Rahasia di Balik Kemenangan Real Madrid Musim ini

Aonwin – Real Madrid telah berhasil memenangi gelar La Liga ke-33 nya sepanjang sejarah Klub Raksasa tersebut pada hari Senin dini hari tadi untuk bergerak  menuju perbedaan sembilan trophy  sepanjang masa dari rival abadi mereka Barcelona. Madrid merebut gelar pertamanya sejak tarakhir kali mengangkata gelar La Liga di tahun 2012 dan dengan kemenangan atas Malaga tersebut El Real berhasil enahan laju Barcelona dari menjuarai titel ketiganya berturut-turut. Los Blancos hampir selalu berada di puncak klasemen di atas para pesaingnya selama sebagian besar musim La Liga tahun ini berlangsung dan dengan kemenangan 2-0 di Malaga pada pekan terakhir, pasukan besutan Zinedine Zidane ini berhasil mengantarkan pulang trofi La liga kembali ke Madrid. Galacticos menyelesaikan liga dengan 93 poin, tiga poin lebih banyak dari Barcelona yang berada di peringkat kedua. Apa rahasia dibalik kesuksesan Madrid untuk menjadi juara La Liga musim ini? Berikut tim redaksi Aonwin telah menyiapkan beberapa Analisa yang menjadi alasan El Real dapat menguasai tahta La Liga musim ini.

Cristiano Ronaldo memang tidak mencetak gol sebanyak di musim-musim sebelumnya, namun ia selalu menjadi variable penting setiap kali Real Madrid membutuhkannya. Ronaldi menunjukkan permainan yang efektif setiap kali ia memasuki kotak penalti lawan dan itu ditunjukkannya di penampilan penting baik di Champions League ataupun di La Liga. Bintang Portugal berusia 32 tahun itu mencetak 14 gol dalam sembilan pertandingan terakhirnya, termasuk satu melawan Malaga pada hari Minggu untuk meredakan ketegangan para fans. Ronaldo memiliki lima gol atas namanya dalam tiga pertandingan terakhir bagi Madrid di La Liga. Ia menyelesaikan musim dengan 25 gol untuk musim ini di liga, empat gol lebih sedikit dari striker Barcelona Luis Suarez dan 12 gol dibelakang rivalnya, Lionel Messi.

Pelatih Zinedine Zidane tampak seperti seorang veteran meski baru bekerja kurang dari 1 ½ tahun untuk Real Madrid. Mantan pemain Prancis itu menguasai Madrid seperti seorang veteran, menjaga skuad untuk tampiul kompetitif dari awal sampai akhir. Zidane menggunakan beberapa formasi berbeda dan merotasi pemain  untuk mempertahankan kebugaran para pemain topnya pada saat-saat penting sepanjang musim ini. Hal itu mengakibatkan Madrid merayakan gelar di musim penuh pertamanya sebagai pelatih di liga. Bahkan Ronaldo, yang jarang melewatkan pertandingan di musim-musim sebelumnya, sepakat untuk melewatkan beberapa pertandingan sehingga ia bisa berada dalam kondisi fit di beberapa pekan krusial terakhir. Ronaldo diistirahatkan pada empat pertandingan tandang di liga sebelum menjadi penentu dalam tiga pertandingan terakhir yang dia mainkan

Zidane sering menerjunkan para pemain lapis duanya dengan hanya beberapa starter reguler dan Real Madrid masih terus memenangi pertandingan dan mempertahankan keunggulannya. Dengan para pemain cadangan yang menjadi starter Madrid terus bermain dengan baik sementara pemain topnya beristirahat. Di antara yang disebut second-stringers yang berkembang untuk Madrid adalah Francisco “Isco” Alarcon, James Rodriguez dan Alvaro Morata. Pemain lain yang berhasil lolos dari bangku cadangan termasuk Lucas Vazquez, Marco Asensio dan Mateo Kovacic.

Isco sejauh ini merupakan “cadangan” terpenting bagi Madrid musim ini. Ia berhasil mengambil alih posisi Gareth Bale saat pemain depan Wales itu melewatkan beberapa pertandingan karena cedera. Gelandang asal Spanyol itu mencapai akhir musim dengan banyak penggemar menginginkannya di starting lineup bahkan saat Bale dan pemain top lainnya fit. Zidane mengatakan berkali-kali bahwa sulit untuk meninggalkan Isco. Dia bermain bagus di beberapa posisi berbeda, tapi Isco berada paling baik saat mengisi ruang antara penyerang dan gelandang, menciptakan peluang mencetak gol bagi dirinya ataupun untuk rekan setimnya.