Ramos: Bala Bantuan Injury Time Real Madrid

Aonwin – Salah satu jersey paling populer di antara penggemar Real Madrid adalah “Sergio Ramos” dan “93” di bagian belakang jersey. Meski sebenarnya Ramos bermain dengan mengunakan nomor punggung 4, nomor punggung 93 paling banyak diminati karena Ramos paling sering mencetak gol pada menit ke-93 seperti pada saat Madrid mengalahkan Atletico Madrid di final Liga Champions pada 2014.

BACA JUGA: Dilema Zinedine Zidane dalam Memilih Pemain Terbaik di Partai Final UCL

Dikenal sebagai Madrid “93rd-minute man” sejak final Liga Champions melawan Atletico, Ramos terus berkembang di final tahun 2016, mencetak gol dalam skor imbang 1-1 dalam waktu normal dan kemudian berhasil mengeksekusi tendangan penalti dalam adu penalti yang membuat Madrid mengangkat trofi lainnya setelah Cristiano Ronaldo berhasil memastikan kemenangan El Real setelah sebelumnya Juanfran gagal mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan. Sundulan yang ia ciptakan untuk menyamakan kedudukan pada 2014 juga membuat Atletico terpaksa bermain dalam perpanjangan waktu dan membuat Madrid akhirnya menang 4-1 atas Atletico Madrid.

Bek veteran ini akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan gelar Liga Champions ketiganya dalam empat musim saat Madrid menghadapi Juventus di final hari ini.

“Saat kondisi tidak terlihat baik, saat itulah kita tidak bisa kehilangan harapan,” Ramos mengatakan pada hari Jumat. “Sampai wasit meniup peluit untuk terakhir kalinya, selalu ada kesempatan untuk mengubah hasilnya, dan itulah hal yang selalu saya ingat. Kadang kala itu berhasil, kadang kala tidak. Semoga besok kita tidak perlu merasakan kekalahan.”

Sang kapten sudah terbiasa mencetak gol di menit-menit akhir untuk Madrid. Dia juga mencetak gol pada menit ke 93 di final Piala Super Eropa melawan Sevilla pada 2016, lagi-lagi membuat tim lawan terpaksa bermain ke perpanjangan waktu dan akhirnya membawa Madrid memenangkan gelar tersebut.

Sergio Ramos
Sergio Ramos dalam Partai Final vs Atletico Madrid [sumber: dailymail.co.uk]

Ramos yang berusia 31 tahun adalah bek yang telah mencetak gol terbanyak di final bersama Real Madrid. Ia juga mencetak gol penyeimbang penting di akhir pertandingan dalam hasil imbang 1-1 melawan rival Barcelona di liga Spanyol pada bulan Desember, Ramos yang berhasil memecah kebuntuan di menit ke – 90 membuat Madrid berhasil mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara dan berada di jalur yang tepat untuk gelar La Liga pertamanya dalam lima tahun terakhir.

Dua pertandingan berselang setelah “ El Clasico”, Sergio Ramos kembali memberikan Real Madrid kemenangan pada menit ke 90 yang membuat Madrid mendapatkan kemenangan tipis 3-2 atas Deportivo La Coruna dalam hasil penting lainnya dalam pertarungan gelar La Liga musim ini. Musim ini adalah musim dengan catatan yang terbaik bagi diri Ramos sendiri, ia telah mencetak 10 gol di semua kompetisi. Sebelumnya ia belum pernah mencetak lebih dari 7 gol dari 11 musim sebelumnya bersama klub Spanyol tersebut.

Ramos masih tetap menjadi pemain kunci dalam pertahanan, dan starter yang tak terbantahkan untuk pelatih Zinedine Zidane. Ia masih cepat dan kuat, Ramos juga cukup akurat dalam hal-hal menerima peluang dari tendangan penjuru dan selalu berhasil melakukan takle bersih terhadap lawannya. Mantan pemain Sevilla ini juga mampu mengatur tempo untuk pemain bertahan lainnya, dan terus menjadi pemimpin utama tim baik di dalam maupun di luar lapangan.

Pada musim ini sang pemain bintang juga menadainya dengan serangkaian pertengkaran kontroversial dengan rekan setimnya di tim nasional Spanyol Gerard Pique, bek tengah Barcelona. Mereka terus-menerus saling mengambil gambar melalui wawancara dan media sosial.

“Saya mengirim Pique tiket untuk final Champions League tapi dia belum menjawab saya,” kata Ramos sambil menyeringai.