AS Monaco Juarai Ligue 1 Setelah Kalahkan Saint-Etienne

Aonwin – Pada malam Monaco merebut gelar liga Prancis pertamanya sejak 17 tahun silam, semakin cocok dengan bintang muda mereka Kylian Mbappe yang sedang naik daun mencetak gol yang luar biasa. Remaja yang baru dalam enam bulan terakhir ini menjadi salah satu pemain paling banyak dicari di Eropa, mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 atas Saint-Etienne pada hari Kamis (18/05).

Mbappe mencetak gol ke-15 nya di Ligue 1 musim ini dengan kesempatan pertamanya pada pertandingan tersebut setelah gelandang Saint-Etienne Jordan Veretout menghilangkan bola di dekat garis tengah lapangan. Striker berusia 18 tahun itu mendapatkan assist dari Falcao melalui bola terobosan dan menghindari kiper Stephane Ruffier dengan tembakan fake dengan kecepatan penuh sebelum melakukan finishing touch dari sudut yang sempit.

Pemain pengganti Valere Germain menyelesaikan kemenangan tersebut dalam waktu tambahan. Dengan satu pertandingan tersisa untuk bermain akhir pekan ini, Monaco memiliki keunggulan enam poin yang tak tergoyahkan dari penghuni tempat kedua Paris Saint-Germain, juara bertahan Ligue 1 musim lalu.

Meski kalah dari Juventus di semifinal Liga Champions, Monaco telah membuat Eropa bergejolak dengan sepak bola menyerangnya, mencetak 155 gol di semua kompetisi dan mencapai angka 104 di liga lokal, dua gol lebih banyak dari jumlah gol PSG di Ligue 1 tahun lalu. Hanya RC Paris (118) dan Stade de Reims (109) yang mencetak gol lebih banyak dari Les Monégasques, angka itu juga dicetak pada musim 1959-60. Dipimpin oleh duo striker Radamel Falcao dan Mbappe, Monaco memiliki rataan hampir tiga gol per game musim ini untuk mengakhiri dominasi PSG yang telah berlangsung selama empat tahun.

Tak terkalahkan di liga pada 2017, Monaco juga mencetak gol dalam 31 pertandingan terakhir di Ligue 1 musim ini, rekor baru selama satu musim. “Monaco menunggu 17 tahun untuk mendapatkan gelar ini, ini luar biasa, sumber kebanggaan sejati,” kata wakil presiden Monaco, Vadim Vasilyev. “Kami bermain di divisi dua empat tahun yang lalu, saya tidak percaya kami akan mencapai ini [Juara Ligue 1] dalam waktu singkat. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk menjaga pemain kami.”

Monaco

Dengan menjaga Mbappe di Principality mungkin akan menjadi persoalan yang sulit. Pemain termuda dalam sejarah liga Prancis yang mencapai 10 gol dalam satu musim, Mbappe telah mencetak 26 gol di semua kompetisi, mendapat tempat di tim Prancis dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik liga Prancis serta kini dilaporkan didekati oleh Real Madrid dan Manchester United.

Secara mengejutkan, tadi malam (18/09) Monaco tidak menunjukkan bakat dan kecepatan yang biasanya mereka peragakan dalam pertandingan yang diatur ulang melawan Saint-Etienne meskipun memberikan tekanan awal pada gawang Ruffier. Terhambat oleh banyaknya pemain yang cedera termasuk kapten Loic Perrin, Saint-Etienne memilih untuk berhati-hati namun tertangkap membuat kesalahan setelah 20 menit pertandingan berlangsung.

Falcao nyaris menggandakan keunggulan Monaco 10 menit setelah Mbappe memecahkan kebuntuan namun tendangannya terhalang oleh sapuan terakhir dari Florentin Pogba. Babak kedua tidak memiliki intensitas saat Saint-Etienne tampak mengundurkan diri dari nasibnya, meski ada upaya bagus dari Veretout yang dicegat oleh bek Monaco Kamil Glik pada menit ke-60.

Germain kemudian bermain satu-dua dengan Mbappe setelah bermain team passing yang indah namun melewatkan kesempatan mudah dari jarak dekat setelah mendapatkan umpan silang yang luar biasa dari rekan setimnya. Germain membuat perubahan dalam waktu tambahan, mencetak gol melalui assist Thomas Lemar. Peluit akhir wasit memicu reaksi kegirangan di Stade Louis II, bersama Germain dan Andrea Raggi bercampur dengan para pendukung di tribun saat pelatih Leonardo Jardim meneteskan air mata kegembiraan. Sebagai catatan Hanya Saint-Etienne (10) dan Marseille (9) yang telah memenangkan lebih banyak gelar liga dari Monaco di Sejarah Ligue 1 Prancis.