Rentetan Masalah yang Akan Dihadapi Pelatih Baru El Barca

Aonwin – Ketika seorang pelatih memiliki Lionel Messi dalam timnya, terdengar sangat konyol untuk membicarakan tantangan yang menanti calon pelatih Barcelona. Namun siapapun yang dipilih klub Catalan untuk menggantikan Luis Enrique pada hari Senin (29/05) tidak hanya akan diberi tim bertabur bintang yang dipimpin oleh salah satu pemain terbaik di dunia. Tidak hanya sederet pemain bintang namung pelatih baru El Barca nantinya akan menghadapi banyak kerikil yang mengakibatkan tim asal Catalan ini gagal meraih hasil maksimal musim ini.

Meski memenangi Copa del Rey ketiga beruntun, Barcelona mundur selangkah musim ini. Tapi melihat angka-angka hasil permainan dan statistik tim Katalan ini akan membuat pewaris tahta Enrique menjadi bertanya-tanya untuk mencari tahu mengapa tim dengan statistik hebat dan mumpuni tidak dapat memenangkan La Liga dan bersaing hingga semifinal Champions League.

BACA JUGA: Barcelona Kalahkan Alaves dalam Partai Final Copa del Rey

Barcelona memiliki serangan paling efektif di La Liga dengan dua pencetak gol terbanyak kompetisi diraih oleh Messi dan Luis Suarez. Mereka juga bertahan dengan baik, kebobolan empat gol lebih sedikit dari pada juara Real Madrid.

Akademi La Masia Barcelona [sumber: espnfc]

Di kancah Champions League, El Barca melakukan salah satu comeback paling spektakuler dalam sejarah kompetisi saat mereka bangkit 6-1 melawan Paris Saint-Germain untuk membalikkan defisit 4-0 pada leg pertama. Meski kemudian langsung terpuruk 3-0 atas Juventus setelah tidak mencetak gol di kedua leg.

Perbedaan di balik tiga poin ekstra yang diperoleh Madrid melalui 38 putaran dan tingkat pasang surutnya di Eropa berada di suatu tempat di dunia tak berwujud untuk menjaga tingkat maksimum usaha dan konsentrasi minggu demi minggu milik El Barca. Menjembatani kesenjangan kecil antara para pemain dan menjaga nama besar dengan permainan yang baik dan berkelanjutan adalah tugas No 1 untuk manajer baru Barcelona nantinya.

Aliran bakat yang mengalir dari akademi La Masia Barcelona ke tim pertamanya mengering di bawah Enrique. Pemain berstatus homegrown yang mendapatkan peran di bawah Enrique adalah Sergi Roberto, gelandang yang dikonversi menjadi bek kanan. Rafinha tetap menjadi cadangan setelah kembali dari Celta Vigo, sementara Pedro Rodriguez dan pemain muda Munir El Haddadi serta Sandro Ramirez pergi untuk mencari waktu bermain. Akademi yang telah menghasilkan pemain-pemain hebat saat ini seperti Messi, Iniesta, Gerard Pique dan Sergio Busquets perlu merebut kembali posisi mereka di tim utama untuk kepentingan keduanya.

Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Enrique bukan pemenang. Dia melalui musim pertama yang sempurna di tahun 2014-15, mengulangi treble langka Champions League, La Liga Spanyol dan Copa del Rey yang pertama kali dilakukan oleh Pep Guardiola. Dia mengikuti musim pertamanya dengan meraih dua trofi La liga dan Copa del Rey pada 2015-16, dan kemudian menambahkan trofi ketiga saat Barcelona mengalahkan Alaves 3-1 dalam pertandingan terakhirnya.

Trio MSN [sumber: hindustantimes]

Kemenangan di Club World Cup, Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol, dan timnya berhasil memenangkan sembilan dari kemungkinan 13 piala. Angka tersebut setara dengan 14 trofi milik Guardiola dari 19 gelar yang mungkin dimenangkan dari 2008-2012.

Namun banyak fans Barcelona mengeluh bahwa tim tersebut telah kehilangan identitasnya untuk mendominasi lawan melalui kontrol bola yang superior melalui lini tengahnya. Sejak kedatangan Neymar dan Suarez untuk bergabung dengan Messi di depan, fokus pada tim telah bergeser dari lini tengah ke lini serang dengan bertumpu pada Trio MSN.

Sebelum musim lalu, klub tersebut selalu berusaha menguasai lini tengahnya dengan mengontrak Andre Gomes dan Denis Suarez. Namun El Barca kesulitan dalam mendikte pertandingan saat Iniesta berada di luar lapangan, dan membuat Messi sebagai playmaker terbaiknya.

Jika Barcelona sekarang akan menjadi Barcelona masa depan, pelatihnya harus mendapatkan lebih banyak kinerja dari barisan gelandangyang kurang memberikan kontribusi cukup baik untuk membantu Iniesta, yang akan berusia 34 musim depan.