Nasip Buruk Inter Milan Musim Ini, Putra Pemain Legendaris Sebut Tim Selayaknya Zombie

Aonwin.info – Putra dari pemain legendaris Italia, Giacinto Facchetti mengelurkan pernyataan kontroversial mengenai tim Inter Milan. Sang putra pemain legendaris ini tanpa ragu menyebit dirinya tak lagi pergi ke stadion untuk menonton pertandingan. Salah satunya, tak ingin menyaksikan skuat Inter yang disebut sebagai zombie. Hinaan tersebut setelah Inter kembali kalah di musim ini atas Genoa. Periode negartf inilha yang mendapatkan banyaks ekali cacian dari para pendukung untuk tim Inter. Termausk juga cacian dari sang putra pemain legendaris, Giacinto Facchetti.

Berhadapan bersama Genoa di laga Minggu (7/5) kemarin di Stadion Luigi Ferraris, Inter Milan memang diprediksi bakal sanggup capai kemenangan. Namun muncul dari lebih dari satu kali, serangan tim Nerrazzuri justru membuang-buang kesempatan. Hingga akhrinya, sang mantan pemain Goran Pandev melesakkan gol ke kandang Inter Milan untuk skor tunggal Genoa. Setelah itu, Inter pun tambah menderita setelah sang pemain unggulan Antonio Candreva gagal mengeksekusi gol di menit terakhir. Hingga pertandingan akhirnya mesti finis di skor akhir 1-0 untuk tim Genoa.

Kepelatihan Stefano Piorli di Inter Milan di musim ini memang terlalu banyak diuji. Pelatih tersebut, senang tak senang mesti menggiring Inter Milan melalui sederet kekalahan demi kekalahan. Hingga tanpa terada dalam 2 bulan terakhir, Inter Milan sudah capai 6 kali kekalahan dari seluruh kompetisi. Dan pertandingan di kompetisi Serie A musim 2016/17, jonarda ke 34 kemarin menjadi kekalahan ketujuh untuk tim tersebut.

“Bahkan dikala Anda tak bertarung untuk Scudetto, Anda tetap harus selamanya berlari kencang,” ujar putra Facchetti kepada Radio Deejay.

“Ada etos kerja yang kudu selamanya dihargai, para pemain pun sebenarnya mendapat bayaran yang setimpal untuk itu.”

“Saya tak sering datang ke stadion, itu sudah pasti tak dapat mendukung saya untuk sekarang ini. Di akhir pekan, saya lebih bahagia melakukan hal lain, layaknya mendaki gunung ketimbang melihat kumpulan zombie ini [skuat Inter].”

“Ketika Anda menderita layaknya sekarang ini, Anda kudu melihat hasrat yang tersedia terhadap dasar kantong Anda. Di atas segalanya, kudu tersedia rasa cinta, tak hanya bagi fans namun termasuk pekerjaan,” lanjutnya.

“Ada kekurangan di dalam rasa mempunyai klub ini. Mereka membutuhkan sosok yang dapat menanamkan rasa bangga terhadap klub dan mengajarkan betapa berharganya kebanggaan dari kostum tim ini, seseorang layaknya Gabriele Oriali [mantan manajer umum].”

“Saya masih belum bisa yakin perihal ada penjelasan yang cukup di dalam menggambarkan suasana kolaps tim pada pertandingan di beberapa pekan terakhir.”

Di sisi lain, Antonio Candreva menyadari betul mengenai masa negatif yang harus dilalui oleh tim Inter. Pemain gelandang berusia 30 tahun tersebut menyebut tim Inter sudah berusaha sebaik mungkin namun hasil poistif tak jua diraih. Hingga akhrinya, tim pun mau tak mau merasakan kekalahan dalam dua bulan terakhir. Antonio Candreva pun mengungkapkan rasa penyesalan dan permintaan maaf untuk performa tim Inter yang dinilai kurang maksimal dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami memulai musim ini dengan banyak kesulitan, namun kita tak menyangkal bahwa memang seharusnya dapat menjadi lebih baik,” tutur Candreva kepada laman FCInterNews.it.

“Tahun ini menjadi jelek bagi kami, namun kita bertekad untuk bisa bangkit. Kami inginkan lagi ke puncak.”

“Kami berharap maaf kepada fans, yang berada di mana pun. Kami kudu dan bisa bermain lebih bagus.”