Mesut Ozil Sebut Sepak Bola Inggris Brutal dan Kejam

Aonwin.info, Berita Bola – Tak ada yang bisa menyangkal bahwa Mesut Ozil, pemain gelandang dari Arsenal ini meraih saat-saat yang tak mudah selama berada di tim The Gunners. Meski meraih sederet kesuksesan selama 4 tahun bersama Arsenal, pemain nasional dari Jerman ini juga mengalami banyak hal-hal yang tak mengenakan. Yang salah satunya, menjadi alasan Mesut kerap kali diberitakan akan keluar dari tim tersebut. Meski nyatanya, hingga saat ini Mesut Ozil masih terus bertahan pada tim yang sama. Sama sekali tak berniat untuk berpindah atau keluar.

Masa-masa buruk pun diakui dialami oleh Mesut Ozil selama berada di Inggris. Walau ia tak menyangkal ada banyak sekali hal yang ia pelajari dan dapatkan selama berada di tim tersebut. Pemain dari Jerman ini pun menuliskan banyak pengalaman selama berada di Arsenal dan bertanding di kompetisi regional Inggris, terutama Liga Premier Inggris selama 4 tahun penuh dalam buku autobiografi “Gunning for Greatness: My Life”.

Buku ini sendiri meraih banyak sekali pujian. Dan berkat review yang dirillis oleh Daily Mail, terungkap beberpaa poin menarik dari buku yang mengisahkan perjalanan panjang karir Mesut Ozil. Mulai dari pemain muda dan belum banyak pengalaman di Jerman. Hingga menjadi pemain bintang seperti saat ini.

Secara khsusus dalam bukunya, Mesut Ozil menjelaskan bagaimaan keadaan pertandingan di kompetisi Liga Premier Inggris. Panadangan ini tentu saja unik karena Mesut Ozil membandingkan beberapa bagian dari pengalamannya selama berada di Arsenal, dengan ketika berada di Real Madrid. Lucunya, berada di Arsenal di bawah pengasuhan Arsene Wenger dan berlaga di Liga Premier Inggris dianggap pengalaman paling berat untuk Mesut Ozil.

“Liga Primer adalah tantangan terberat yang pernah saya alami di sepakbola. Jika Anda tidak mampu menghadapinya, maka nama Anda tinggal sejarah,” tulisnya.

“Bulan-bulan pertama sejak saya pindah dari Real Madrid, saya merasakan hal itu. Jika pertandingan di Spanyol berbasis pada permainan elegan, maka di Inggris Anda harus berani mencakar, menggigit, dan bertarung. Di Inggris, sepakbola adalah tekel demi tekel. Tubuh Anda akan penuh adrenalin sehingga Anda tidak merasakan rasa sakit.”

Penderitaan, luka, dan rasa sakit ini dialami terus dan terus oleh Mesut Ozil. Sepanjang ia bertanding di Liga Premier Inggris. Yang akhirnya mejadi dasar dirinya menyebut pertandingan di Liga Premier Inggris sebagai brutal dan tak kenal ampun.

“Tapi kemudian setelah bertanding, Anda akan menemukan luka-luka penderitaan. Kaki saya terlihat berwarna biru, seperti baru saja dipukul palu. Ada luka cakar di leher saya dan luka memar di punggung, bahu, dan dada saya. Inilah ucapan selamat datang di Liga Primer dari lawan-lawan dan wasit tidak melihatnya.”

Mesut Ozil pun menyebut diirnya sempat meminta bantuan dari wasit. Meminta agar wasit melindunginya dari ganasnya para pemain di lapangan hijau. Namun wasit justru memintanya untuk tak manja dan menjadi kuat.

“Dihajar oleh lawan, dibantah oleh wasit. Sepakbola tidak pernah seberat ini. Itulah Liga Primer, itulah sepakbola Inggris. Dan itulah sepakbola yang saya alami sekalgus saya cintai hari ini.”

Hingga Mesut Ozil pun menyadari, dia memang menjadi jauh lebih kuat setelah melalui banyak penderitaan di Arsenal. Fisiknya jauh lebih baik berada di Arsenal ketimbang ketika berada di Real Madrid.

“Saya bertambah kuat di Arsenal. Saya banyak belajar. Massa otot saya bertambah banyak ketimbang saat di Real Madrid. Jadi secara fisik saya lebih baik.”