Inggris U21 Telan Kekalahan via Adu Pinalti

AOnwin – Nathan Redmond dari Southampton bergabung dalam daftar panjang antagonis adu penalti bagi Inggris saat Jerman maju ke final Kejuaraan U-21 Eropa setelah laga mendebarkan di mana tim asuhan Aidy Boothroyd tampil terkurung untuk periode yang lama. Catatan bahwa mereka dapat  selamat dari serangan di ekstra-time dari oposisi yang tampaknya memiliki kebugaran superior karena memiliki waktu dua hari lebih banyak untuk mempersiapkannya adalah bukti semangat tim muda Inggris U21 ini.

Adu tembakan pinalti berada dalam keseimbangan saat Yannick Gerhardt dan Tammy Abraham saat tendangan keduanya dapat ditepis kedua penjaga gawang. Lewis Baker, Ben Chilwell dan James Ward-Prowse semua berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor, namun saat Redmond, yang tiba di Polandia sebagai pemain Inggris yang paling berpengalaman di turnamen ketiganya, menjadi pemain yang paling sial saat tendangannya dapat diselamatkan oleh Julian Pollersbeck untuk mengirim Jerman U21 ke partai final.

BACA JUGA: Lima Pemain Muda Jerman yang Berpotensi Goyang Lini Pertahanan The Young Lions

“Kami benar-benar kecewa,” kata Boothroyd, yang menggantikan Gareth Southgate pada bulan September setelah promosi ke tim senior. “Ini adalah campuran dari rasa sakit dari kekalahan adu penalti setelah pergi begitu dekat ke partai final, tapi juga sangat senang, bahwa ini bukan hanya satu pertandingan. Banyak kerja keras yang masuk ke turnamen ini, banyak pemain yang telah memberikan segalanya.

“Dengan semua latihan yang telah kami lakukan, kiper mereka membuat dua penyelamatan yang sangat bagus. Kami belajar banyak pelajaran dari masa lalu, dan melakukan adu penalti, tapi kelelahan, energi yang dikeluarkan dan fakta dimana kami sangat yakin dengan kemampuan kami berakibat pada kekecewaan yang mendalam. “

Pollersbeck, yang mengungkapkan sebelum pertandingan bahwa ia tidak pernah berada pada drama adu penalti sejak dari awal karirnya, berkonsultasi dengan secarik kertas yang dijejalkan di kaus kakinya dalam upaya untuk mengalahkan pemain Inggris. Taktik itu bekerja saat Abraham menjadi korban pertama dan kemudian Redmond tampak seperti pemain dengan mental tertekan saat mereka mendekat, dengan manajer Jerman, Stefan Kuntz mengakui bahwa kiper mudanya tersebut telah membuat rencana khusus untuk masing-masing pengambil pinalti Inggris U21.

“Dia mengatakan kepada kami bahwa dia akan mempelajari para penendangan dan jika dia yakin seorang penembak sangat percaya diri, dia akan memilih satu sisi dan jika tidak, dia akan berkonsentrasi pada bola,” kata Kuntz.

Sebenarnya, Inggris adalah  tim terbaik kedua setelah Abraham membawa mereka unggul lebih awal di babak kedua saat mereka turun lebih dalam untuk upaya untuk mempertahankan keunggulan mereka. Setelah maju di babak pertama melalui sundulan Davie Selke sebelum dibatalkan oleh Demarai Gray, pemain pengganti Felix Platte yang menyamakan kedudukan dengan 20 menit kemudia untuk membawa laga tersebut ke perpanjangan waktu dan sepertinya hanya ada satu pemenang saat Jerman maju menekan.

Hilangnya Chalobah tepat setelah Inggris maju mengalihkan keseimbangan di lini tengah, dengan pemain pengganti Nadiem Amiri dan Yannick Gerhardt keduanya berada sangat tipis untuk membawa kemenangan di dekat perpanjangan waktu.

Boothroyd memperkenalkan bek Wolves Dominic Iorfa pada tahap tengah – pertama kalinya sebuah peraturan baru yang mengizinkan pemain pengganti keempat di perpanjangan waktu telah diaplikasikan – karena timnya tampak terentang dan hampir putus asa untuk bertahan dalam adu penalti, Meskipun waktu pemulihan mereka yang lebih panjang.

“Masalah yang kami hadapi adalah kami memainkan banyak bentuk malam ini saat kami mencoba mendapatkan pijakan dalam permainan,” kata Boothroyd.