Olympique Lyonnais Juara Champions League

Aonwin – Olympique Lyonnais menjadi juara Eropa untuk keempat kalinya – mencocokkan rekor yang ditetapkan oleh Frankfurt – setelah mengalahkan Paris Saint Germain dalam drama penentuan adu penalti untuk berhasil mempertahankan gelar juara mereka di UEFA Women’s Champions League.

Dengan skor tanpa gol setelah 120 menit dan skor 6-6 dalam adu pinalti, kiper masing-masing tim mengambil tanggung jawab untuk menjadi penendang penalti: Pemain PSG Katarzyna Kiedrzynek gagal mengeksekusi pinalti dengan menendang bola melebar keluar setelah sebelumnya pemain Lyon Sarah Bouhaddi berhasil mengeksekusi tendangan penalti yang melewati penjagaan Kiedrzynek ke sudut gawang dan memastikan kemenangan Lyon.

BACA JUGA: Prediksi Terpercaya Partai Final Champions League Juventus vs Real Madrid

Lyon masuk dalam pertandingan sebagai favorit yang kuat, untuk mencari treble berurutan kedua kalinya yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah memenangkan Liga Prancis, Piala Prancis dan Liga Champions musim lalu. Tahun ini, dominasi mereka terus berlanjut: gelar liga lainnya, satu lagi Piala Prancis, 103 gol, enam kebobolan dan hanya satu kekalahan, yang merupakan kekalahan 1-0 di Liga atas PSG.

Lebih dari 20.000 pendukung menciptakan suasana riuh, banyak yang bepergian ke stadion Cardiff City dari Prancis, dengan ibukota Wales juga akan menjadi tuan rumah final pria antara Real Madrid dan Juventus di Millennium Stadium, Sabtu.

PSG solid dan kompak di lini tengah serta agresif dalam mengatasi masalah di permainan terbuka, dengan pemain internasional Lyon, Alex Morgan, yang merupakan pemain pinjaman dari Orlando Pride pada Januari – dipaksa keluar setelah terjadi cidera pada pergelangan kakinya. Pemenang Piala Dunia tersebut telah berjuang dengan cedera sebelum pertandingan dan digantikan oleh Élodie Thomis setelah 20 menit.

Lyon hampir memimpin ketika Grace Geyoro hampir mengubah umpan rendah Eugénie Le Sommer ke gawangnya sendiri namun bek muda PSG tersebut berhasil mengantisipasi dan menyapu bola tersebut tiga meter keluar daerah pertahanan.

Olympique Lyonnais terus mendominasi pertandingan, PSG mendapatkan beberapa kesempatan dari tembakan jarak jauh yang dilakukan Marie-Laure Delie dan Cristiane, namun hal itu tidak mampu dimanfaatkan dengan baik padahal peluang tersebut adalah peluang terbaik yang dimiliki tim asal kota Paris ini. Shirley CruzTraña, mantan pemain Lyon ini, melakukan sontekan indah dari umpan Delie namun dibalas dengan penyelamatan indah nan megah dari Bouhaddi. PSG menyelesaikan babak pertama lebih kuat, Cristiane menembakkan tendakan spekulasi lebih dari 10 meter setelah bekerja sama sangat baik dengan Cruz Traña dan Ashley Lawrence di sisi kiri.

Kedua belah pihak sama-sama kehilangan peluang emas pada paruh kedua: Pemain Lyon Ada Hegerberg melakukan tendangan namun tendangannya berhasil ditepis oleh Kiedrzynek yang melakukan penyelamatkan penting untuk timnya, kemudian Delie juga gagal memanfaatkan umpan panjang yang diberikan oleh Cruz Traña. Setelah beberapa kali menerima serangan dari PSG, Kiedrzynek beruntung bahwa serangan yang bertubi-tubi tersebut tidak membobol gawang yang dijaganya.

PSG kehilangan keunggulan saat Cruz dipaksa keluar – hanya Formiga Brasil berusia 39 tahun, seorang veteran Piala Dunia 1995, menunjukkan ketajaman – dan saat permainan memasuki perpanjangan waktu, kedua belah pihak lelah. Dengan Hegerberg yang biasanya produktif ditarik untuk Pauline Bremer, Olympique Lyonnais tidak dapat menemukan jalan dalam 120 menit. Penentuan pinalti yang ditentukan oleh masing-masing kiper ini dimenangkan oleh Sarah Bouhaddi yang berhasil menjadi penentu kemenangan. Kekalahan ini membuat PSG terpukul keras terutama karena kekalahan ini membuat mereka tidak akan berpartisipasi dalam Liga Champions musim depan setelah finish ketiga yang cukup mengecewakan di Divisi 1 Prancis Fémininey.