Pesta Juventus Tertunda Setelah Kalah dari AS Roma

Aonwin –  Juventus menyia-nyiakan kesempatan meraih gelar keenam berturut-turut mereka di kancah Serie A dengan harus menerima hasil negative dengan menelan kekalahan 3-1 di Roma, Senin dini hari tadi (15/04). Stephan El Shaarawy membawa Roma unggul 2-1 di awal babak kedua dengan tendangan lurus dan mendatar serta terarah yang secara mengejutkan mengenaik kaki bek Juventu, Stephan Lichtsteiner yang mengakibatkan Buffon mati langkah dan gagal mengantisipasi tendangan tersebut. Radja Nainggolan menambahkan satu gol terakhir bagi tuan rumah sekaligus menjaga asa Roma untuk berjuang mendapatkan gelar Serie A untuk tetap hidu. Kekalahan yang didera Bianconeri ini ada kekalahan liga pertama mereka sejak kalah dari Fiorentina pada periode Januari silam.

Sebenarnya Juventus memulai pertandingan dengan ritme yang positif dengan menggempur secara taktikal lini pertahanan AS Roma. Gempuran demi gempuran yang dilangsungkan oleh Si Nyonya Tua akhirnya membuahkan hasil ketika pemain tengah muda mereka, Mario Lemina melesakkan gol pertama bagi Juventus setelah menerima umpan matang dari Gonzalo Higuaín untuk memberi Juventus keunggulan di pertengahan babak pertama namun Roma yang bermain di hadapan public sendiri tidak mau dipermalukan, terbukti berselang empat menit kemudian, sang skipper Daniele De Rossi menyamakan kedudukan untuk Roma melalui kemelut didepan gawang Buffon, Sundulan dari Kostas Manolas dapat ditahan Buffon namun bola rebound tersebut langsung dihajar oleh De Rossi untuk menyamakan kedudukan.

Dengan dua pertandingan tersisa keunggulan Juventus atas Roma kini hanya berjarak menjadi empat poin. Napoli berada di urutan ketiga, satu poin dibelakang AS Roma, setelah kemenangan 5-0 mereka atas Torino pada hari sebelumnya (14/05).

Dua pertandingan terakhir Juventus akan menghadapai dua tim yang tergolong lebih lemah dibandingkan dengan Roma, Bianconeri akan menghadapi Crotone yang terancam degradasi dari Serie A musim ini dan Bologna. Sejak Serie A didirikan pada tahun 1929 tidak ada dalam sejarah sebuah klub yang dapat memenangkan lebih dari lima gelar berturut-turut, namun kini Juventus memiliki kesempatan yang terbuka lebar untuk akhirnya menghilangkan kutukan tersebut. Juventus juga akan menghadapi Lazio di final Piala Italia, Rabu dan Real Madrid di final Champions League bulan depan, Juventus mengincar treble untuk pertama kalinya. Mungkin dengan pemikiran untuk membawa pulan treble ke kota Turin tersebut pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, memilih untuk mengistirahatkan playmaker mereka Paulo Dybala.

Setelah menjalani awal pertandingan yang intens dan sama kuat, pemain belakang Juventus Kwadwo Asamoah hampir saja mencetak gol pada tujuh menit memasuki babak pertama yang berlangsung sangat ketat dan serba cepat setelah tendangannya hanya mengenai mistar gawang Roma yang dikawal Wojciech Szczęsny. Pergerakan Higuaín yang fantastis berhasil mengecoh lini belakang Roma dan memanfaatkan umpan panjang dari Stefano Sturaro di tepi kotak kemudian melakukan tap-in passing ke arah Lemina yang menyelesaikannya dengan tendangan voli. Kemudian De Rossi berhasil memanfaatkan bola liar hasil sundulan dari tengah kotak pinalti oleh Kostas Manolas untuk menaklukkan kiper legendaris Juventus, Buffon dari jarak dekat.

Gianluigi Buffon tampak bingung dengan defleksi bola yang dihasilkan dari tendangan El Shaarawy yang menyentuh kaki Lichtsteiner yang akhirnya berbelok ke arah tiang jauh. Nainggolan, yang diisukan tidak dapat tampil pada pertandingan ini akibat cedera betis, melakukan sentuhan satu dua dengan Mohamed Salah sebelum menghindari dua pemain belakang Juventus – termasuk mantan rekan satu timnya di Roma Miralem Pjanic – untuk melesakkan tendangan keras dan akurat ke sisi dekat dari gawang Buffon. Ketinggalan 3 – 1 membuat pelatih Juventus Allegri memasukkan Dybala untuk menambah daya gedor dan pemain internasional Argentina itu tampaknya berhasil mendapatkan penalti ketika pertandingan telah memasuki waktu tambahan namun wasit yang memimpin pertandingan tersebut tidak menganggap itu merupakan sebuah pelanggaran.