya mulai merasakan rasa bersalah untuk gol tersebut, karena saya ketika itu malah lebih memilih untuk mencetak gol melawan klub mana pun, tentu saja selain Real Madrid. Saya berutang banyak pada mereka (tim Real Madrid) karena hal itu,” ungkap sang striker.

Ketika disinggung mengenai bagaimana Gianlugi Buffon menyesali keputusan Alvaro Morata untuk hengkang dari Juventus ke Real Madrid pada akhir musim lalu, Alvaro Morata menyebut kepulangannya sudah disepakati sejak lama. Dan dirinya memang sudah menunggu saat-saat tersebut.

“Tawaran untuk kembali pulang ke Madrid udah lama disepakati. Tepatnya disaat saya membela tim nasional Spanyol di Euro 2016. Agen saya mengemukakan pada saya, mereka tawarkan kontrak baru dan mengidamkan untuk kembali memiliki saya.”

“Real Madrid yakin pada diri dan kemampuan saya dan saya pun sudah menanti untuk mendengar kabar tersebut sejak lama. Saya sudah pergi demi mencari pengalaman, tetapi saya tak dapat menahannya lebih lama lagi dalam presentasi saya,” tandasnya.