Real Madrid – Sang Raja Eropa

Aonwin – Sang raja Eropa telah kembali. Dengan kemenangan atas Juventus pada laga final Champions League pada hari Sabtu lalu, Real Madrid berhasil meraih gelar ke-12, dan yang ketiga dalam empat tahun, serta dengan tegas menetapkan dirinya sebagai kekuatan dominan dalam sepak bola Eropa setelah supremasi bertahun-tahun ditunjukkan oleh rivalnya Barcelona.

Setelah melihat Lionel Messi dan Barcelona memperlihatkan kekuatannya dengan memenangkan empat gelar dalam satu dekade, Cristiano Ronaldo yang merupakan pemain Madrid ini berusaha untuk meningkatkan kembali kualitas permainannya dalam empat musim terakhir dan berhasil kembali menjadi tim yang tak dapat dikalahkan di benua tersebut. Sebagaimana para penggemar merayakan kemenangan di jalanan Cardiff dengan bangga menyanyikan “Somos los reyes de Europa (Kami adalah raja Eropa),”

BACA JUGA: Perjalanan Los Blancos Menuju Trofi Champions League 2016/2017

“Kami telah mencapai prestasi bersejarah,” Kata Marcelo bek kiri Madrid. “Kami mendefinisikan sebuah era.” Kemenangan 4-1 atas Juventus membuat Madrid menjadi tim pertama yang merebut gelar back-to-back di era Champions League. Hal itu merupakan gelar keenam tim sejak format baru kompetisi diciptakan pada tahun 1992, dua lebih banyak dari Barcelona.

Dua klub Spanyol telah mendominasi di Champions League, memenangkan enam dari sembilan gelar terakhir, namun Madrid telah merasakan 12 tahun tanpa mengangkat trofi sementara Barcelona dan Messi berkembang. Madrid kini memiliki lima gelar lebih banyak dari AC Milan, klub paling sukses kedua di Eropa sepanjang masa. Barcelona hanya memiliki lima.

“Kami dapat mengatakan bahwa ini adalah hari bersejarah bagi semua orang di Real Madrid,” kata Zinedine Zidane, yang berkembang sebagai pemain Madrid dan sekarang telah merasakan musim keduanya sebagai pelatih. Zidane adalah asisten Carlo Ancelotti saat Madrid memenangkan trofi Liga Champions ke 10 pada 2014 untuk mengakhiri kekeringan gelar.

“Saya pikir proyek ini disusun dengan baik,” kata Presiden Madrid Florentino Perez. “Kami memiliki pemain terbaik dunia dan banyak anak muda, tahun ini merupakan hasil dari kebijakan ini, ketika bintang tidak bermain, anak-anak muda melakukannya dan mereka melakukannya dengan baik Kami harus memberi penghargaan kepada Zidane, dia membantu kami dalam 2001 dengan membawa bakatnya dan mengubah jalan sejarah tim, dan sekarang sebagai pelatih dia melakukan pekerjaan yang luar biasa dan kami harus berterima kasih padanya. “

Zidane, yang membantu Madrid memenangkan lima gelar berbeda sejak mengambil alih skuad pada 2016, termasuk gelar liga Spanyol pertama tim dalam lima tahun, ia hanya memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya namun diperkirakan akan tetap tinggal.

“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya akan berada di sini selama sisa hidup saya, itu tidak ada,” kata Zidane. “Tapi saya sangat berterima kasih kepada klub yang luar biasa ini karena telah memberi saya kesempatan ini, saya memiliki sisa satu tahun dalam kontrak saya dan saya pikir saya akan berada di sini tahun depan.”

Sebuah langkah kunci bagi Madrid dalam kebangkitan di pentas Eropa adalah penandatanganan Cristiano Ronaldo dari Manchester United pada 2009, sebuah transfer yang membawa tim tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. “Ini adalah musim yang spesial,” kata Ronaldo, yang berhasil mencetak dua gol melawan Juventus untuk finis sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi untuk tahun kelima berturut-turut. Dia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol di tiga laga final Champions League, dan yang pertama mencetak lebih dari 100 gol sepanjang masa dalam kompetisi tersebut.

Madrid juga memiliki Karim Benzema dan Gareth Bale dalam kombinasi penyerangan tim tersebut, meski ada rumor kemungkinan transfer yang melibatkan mereka dalam waktu dekat. Salah satu pemain yang hampir pasti akan pergi adalah James Rodriguez, yang tiba dengan memiliki ekspektasi tinggi setelah World Cup 2014 namun tidak mendapatkan banyak waktu bermain di bawah kepemimpinan Zidane.

Salah satu kekuatan tim musim ini adalah tetap kompetitif meski tanpa pemain bintang bintangnya, mengandalkan pemain berbakat seperti Francisco “Isco” Alarcon, Lucas Vazquez dan Marco Asensio. Asensio berhasil mencetak satu gol di final Champions league lalu. Casemiro juga berhasil mencetak gol lainnya.

Madrid akan memulai musim depan dengan dua pertandingan sulit melawan Barcelona di Supercopa de Espana. Bagi Ronaldo dan Zidane, itu merupakan kesempatan lain untuk menunjukkan tim mana yang benar-benar lebih baik.