Presiden Korea Selatan Ajukan Negaranya dan Korea Utara untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Aonwin – Presiden baru Korea Selatan telah menawarkan negaranya untuk menjadi tuan rumah tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama dengan Korea Utara dan negara-negara Asia Timur Laut lainnya sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan perdamaian di wilayah tersebut, kantor kepresidenan mengatakan pada Senin.

BACA JUGA: UEFA Incar Kemungkinan Untuk Jadi Tuan Rumah World Cup 2030

Moon Jae-in membuat proposal tersebut dalam sebuah pertemuan bersama Presiden FIFA Gianni Infantino di  Blue House presiden di Seoul, kantor Moon mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Jika negara-negara Asia Timur Laut yang berdekatan termasuk Korea Selatan dan Korea Utara dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia, saya pikir itu akan berkontribusi pada perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara dan di wilayah Asia Timur Laut,” kata Moon kepada Infantino. “Saya ingin Presiden Infantino untuk memiliki kepedulian dalam masalah ini.”

Infantino mengatakan bahwa dia menghormati gagasan Moon dan bahwa dia akan berbicara dengan Presiden China Xi Jinping tentang hal itu saat keduanya bertemu akhir pekan ini. China dan Jepang dikabarkan ingin menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia secara individual. Juga, pekan lalu prospek dorongan Moon untuk memperluas pertukaran lintas batas dengan Korea Utara diliputi keraguan setelah Korea Utara menolak tawaran kelompok sipil Seoul untuk memberikan barang bantuan kemanusiaan.

Sebelum menjabat bulan lalu, Moon mengatakan bahwa dia akan berusaha merangkul Korea Utara dan memperbaiki hubungan yang sangat tegang selama program nuklir dan rudal Korea Utara mulai didirikan. Sejak peresmian pada tanggal 10 bulan Mei, Korea Utara telah melakukan beberapa peluncuran rudal dalam sebuah pertunjukan tekadnya untuk melanjutkan program pengembangan senjata untuk mengatasi apa yang mereka sebut sebagai bentuk permusuhan melawan tekanan dari Amerika Serikat.

Kedua Korea telah terbagi dengan perbatasan dunia yang paling banyak dijaga sejak Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan sebuah perjanjian damai. Sekitar 28.500 tentara Amerika ditempatkan di Korea Selatan sebagai pencegahan terhadap agresi potensial dari Korea Utara.

Penyelenggara Olimpiade 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, berharap Korea Utara akan ambil bagian dalam Olimpiade Musim Dingin. Korea Utara memboikot Asian Games 1986 dan Olimpiade Seoul 1988, keduanya diadakan di Seoul, namun sejak itu hadir dalam acara olah raga internasional utama lainnya yang diadakan di Korea Selatan. Korea Selatan dan Jepang telah berpengalaman menjadi tuan rumah Piala Dunia di tahun 2002.

Telah banyak negara yang mengemukakan keinginannya untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia Edisi 2030, dengan China yang terlihat sangat ingin menjadi host bagi turnamen empat tahunan tersebut. China berkeinginan untuk mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya meskipun peraturan saat ini secara efektif menghalangi tawaran Asia lainnya sebelum edisi 2034. Tawaran yang lebih sentimental kemungkinan berasal dari Amerika Selatan. Uruguay, yang menggelar Piala Dunia pertama di tahun 1930 dan terlihat sangat antusias untuk merayakan seratus tahun pertandingan sepak bola dengan menjadi tuan rumah bersama Argentina.

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) juga telah mengutarakan keinginannya untuk menjadi tuan rumah World Cup 2030. Dengan Presiden UEFA telah mengatakan bahwa jatah selanjutnya sesuai dengan peraturan FIFA jatuh ke benua tersebut dan tidak ke benua asia karena telah menyelenggarakan Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung di Qatar. Jelas [Piala Dunia] tahun 2030 adalah milik Eropa,” kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam wawancaranya sebelum partai FInal Champions League dua pekan lalu. “Jadi kita akan berjuang untuk menjadikan tuan rumah [Piala Dunia] di Eropa.