Per Mertesacker: Pahlawan Dadakan Arsenal di Final FA Cup

Aonwin – Per Mertesacker nyaris tidak memiliki persiapan ideal untuk tampil final Piala FA. Bek Arsenal itu menjadi starting pada pertandingan untuk pertama kalinya dalam 392 hari, dan tidak yakin dapat bertahan selama 90 menit jalannya pertandinga, tidak pernah bermain sebagai bagian dari skema tiga bek milik Wenger baru-baru ini, dan berbaris dalam pertahanan baru sementara melawan salah satu dari tim dengan serangan paling kuat di sepak bola Inggris.

Block tepat Mertesacker menghadang Costa [sumber: metronews.ca]

Mertesacker tidak membiarkan itu menjadi alasan untuk tampil buruk. Dengan ban kapten yang diikatkan pada lengan kirinya, mantan pemain internasional terbaik Jerman itu membuat kagum seisi Stadion Wembley dalam kemenangan 2-1 atas Chelsea pada laga final FA Cup, serta menunjukkan semua kemampuan pemain veteran dengan 104-cap tersebut.

Melakukan intercept dengan sempurna, melakukan tekel bersih di line terakhir pertahanan, mengatur dan menjaga kedalaman pertahanan. Mertesacker tampil hebat luar dalam, dengan satu-satunya noda di laga tersebut adalah saat – ia menyebabkan kemalangannya – datang saat dia mengulurkan kaki kanannya untuk membelokkan tembakan Diego Costa yang melewati kipernya sendiri, David Ospina, untuk equalizer Chelsea pada menit ke-76.

BACA JUGA: Teka-teki Masa Depan Wenger dan Trofi FA ke 7 Bagi Pelatih Perancis

Arsenal langsung mencetak gol lagi melalui Aaron Ramsey, dan Mertesacker berhasil menjaga tim nya berada di sisi yang menang. Ketika peluit akhir ditiup rekor Arsenal 13 gelar Piala FA dan rekor ketujuh untuk manajer Arsene Wenger, Mertesacker berlari ke arah Ospina dan berbagi pelukan panjang dan hangat di area penalti. Dia melakukan hal yang sama dengan Rob Holding, bek muda yang Mertesacker pimpin selama pertandingan final.

Mertesacker mendapat instruksi dari Arsene Wenger [sumber: AP]

Ini mungkin pertandingan terakhir Mertesacker di Arsenal setelah enam tahun berada di London utara. Jika demikian bek tengah berusia 32 tahun itu keluar dengan kepala terangkat setelah mengangkat Piala FA bersama dengan kapten klub reguler Laurent Koscielny dalam sebuah kemenangan tak terduga di final baru-baru ini.

“Per Mertesacker, bagi saya, adalah contoh fantastis bagi pemain sepak bola profesional muda manapun,” kata Wenger. “Apa yang dia lakukan hari ini adalah konsekuensi dari sikap yang luar biasa setiap hari, bahkan jika dia tidak terpilih dalam skuad sampai pertandingan Everton (pada hari terakhir Liga Primer Inggris).

“Dia memainkan pertandingan pertamanya malam ini dan itu adalah hadiah saat dia tidak terpilih, dia bekerja lebih keras lagi. Karena itulah saya akan memberikan penghormatan khusus kepadanya.” Sedikit yang memberi Arsenal kesempatan di final bahkan sebelum Wenger kehilangan Koscielny karena skorsing dan Gabriel Paulista karena cedera.

Itu berarti Wenger kembali bermain dengan tiga pemain belakang Nacho Monreal (bek kiri yang digeser ke tengah) dan Holding (hanya memainkan pertandingan ke-18 untuk Arsenal) di kedua sisi Mertesacker, yang cedera hingga Februari dan yang hanya bermain selama 37 menit musim ini sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Everton.

Di belakang mereka adalah Ospina, kiper pilihan kedua Arsenal yang bermain di depan Petr Cech seperti yang biasa bermain dalam pertandingan piala, dan di sayap kiri adalah Alex Oxlade-Chamberlain yang merupakan pemain berkaki kanan. Line up ini bukan backline yang dapat menginspirasi kepercayaan diri namun kehadiran Mertesacker adalah kunci, dengan otoritas, pengalaman dan permainan posisionalnya. Ketiadaan kecepatannya di Wembley ditutupi dengan membaca permainan dengan sangat baik.

Mertesacker diusir dari lapangan karena melakukan pelanggaran profesional terhadap Diego Costa saat terakhir kali dia melawan striker tersebut, dalam pertandingan liga di Emirates Stadium. Tapi Costa berjuang melepaskan diri dari Mertesacker, yang memblokir tiga tembakan striker itu dengan tekel tepat waktu.