Pemain Muda Berbakat Real Madrid di Tahun 2000-an – Bagian Kedua

Raphael Varane

Tahun: 2011

Biaya transfer: € 10m

Trofi : La Liga (2), 2012 Supercopa de España, 2013/14 Copa del Rey, UEFA Champions League (3), UEFA Super Cup (2), FIFA Club World Cup (2)

BACA JUGA: El Real Rilis Jersey Untuk Musim 2017/2018

Masuk sebagai salah satu pemain pilihan di tahun kedua Jose Mourinho sebagai pelatih, banyak yang tidak menyadari bahwa Varane memilih Madrid ketimbang Manchester United. Bisa dibayangkan betapa kagetnya semua orang bahwa Jose Mourinho tidak hanya menghargai talenta remaja ini tapi juga memaininya.

Varane berkembang pesat di tahun 2012/13 di mana dia adalah salah satu pilihan utama di lini belakang. Dia berjuang sedikit demi sedikit setelah Mourinho pergi tapi ia terbukti mampu untuk bermain dengan luar luar biasa. Cedera sempat menjadi hal yang menunda ia untuk menjadi pilihan pertama, seperti pada saat ini, ia adalah bek tengah utama bersama Sergio Ramos. Varane merupakan bek brilian dan pemain dengan pengalaman yang cukup banyak, setelah berhasil menjadi pengawal lini belakang Madrid dalam mempertahankan gelar Champions League.

 

Martin Odegaard

Tahun: 2015

Biaya transfer: € 4m

Trofi : –

Odegaard bergabung dengan Madrid pada Januari 2015 dalam sebuah kesepakatan senilai € 4 juta saat ia masih berusia 16 tahun. Disaat itu pula banyak isu yang mengabarkan bahwa Madrid tidak memiliki tempat bagi para pemain muda.

Selama dua tahun bersama klub yang ia lebih banyak menghabiskan bersama klub muda Castilla, ia hanya mendapatkan satu penampilan sebagai pemain pengganti pengganti Primera Division dan satu kali bermain dari awal di Copa del Rey.

Sejak bergabung dengan Heerenveen pada Januari lalu dalam kesepakatan pinjaman 18 bulan untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak, Odegaard telah tampil 17 kali untuk tim Eredivisie tersebut, ia mendapatkan satu-satunya gol di akhir musim pada saat semifinal Playoff Europa League melawan Utrecht.

 

Jesus Vallejo

Tahun: 2015

Biaya transfer: € 6m

Trofi : –

Setelah tampil mengesankan di European Championship U19, di mana dia membantu Spanyol memenangkannya, Jesus Vallejo membuat Real Madrid terkejut dengan bakat yang ia miliki. Di musim pertamanya ia dipinjamkan ke Real Zaragoza, dimana ia menjalaninya musimnya dengan baik di sana.

Di musim keduanya, dia dipinjamkan ke klub Jerman Eintracht Frankfurt. Dia mampu menampilkan kemampuan terbaiknya disana, menjadikan ia sebagai kekuatan pertahanan utama bagi Frankfurt. Meskipun bermain dengan pemain yang lebih tua, Vallejo berada di posisi puncak tim sebagai pemain bertahan yang mempunyai jumlah memenangkan tekel terbanyak, membuang bola dari lini pertahanan, dan lainnya.

Vallejo saat ini tengah menjalani European Championship U21 dimana ia telah berhasil membawa Spanyol menuju final menghadapi Jerman. Dikabarkan bahwa di musim 2017/18 nanti Vallejo akan menjadi salah satu pilihan untuk lini bertahan Madrid setelah seniornya Pepe meninggalkan El Real.

 

Marco Asensio

Tahun: 2015

Biaya transfer: € 3,9m

Trofi : 2016 UEFA Super Cup, 2016/17 La Liga, 2016/17 UEFA Champions League

Seperti Canales, Asensio adalah pemain sayap berbakat yang berkaki kiri yang sangat sesuai untuk menjaga kualitas keseluruhan skuad. Madrid mendapatkannya dengan harga yang cukup murah dengan kualitas yang dimilikinya dari Mallorca. Setelah mendapatkan tanda tangannya, Madrid meminjamkannya kembali selama setengah musim di Mallorca. Berbeda dengan Sergio Canales yang yang dilepaskan, ia diberikan kesempatan untuk dipinjamkan ke Espanyol musim 2015/16 dan itu adalah langkah awal untuk memperlihatkan kemampuannya. Asensio berhasil memberikan 10 assist untuk tim papan tengah La Liga tersebut dan mendapatkan kesempatan bermain di Madrid.

Dalam pertandingan pertamanya di Real Madrid pada saat UEFA Super Cup melawan Sevilla, dia mencetak gol pertamanya di Real Madrid. Sebuah tendangan keras dari jarak 23 meter yang juga merupakan pertandingan awal Madrid musim tersebut. Dia kemudian mencetak gol pada debut La Liga-nya, debut Copa del Rey dan debut Liga Champions.

Marco Asensio merupakan sebuah keajaiban talenta seorang pemuda, dia mengakhiri musim 2016/17 ini dengan mencetak gol terakhir di final Champions League, yang menandai berakhir musimnya tersebut dengan kecemerlangannya.