Premier League Team of The Season

Aonwin – English Premier League telah menjadi salah satu liga terbaik di dunia dengan catatan rekor fantastis dan tingkat animo penonton yang sangat luar biasa. musim ini Premier League melakukan rebranding yang kini tampil tanpa embel-embel sponsor dan berubah nama menjadi the Premier League dengan bersamanya juga diluncurkan logo baru yang simple namun memberikan impact yang diverse terhadap liga ini.

Premier League musim ini berlangsung ketat sejak awal dengan beberapa pelatih beken dan terkenal mengambil alih klub-klub dengan deretan sejarah pernah memenangi kompetisi ini. Jose Mourinho yang mengisi posisi pelatih di Manchester United, Pep Guardiola menjadi pelatih Manchester City, dan Antonio Conte yang baru saja menyelesaikan misi bersama Italia dan kini memegang dapuk pimpinan The Blues Chelsea yang kemudian memenangkan Premier League dengan skema tiga bek yang sangat jarang dipakai di liga Inggris.

BACA JUGA: Chelsea Batalkan Parade Kemenangan akibat Kondisi Keamanan

the Premier League memainkan 380 pertandingan dengan jumlah gol yang tercipta mencapai 1064 goal. Kemenangan beruntun terbanyak musim ini diperoleh sang juara Chelsea dengan 13 pertandingan meraih kemenangan. Sementara rekor tak terkalahkan terpanjangan dimiliki oleh Manchester United dengan 25 pertandingan. Pada akhirnya, Chelsea berhasil menaklukkan Premier League dengan formasi 3-4-2-1 milik mereka dengan bertumpu pada mobilitas PFA Player of The Year, NGolo Kante dan kegesitan gelandang asal Belgia, Eden Hazard.

Pencetak gol terbanyak Liga Primer musim ini, Harry Kane, mencetak dua hat trick di minggu terakhir musim ini untuk memenangkan golden boot untuk tahun kedua berturut-turut bagi striker Inggris yang bermain untuk Spurs ini. Dengan 29 gol dari 30 penampilan, dia memimpin tim of the year musim ini. Pendukung bagi Kane adalah pemain papan atas liga, Eden Hazard, yang merupakan satu-satunya pemain Chelsea di dalam tim ini. Fakta bahwa dua klub teratas diwakili oleh hanya masing-masing satu pemain mengatakan lebih banyak tentang usaha kolektif mereka daripada kurangnya kecemerlangan individu mereka. Hal yang sama tidak bisa dikatakan tentang Arsenal. Kesenjangan antara pemain terbaik mereka, Alexis Sánchez (7.76), dan pemain terbaik kedua mereka, Laurent Koscielny (7.25), adalah yang terbesar di liga musim ini. Jika bukan karena kecemerlangan Sánchez – 24 gol dan 10 assist – Arsenal akan berjuang lebih berat dari apa yang mereka lakukan.

Sementara Paul Pogba mesti dikecam banyak orang,terbukti tampil bagus dan menyelesaikan musim dengan gol dan assist melawan Crystal Palace pada pekan terakhir. Rekan setimnya di United, Antonio Valencia, pemain  terbaik Manchester United tahun ini dan yang menjadi kapten tim di final Europa League, mengisi posisi bek kanan di dalam team of the year musim ini. Masih di Manchester, Kevin de Bruyne memberikan assist lebih banyak (18) dibanding pemain Premier League lainnya musim ini, sementara Nicolás Otamendi dan Aleksandar Kolarov keduanya tampil solid dan berkesan di belakang. Otamendi menempati peringkat tinggi untuk tekel (2.3), interceptions (2.7), jarak bebas (6.3) dan duel udara yang dimenangkan per game (3.2), sementara Kolarov adalah pemain yang kokoh dan steady saat diperlukan.

Roberto Firmino menikmati musim kedua yang solid di Anfield, mencetak 11 gol dan bertumpu pada tujuh assist, sementara Virgil van Dijk menjadi bek tengah terbaik di liga sebelum cedera memangkas musimnya di bulan Januari. Di bawah mistar gawang, Jordan Pickford sekali lagi membuktikan mengapa dia sangat dihargai. Penjaga gawang berusia 23 tahun itu bersinar terang di musim pertamanya bersama Sunderland, membuat 135 penyelamatan dalam 29 penampilan. Hanya kiper Burnley Tom Heaton – 141 saves di 35 penampilan – yang membuat lebih banyak penyelamatan dari kiper muda tersebut.