Marc Bartra Menceritakan Pengalamannya Usai Insiden Terkena Bom Ledakan

Aonwin.info –  Pemain belakang asal Spanyol Marc Bartra, ini memberikan penjelasan secara terbuka tentang kejadian yang baru saja di alaminnya dan proses pemulihan usai kejadian ledakan bom yang menimpa bus tim Borussia Dortmund mengalami serangan.

Bek Borussia Dortmund Marc Bartra menceritakan ledakan bom yang mengarah pada bus yang di tumpangin tim Dortmund saat diperjalanan menuju stadium Signal Iduna Park untuk menjalani pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions melawan AS Monaco.

Bantra mengatakan bahwa pengalaman serangan bom tersebut juga telah membuatnya merasakan 15menit paling lama dalam hidupnya.

Bek berdarah Spanyol ini harus menjalani operasi dan kini dia diprediksi akan menepi hingga empat pekan mendatang.

Setelah dijenguk oleh beberapa keluarganya, Bartra akhirnya bersedia untuk menceritakan pengalaman yang baru saja ia alami itu.

Hoy he vuelto a recibir en el hospital la visita que más feliz me hace. Ellas son mi todo, la razón por la que lucho para superar siempre los obstáculos y este ha sido el peor de mi vida, una experiencia que no desearía a nadie en este mundo. El dolor, el pánico y la incerteza de no saber lo que estaba pasando, ni cuánto tiempo duraría… fueron los 15 minutos más largos y duros de mi vida. A todo esto os quiero decir, que creo que el shock de estos días va disminuyendo cada vez más y a la vez se suman las ganas de vivir, de luchar, de trabajar, de reír, de llorar, de sentir, de querer, de creer, de jugar, de entrenar, de seguir disfrutando de mi gente, seres queridos, compañeros, de mi pasión, de defender, de oler el césped como hago antes de que empiece el partido y motivarme. De ver las gradas llenas de personas que aman nuestra profesión, gente buena que sólo quiere que le hagamos sentir emociones para olvidarse del mundo y sobre todo de este mundo en el que vivimos, cada vez más loco. Lo único que pido, LO ÚNICO, es que vivamos TODOS en paz y dejemos atrás las guerras. Estos días cuando me miro la muñeca, hinchada y malherida, sabéis qué siento? Orgullo. La miro orgulloso pensando en que todo el daño que querían hacernos el martes, se quedó en esto. Gracias a los doctores, enfermeras, fisioterapeutas y personas que me ayudan a recuperar y que la muñeca quede perfecta. A las miles y miles de personas, medios, organizaciones de todo tipo, el BVB y compañeros, que me habéis hecho llegar vuestro apoyo y cariño. Por pequeño que sea, me ha llenado increíblemente de fuerzas para seguir SIEMPRE adelante. Necesitaba escribir y desahogarme y así zanjar todo para ya solo pensar en ponerme al 100% lo más pronto posible! Un saludo muy grande! Marc 💛

A post shared by Marc Bartra (@marcbartra) on

“Hari ini saya baru saja dikunjungi oleh beberapa keluarga saya dan juga menjadi hari yang bahagia.

Mereka adalah segalanya bagi saya, alasan saya terus berjuang selama ini dalam mengatasi segala rintangan, dan ini menjadi hal yang terberat dalam hidup saya.

Saya harap kejadian ini tak pernah terjadi pada siapa pun lagi.” Ujar Bartra di Akun Istagramnya.

“Perasaan takut, sakit, itu lah yang saya rasakan disaat kejadian berlangsung. Itu adalah waktu 15 menit terlama yang pernah saya jalanin.”

“Saya juga ingin menjelaskan rasa guncangan yang telah saya alami juga sudah menghilang setiap hari dan perasaan itu sudah terganti menjadi keinginan hidup, berjuang, kerja, tertawa, menangis, mencintai, percaya, bermain, berlatih agar dapat menikmati kembali hidup bersama orang yang saya cintai dan juga rekan setim adalah semangat saya, mencium rumput sebelum bertanding seperti yang selalu saya lakukan untuk memotivasi diri sendiri.”

“Hanya satu yang saya inginkan, hanya satu saja, saya berharap semua orang dapat hidup dalam kedamaian dan tinggalkan peperangan.”

“Beberapa hari ini saat saya melihat luka yang ada pada pergelangan tangan saya, tahukah anda apa yang saya rasakan? Kebanggan!. Saya melihat semua ini dan merasa bangga karena memikirkan semua kekacauan yang telah mereka perbuat hanya menghasilkan luka seperti ini.”

“Saya telah melupakan semua ini dan berharap segera pulih agar dapat kembali bermain dalam kondisi 100 persen secepat mungkin,” tutup Bartra.