Hat-trick Kuyt antar Feyenoord Juarai Eredivisie 2016/2017

AonwinDirk Kuyt, 36, yang kembali ke Feyenoord pada masa senja dalam karirnya mengatakan bahwa ia ingin memimpin Feyenord untuk menjuarai kejuaraan sepakbola paling elit dari Negeri Kincir Angin tersebut, Eredivisie Belanda. Kapten veteran Dirk Kuyt mencetak hattrick pada hari Minggu (14/05) saat Feyenoord mengalahkan Heracles Almelo dengan skor 3-1 untuk memenangkan gelar Eredivisie Belanda ke-15 dan yang pertama dalam 18 tahun yang panjang untuk penggemar setia mereka yang telah menunggu cukup lama untuk kembali merasakan gelar juara tersebut.

Dirk Kuyt mencetak gol ke-100 bagi klub Feyenoord pada menit pertama untuk mengurangi ketegangan penonton yang hadir ke Stadion De Kuip di Rotterdam setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Heracles yang gagal menyapu bola, Kuyt dengan tenangnya melepaskan tendangan terarah mengelabui penjaga gawang Heracles, Castrp. Sang Kapten kemudian menggandakan keunggulan bagi klub asuhan Giovanni Van Bronckhorst tersebut pada menit ke 12, kali ini Kuyt memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan pertahanan Heracles yang dikirimkan oleh rekan satu timnya Elia, sembari melempar badan ke udara, Kuyt menyundul bola ke dalam gawang dengan bebas tanpa adanya pengawalan yang ketat. Gol dari titik putih menyempurnakan rekor Kuyt dengan mencetak 100 gol bagi Feyenord serta membawa De Club van het holk menjadi Juara Eredivisie musim 2016/2017.

Ribuan penggemar di pusat kota Rotterdam menyaksikan pertandingan pamungkas tersebut dari layar besar dan berteriak gembira setelah gol pembuka yang dicetak oleh Kuyt pada saat pertandingan baru berusia 30 detik dan sorakan kemenangan kembali terdengan 11 menit kemudian saat Kuyt sepertinya telah memastikan membawa trofi Eredivisie pulang ke Rotterdam. Pesta tersebut benar-benar dimulai di kota pelabuhan saat Kuyt meraih gol ketiganya di menit ke-84.

“Impian saya menjadi kenyataan,” kata Kuyt kepada Fox Sports di tengah selebrasi kegembiraan di stadion De Kuip Feyenoord. Pelatih tim  Feyenoord, Giovanni van Bronckhorst berhasil membangkitkan kembali gaya permainan meyakinkan dan pemilihan taktik yang jitu  untuk merebut gelar di babak final musim kompetisi Eredivisie setelah merosot pada beberapa pekan yang lalu saat secara mengejutkan Feyenoord harus kalah dari tim yang juga berasal dari Rotterdam, Excelsior dengan skor 3 – 0 pada pekan yang lalu. Kekalahan tersebut sempat membukan harapan bagi Ajax Amsterdam untuk merebut gelar dari Feyenoord, namun dengan performa Kuyt pada pertandingan melawan Heracles, usai sudah perburuan gelar pada Eredivisie musim ini dengan pemenangnya adalah Feyenoord.

“Saya telah mengalami banyak hal dalam hidup saya sebagai pesepakbola, tapi ini adalah momen terindah dari semuanya,” papar Van Bronckhorst yang  dengan penuh emosi bercerita kepada Radio NOS 1. Ajax, yang  telah memastikan satu tempat di final Liga Europa pada hari Kamis, memulai hari dengan berada satu poin di belakang Feyenoord dan mengalahkan Willem II Tilburg 3-1 untuk menempati posisi kedua. Klub Amsterdam ini sekarang dapat mengubah fokusnya ke final Europa League melawan Manchester United di Stockholm pada 24 Mei mendatang. Juara bertahan PSV Eindhoven “hanya” mampu menempati posisi ketiga dari klasememen akhir Eredivisie musim 2016/2017.

Feyenoord telah lama menjadi anggota tiga tim elite sepak bola Belanda, bersama dengan Ajax dan PSV, namun klub Rotterdam tersebut telah berjuang dalam beberapa tahun terakhir untuk menjadi jawara di kancah Eredivie namun selalu gagal. Van Bronckhorst beruntung masih bisa mempertahankan pekerjaannya tahun lalu setelah tim tersebut merosot turun performanya dengan menderita tujuh kekalahan beruntun, namun Dewan Klub Feyenoord masih tetap percaya pada mantan bek Feyenoord, Barcelona, ​​Arsenal dan Rangers hingga akhirnya Van Bronckhorst membalas kepercayaan tersebut dengan gelar juara Eredivisie musim ini. Tidak mengherankan, Van Bronckhorst memilih Kuyt untuk dibanjiri pujian, Ia mengatakan bahwa Kuyt tetap sabar dan menunjukkan antusiasmenya ketika dirinya lebih memilih pemain lain untuk menjadi starting lineup pada beberapa pertandingan di awal musim ini. “Saya sangat bahagia untuknya,” kata Van Bronckhorst.