PSG Rengkuh Trofi Piala Perancis Setelah Kalahkan Angers

Aonwin – Mengakhiri sebuah musim di mana mereka gagal mencapai dua target utamanya, sangat pantas bagi Paris Saint-Germain untuk memenangkan Piala Prancis yang kali ini datang berkat gol bunuh diri di waktu tambahan. PSG, yang melepaskan gelar Ligue ke AS Monaco dan tersingkir dari Liga Champions di babak 16 besar melalui pertandingan penuh gol melawan Barcelona, mengakhiri musim yang tergolong biasa-biasa saja dengan nada tinggi dengan memenangkan piala tersebut dengan kemenangan 1-0 atas Angers pada hari Sabtu (27/05).

PSG mendominasi jalannya pertandingan namun membutuhkan gol bunuh diri dari bek kanan Angers Issa Cissokho untuk merebut kemenangan di Stade de France. PSG merebut Piala Prancis ke-11, dan kali ketiga berturut-turut, untuk mengalahkan Marseille sebagai klub dengan jumlah trofi Coupe de France terbanyak.

Pertandingan final ke-100 memasuki waktu tambahan, Cissokho tampak terhambat oleh penekanan yang dilakukan Blaise Matuidi di tiang dekat dan membawa bola ke gawangnya sendiri dengan bagian belakang kepalanya dari tendangan sudut yang dilakukan Angel di Maria.

BACA JUGA: Cavani rebut Gelar Pemain Terbaik Liga Perancis

PSG mengakhiri musim dengan dua trofi, setelah berhasil mengamanka Piala Liga di musim perdana pelatih Unai Emery yang bertanggung jawab atas tim asal kota Paris tersebut. “Kami belajar dari segalanya, dan kami akan belajar dari musim yang agak sulit,” kata bek PSG Serge Aurier.

Di tengah rumor  pers Prancis yang mengatakan bahwa sang manager bisa diganti selama musim panas nanti, Emery mengatakan ia berniat untuk memenuhi tahun terakhir kontraknya. “Saya senang di sini, tim ini bisa tumbuh,” kata Emery. Angers, yang bermain di final pertamanya dalam 60 tahun, gagal dalam upaya meraih trofi utama pertama bagi mereka.

Para pemain hening cipta selama satu menit untuk para korban serangan teroris di Kota Manchester [sumber: AP]

Dengan PSG sudah lolos ke Champions League musim depan, sisa jatah tiket Europa League akan jatuh ke Bordeaux, yang berada di urutan keenam di Ligue 1 Prancis. PSG memonopoli bola sejak awal namun kiper Angers Alexandre Letellier memastikan timnya bertahan dalam pertandingan dengan beberapa penyelamatan yang luar biasa.

Letellier menyingkirkan umpan silang berbahaya dari Serge Aurier, lalu menyelamatkan sebuah tendangan dari Matuidi dari jarak dekat, dan menghentikan sundulan Edinson Cavani. Setelah Di Maria memberi umpan kepada Cavani melalui bola di belakang garis pertahanan Angers, Letellier terjun untuk menghalangi tembakan striker asal Uruguay tersebut.

Bermain dengan skema serangan balik, Angers memiliki kesempatan terbaik dalam pertandingan final Coupe de France saat Nicolas Pepe melepaskan tendangan dari jarak 20 meter yang mencapai tiang  gawang yang dijaga Alfonse Areola ketika posisi kiper PSG itu tampak telah berada dalam keadaan mati langkah. Di Maria adalah pemain terbaik PSG pada pertandingan ini dan menebar ancaman sepanjang pertandingan dengan akselerasinya, dribble yang bagus, dan umpan yang akurat. Gelandang serang tersebut membuka peluang bagi Aurier di sisi kanan kotak pinalti pada saat turun minum namun rekan setimnya tersebut gagal menemui target.

Setelah jeda, Matuidi nyaris memecah kebuntuan, namun sial bagi PSG, kiper Angers berhasil menangkis usaha tersebut. Kelelahan yang terus membebani Angers setelah satu jam lebih bermain bertahan tetap terlihat siap untuk melawan serangan PSG dalam 10 menit terakhir sampai gol bunuh diri Cissokho hadir dalam fase terakhir pertandingan tersebut.

“Ini menyedihkan tapi inilah hidup,” kata kapten Angers Cheikh Ndoye. “Saya tidak tahu apakah kita akan mendapat kesempatan untuk bermain final lagi Kami memiliki generasi yang indah (pemain). Sepak bola terkadang memang kejam.”