Manchester United Kalahkan Ajax Untuk Angkat Trofi Europa League

Aonwin – Deru teriakan “Manchester, Manchester” bergemuruh di sekitar Friends Arena pada saat peluit tanda pertandingan  berakhir. Kemenangan 2-0 Manchester United atas Ajax di final Liga Europa, Rabu, merupakan kemenangan yang sangat penting bagi klub terbesar di Inggris itu.

Pada tingkat yang lebih luas, ini juga momen untuk menghibur kota asal tim Setan Merah berasal, yang sedang berduka dua ribu kilometer jauhnya. Manchester ditimpa tragedi pada hari Senin ketika 22 orang tewas akibat serangan bom di sebuah konser Ariana Grande di pusat kota. Pemain United jelas tergerak oleh kejadian tersebut dan terbang ke Swedia dengan hati berat, berjanji untuk memberikan penampilan terbaik dalam pertandingan terbesar mereka musim ini yang akan menjadi penghormatan bagi para korban dan keluarga tragedi pemboman tersebut.

“Kemarin pagi, kami dalam mental yang buruk” kata gelandang United Ander Herrera, yang mendedikasikan kemenangan tersebut kepada para korban. “Tapi manajer mengatakan kepada kami satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah memenangkan ini untuk mereka. Itulah yang telah kami lakukan.

Paul Pogba dalam selebrasi golnya ke gawang Ajax [Sumber: AP]

“Ini hanya pertandingan sepak bola, hanya sebuah trofi, tapi jika kita bisa mendukung mereka dengan ini hanya 1 persen, itu cukup bagi kita.” Paul Pogba mencetak gol dari tembakan yang dibelokkan pada menit ke-18 – gelandang Prancis tersebut menunjuk ke langit selama perayaannya – dan Henrikh Mkhitaryan menambahkan gol kedua di menit ke-48 dengan dengan tangkas menyelesaikan sundulan Smailing dengan usaha jarak dekat dari sebuah sudut sempit.

Dalam keadaan yang sulit, United berhasil menghandle laga ini lebih baik daripada tim Ajax yang menampilkan enam pemain berusia 21 tahun kebawah dan bermain di final Eropa pertama bagi klub Belanda yang terkenal dalam 21 tahun terakhir. “Saya belum melihat Ajax yang biasa saya lihat,” kata pelatih Ajax Peter Bosz. “Mereka tidak terbiasa bermain final, ini hal yang baru untuk mereka.”

Bagi pelatih United Jose Mourinho, sudah jelas bahwa kemenangan tersebut mengangkat beban berat dari pundaknya. Diakhir pertandingan, Mourinho dilemparkan ke udara oleh staf pelatihnya dalam perayaan pasca pertandingan, dia berguling-guling di tanah bersama anaknya, dan melompat turun dengan hiruk pikuk sesaat sebelum kapten United Wayne Rooney mengangkat trofi tersebut.

Musim Manchester United akan ditentukan oleh laga ini. Pada musim pertama Mourinho di Old Trafford, dia telah membawa tim ke dua piala – Piala Liga pada bulan Februari – dan sebuah tempat di Champions League musim depan, hadiah bonus untuk memenangkan Europa League.

“Jelas ada kebahagiaan dari prestasi kami,” kata Mourinho. “Tapi jika bisa, kita akan mengubah perasaan orang-orang untuk piala ini. Kita tidak akan berpikir dua kali, apakah piala ini membuat kota Manchester sedikit lebih bahagia? Mungkin.”

Mkhitaryan memastikan kemenangan United [Sumber: AP]

Hening cipta yang direncanakan sebelum pertandingan selama satu menit, untuk menghormati korban ledakan tersebut, dengan cepat berubah menjadi tepuk tangan selama 60 detik, di mana penggemar United meneriakkan dengan sigap “Manchester, Manchester” untuk pertama kalinya. Kedua tim memakai ban lengan hitam untuk pertandingan tersebut dalam tanda penghormatan lain dan kedua set fans berkumpul dalam sebuah pertunjukan bersama, berbaur dengan gembira di luar stadion dan di pusat kota sebelum pertandingan berlangsung.

“Itu adalah kemenangan untuk pragmatisme,” kata Mourinho, “sebuah kemenangan dari orang-orang yang rendah hati. Orang-orang yang menghormati lawan mereka dan mengeksploitasi kelemahan mereka.” Bagi Mourinho, itu berarti bola panjang ke Marouane Fellaini, sebuah skema menyerang reguler dengan mengandalkan tinggi dan kekuatan fisiknya. Ini berarti menjaga bentuk pertahanan yang solid dan menggunakan kecepatan Marcus Rashford saat melakukan serangan balik.

Kemenangan ini berarti  trofi Manchester United yang keenam di Eropa dan satu-satunya piala yang hilang dari koleksinya.”Ini menjadi bagian terakhir dari puzzle koleksi trofi United ,” kata Mourinho, “sebuah klub dengan setiap trofi di dunia sepak bola.”