Rahasia di Balik Keberhasilan Juventus Merebut Scudetto Musim Ini

Aonwin – Ini adalah pertama kalinya sejak Serie A didirikan pada tahun 1929 sebuah klub telah memenangkan enam gelar secara berurutan. Juventus menang lima kali dari 1931-35, sama seperti yang dilakukan rival sekota Torino 1943-1949 (termasuk musim yang dibatalkan karena Perang Dunia II), dan Inter Milan dari 2006-10. Juventus memang memiliki skuad yang jauh lebih mumpuni dan memiliki kedalaman yang merata untuk menjalani musim bermain dalam beberapa kompetisi. Namun selain kedalaman skuad, apa lagi yang menjadi trik dari tim asal kota Turin tersebut untuk dapat menguasai gelar Scudetto musim ini. Berikut ulasan dari tim redaksi Aonwin untuk mengungkapkan rahasia dibalik keberhasilan Juventus musim ini.

Formasi Baru

Keempat pemain depan terbukti efektif bagi Juventus.Juventus dalam memenangkan pertandingan di paruh pertama musim ini namun tidak tampak sebagai kekuatan tak terbendung seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Kekalahan di Fiorentina – yang keempat musim ini – melihat keunggulan Juve dipotong menjadi satu poin, meski dengan satu pertandingan di tangan, dan pelatih Massimiliano Allegri tahu ada sesuatu yang harus diubah.

Allegri meluncurkan formasi 4-2-3-1 yang berani setelah kekalahan tersebut, dan tim tersebut kemudian memainkan beberapa sepak bola terbaiknya musim ini. Sistem ini mengedepankan Miralem Pjanic dalam peran lini tengah yang lebih dalam di samping Sami Khedira, dengan Juan Cuadrado, Paulo Dybala dan Mario Mandzukic duduk tepat di belakang Gonzalo Higuain. Juventus tidak hanya menjadi lebih kreatif dan berbahaya dalam sektor penyerangan namun juga  mengancam dengan setiap gelombang serangan serta tetap solid dalam pertahanan.

Pembelian Fantastis

Juventus sudah memiliki skuad terbaik di Serie A namun klub ini adalah klub yang paling banyak menambah amunisi selama jendela transfer. The Old Lady memecahkan rekor transfer di Italia dengan 90 juta euro ($ 100 juta) untuk Gonzalo Higuain, yang telah mencetak 36 gol bagi Napoli dalam musim sebelumnya untuk memecahkan rekor Serie A yang telah bertahan selama 66 tahun. Higuain tampil jauh dari kata mengecewakan dengan 24 gol di gelaran Serie A sejauh musim ini. Pembelanjaan musim panas Juve juga mendatangkan playmaker Miralem Pjanic, pemain sayap Dani Alves dan bek Medhi Benatia, dan penandatanganan kembali Juan Cuadrado dari Chelsea.

Juventus
sumber: tuttosport.com

Kokohnya Pertahanan

Pertahanan veteran Juve terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Leonardo Bonucci (30), Andrea Barzagli (36) dan Giorgio Chiellini (32), yang kemudian dikenal sebagai trio BBC, telah selalu hadir dengan bukti performa dimana Juventus hanya kebobolan 26 gol sepanjang musim. Bonucci pada khususnya juga telah mengesankan dalam mengubah pertahanan menjadi serangan. Pemain internasional Italia, yang dianggap sebagai salah satu defender terbaik di jagat sepak bola dunia, juga mencetak gol menakjubkan melawan Genoa baru-baru ini.Di belakang mereka adalah Gianluigi Buffon yang evergreen dan kapten Juventus serta Italia yang terus menerus menunjukkan penyelamatan fantastis pada usia 39 tahun.

Permainan Konsisten di Kandang

Sementara Juventus telah hampir tak terkalahkan saat bermain di kandang lawan namun hampir tidak mungkin untuk mengambil bahkan satu poin melawan Bianconeri di kandang mereka. Juventus berhasil memecahkan rekor Serie A milik mereka sendiri dengan memenangkan 33 pertandingan kandang berturut-turut sampai rekor ini berakhir saat pertandingan melawan Torino berakhir dengan hasil imbang 1-1 beberapa pekan yang lalu. Rentetan kemenangan Juventus di kandang berawal dengan kemenangan 3-1 melawan Bologna pada bulan Oktober 2015 silam. Juventus telah membuat rekor Serie A sebelumnya dengan 25 kemenangan berturut-turut di bawah Antonio Conte, antara Agustus 2013 hingga Desember 2014.