Perjalanan Real Madrid Menuju Trofi UEFA Champions League 16/17

Aonwin – Langkah Sang juara Champions League 2017, Real Madrid bukanlah perjalanan yang gampang, Madrid harus menghadapi lawan-lawan yang tangguh di setiap fase dari awal fase grup.

BACA JUGA: Recap Hasil Pertandingan Final UCL

Fase Grup

Real Madrid dengan mudah melewati fase grup F yang dihuni oleh Sporting Lisbon, Legia Warsawa dan Borussia Dortmund, walaupun harus puas finis di peringkat kedua tabel di belakang Dortmund.

Juara bertahan ini mendapatkan dua kali hasil imbang dalam pertandingan melawan klub Jerman tersebut, dengan keunggulan dua gol pada saat bermain di Stadion Santiago Bernabeu.

Kemunduran Madrid yang lainnya adalah pada babak penyisihan grup mereka mendapatkan hasil imbang 3-3 melawan Legia Warsawa walaupun pada akhirnya mereka mampu mengalahkan klub Polandia ini dengan skor 5-1 di Bernabeu.

Madrid berjuang keras dalam pertandingan pembukaannya, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mampu mencetak dua gol demi memastikan kemenangan tipis 2-1 atas Sporting Lisbon di Bernabeu. Madrid kemudian mengalahkan Sporting dengan skor yang sama di Portugal.

Fase 16 Besar

Real Madrid harus menghadapi Napoli yang hanya kekurangan satu pertandingan saja untuk menyamai rekor tak terkalahkannya dari 19 pertandingan di semua kompetisi.

Tim Italia ini sempat memimpin awal pertandingan yang memberi Madrid rasa cemas, namun juara Champions League ini mampu untuk membalikkan keadaan pada kedua laga melawan Napoli untuk meraih kemenangan 3-1 berturut-turut dan mencapai perempatfinal.

Karim Benzema, Toni Kroos dan Casemiro mencetak gol di leg pertama di Madrid setelah gol jarak jauh Lorenzo Insigne yang luar biasa untuk Napoli pada awal pertandingan yang baru saja berjalan kurang dari 10 menit.

Dries Mertens memberi harapan kepada Napoli di leg kedua dengan gol di menit ke-24, namun Madrid membalas dengan menyamakan kedudukan dari Sergio Ramos, gol bunuh diri oleh Mertens dan sontekan oleh Alvaro Morata yang memanfaatkan tepisan bola rebound dari tendangan Cristiano Ronaldo yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Pepe Reina.

Perempat Final

Dalam pertarungan perempat final antara dua klub dengan kekuatan yang sama besar ini, Madrid membutuhkan tambahan waktu dan dua kesempatan gemilang yang dilakukan oleh Cristiano Ronaldo untuk membuat Bayern terhenti perjalannyanya dan tidak dapat melanjutkan pada laga semifinal setelah sebelumnya selama enam musim berturut-turut berhasil lolos ke babak semifinal.

Ronaldo mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 pada leg pertama di Jerman dan menambahkan hattrick dalam kemenangan leg kedua 4-2 di kandang sendiri.

Arturo Vidal membuka skor awal pada leg pertama namun gelandang Bayern tersebut gagal mengeksekusi penalti sesaat sebelum turun minum dan Madrid akhirnya bangkit untuk meraih kemenangan. Bayern juga harus menerima Javi Martinez diusir wasit pada paruh kedua yang membuat Bayern untuk pertama kali dalam Champions League gagal meraih kemenangan di kandang sendiri setelah 16 kemenangan berturut-turut sebelumnya.

Sedangkan saat bermain di Bernabeu, Bayern mampu menyamai hasil leg pertama lebih dari 90 menit. Tapi Vidal yang diusir dari lapangan pada menit ke-84 membuat tempo permainan Bayern menjadi berubah dan Ronaldo berhasil memanfaatkan hal tersebut dengan mencetak dua gol di awal waktu ekstra untuk menempatkan Madrid di semifinal untuk musim ketujuh secara berturut-turut.

Gol tersebut juga membuat Ronaldo menjadi pemain pertama yang meraih 100 gol Champions League.

 

Semifinal

Real Madrid sekali lagi bertemu dengan Atletico untuk kali keempat berturut-turut di Champions League, dan sekali lagi, Madrid tampil lebih baik dari rivalnya itu. Madrid sudah mengalahkan Atletico di final 2014 (di perpanjangan waktu) dan pada 2016 (dalam adu penalti). Tim tersebut juga menyingkirkan Atletico di perempatfinal pada 2015.

Ronaldo memberi Real Madrid kemenangan 3-0 pada leg pertama dengan hattrick di Bernabeu, namun ada drama dalam pertandingan tandang Madrid di Stadion Vicente Calderon saat Atletico mencetak dua gol awal untuk membuat comeback yang bersejarah.

Semua terlihat berjalan sesuai dengan rencana Atletico hingga Karim Benzema menemukan celah untuk melewati tiga bek Atletico dan membuat gol tandang penting yang dicetak oleh Francisco “Isco” Alarcon sesaat sebelum turun minum.

Madrid bertahan untuk mengamankan kembali langkahnya ke final dan berhasil untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Champions League sejak format baru kompetisi tersebut dibuat pada tahun 1992