Profil Negara Peserta Piala Konfederasi Rusia 2017 [Grup B]

Aonwin – Fakta menarik dari kompetisi ini adalah sangat jarang juara Piala Konfederasi dapat memenangkan turnamen “sebenarnya” Piala Dunia tahun berikutnya. Masih segar dalam kenangan kita bagaimana Brasil secara digdaya menunjukkan kekuatannya pada Piala Konfederasi edisi 2013 dengan mengalahkan Spanyol saat itu, namun di tahun berikutnya tim samba dipermalukan Jerman didepan publik mereka sendiri.

BACA JUGA: Qatar dalam Krisis, World Cup 2022 Terancam

Grup B

JERMAN (Peringkat FIFA: 3)

Dengan enam kemenangan dari enam laga di babak kualifikasi, Jerman berada di jalur yang mulus menuju Rusia untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia mereka. Piala Konfederasi kali digunakan sebagai kesempatan untuk memberi pengalaman turnamen bagi sederet pemain muda yang belum teruji pada turnamen besar.

Skuad: Hanya tiga pemenang Piala Dunia yang termasuk dalam skuad Piala Konfederasi Jerman – Matthias Ginter, Julian Draxler dan Shkodran Mustafi – karena anggota tim yang mapan diberi istirahat. Pemain baru yang patut diperhatikan diantaranya: Lars Stindl, Amin Younes, Diego Demme, dan Sandro Wagner, yang mengklaim hattrick melawan San Marino dalam debut kompetitifnya Sabtu lalu.

Pelatih: Joachim Loew telah memimpin Jerman sejak 2006 setelah dipromosikan dari asisten Juergen Klinsmann dan dia memiliki kontrak bersama Die Mannschaft hingga tahun 2020. Loew tidak akan membebani pemainnya dan sering memperingatkan mereka terhadap tuntutan sepak bola modern, terlalu banyak laga dapat menyebabkan cedera atau bahkan memperpendek karier.

Kamerun (Peringkat FIFA: 32)

Sebuah skuad yang kehilangan banyak pemain berbasis Eropa menantang keraguan publik untuk memenangkan gelar Afrika pertama dalam 15 tahun di bulan Februari. Mereka kini tengah dalam proses pemulihan kebanggaan  tim yang baru-baru ini telah tampil dengan kekacauan dan kegagalan di turnamen besar.

Skuad: Pemain sayap berusia 21 tahun yang cepat dan terampil Christian Bassogog telah muncul sebagai bintang paling cerdas di Kamerun dan penyerang paling kreatif. Dia tampil sangat baik sehingga mendapat ganjaran dengan penghargaan sebagai pemain terbaik di Piala Afrika.

Pelatih: Kebangkitan Kamerun selama 12 bulan terakhir bertepatan dengan penunjukan Hugo Broos pada awal tahun lalu. Pertama kalinya bagi Mantan bek Belgia ini bekerja sebagai pelatih tim nasional namun ia berhasil menerapkan permainan efektif bagi timnya.

CHILE (Peringkat FIFA: 4)

Chile mengalahkan tim favorit Argentina dalam adu penalti untuk memenangkan dua turnamen Copa America terakhir dan juga mengakhiri perjalanan Piala Dunia Spanyol pada 2014. Tapi Cile hanya berada di tempat kualifikasi otomatis untuk Piala Dunia 2018, tepat di depan Argentina.

Skuad: Ancaman menyerang harus akan datang dari pemain depan Arsenal, Alexis Sanchez. Untuk fleksibilitas lini tengah ada gelandang Arturo Vidal, yang telah membantu Bayern Munich meraih gelar Bundesliga kelima dengan gol dan assistnya.

Pelatih:  Juan Antonio Pizzi menggantikan Jorge Sampaoli tahun lalu dan mencoba membangun performa dengan fondasi gelar Copa America dengan mengangkat trofi itu lagi. Pelatih asal Argentina itu berasal dari klub Meksiko Leon dan dia juga pernah melatih Valencia di Spanyol.

AUSTRALIA (Peringkat FIFA: 48)

Pada tiga penampilan mereka sebelumnya di Piala Konfederasi, Australia mewakili Oseania. Setelah memenangkan Piala Asia 2015, mereka kembali sebagai negara pertama yang mewakili dua konfederasi. Australia, yang pindah ke konfederasi Asia pada tahun 2005, berada di urutan ketiga dalam kualifikasi Piala Dunia Asia dan mungkin harus mengikuti pertandingan playoff melawan tim CONCACAF untuk kembali ke Rusia tahun depan.

Skuad: Tim Cahill adalah satu-satunya anggota skuad dari penampilan Piala Konfederasi terakhir di Australia pada tahun 2005. Jamie Maclaren telah dipanggil kembali ke skuad dan setelah memastikan kepindahannya ke klub lapis kedua Jerman Darmstadt setelah tampil mengesankan dengan kecakapan mencetak golnya bersama Brisbane Roar.

Pelatih: Ange Postecoglou sudah bekerja keras untuk melampaui targer pekerjaannya sebagai pelatih Australia dan bersiap untuk tantangan berikutnya di tahun 2018. Mantan bek Australia tersebut berharap dapat menjaga kemajuan yang diraihnya bersama negara tersebut dengan tampil meyakinkan di Rusia dalam beberapa pekan mendatang sebagai platform untuk tampil di Piala Dunia tahun depan.