Ryan Giggs Tertarik Mengisi Pos Kepelatihan di Southampton

AOnwin – Ryan Giggs sangat ingin melakukan perjalanan pertama menuju dunia manajemen sepak bola di Southampton, dengan The Saints tengah mencari pelatih baru untuk mengambil alih kendali di St. Mary’s menyusul pemecatan Claude Puel. Giggs menikmati karir level tinggi dengan Manchester United setelah melakukan debut seniornya untuk klub tersebut pada usia yang saat muda saat ia berusia 17 tahun di tahun 1991. Faktanya, Pria berkebangsaan Wales ini adalah sosok instrumental bagi The Red Devils selama periode di mana mereka mendominasi sepak bola Inggris, meraih setiap Piala pada setiap kompetisi diman klub ini berkecimpung.

Giggs, sebenarnya, adalah salah satu pemain dengan catatan terbaik dalam sejarah permainan bola bundar, dengan 34 medali pemenang atas namanya. Pria berusia 43 tahun ini juga memegang rekor untuk jumlah assist terbanyak di Premier League – 162 – dan merupakan pemegang rekor untuk Manchester United juga, setelah memainkan 963 laga untuk The Red Devils. Di musim terakhirnya untuk Manchester United, Giggs juga mendapatkan pengalaman pertama dalam hidupnyasebagai manajer, karena dia mengambil alih tugas sementara skuad tim utama untuk empat pertandingan terakhir musim 2013/14 setelah pemecatan David Moyes pada bulan April 2014.

BACA JUGA: Chris Smalling Berjanji akan Penuhi Tantangan Jose Mourinho

Selanjutnya, dia juga memegang posisi asisten manajer di Manchester United selama dua tahun saat Louis van Gaal memimpin di Old Trafford. Setelah kepergian van Gaal dari klub, Giggs telah terus dikaitkan dengan beberapa pekerjaan manajerial, terutama di Swansea City setelah Bob Bradley dipecat pada Desember yang lalu. Giggs kini telah dikaitkan dengan pekerjaan manajerial, dengan Southampton yang tengah mencari pelatih berikutnya untuk mengambil alih klub tersebut. Klub pantai selatan ini memecat Claude Puel awal pekan ini setelah hanya satu musim dengan timnya finis di posisi 8 di Premier League sekaligus berhasil mencapai final Piala EFL.

Penggemar di St. Mary’s, sering menyuarakan ketidaksenangan mereka terhadap gaya bermain tim, selain itu juga ada laporan tentang kerusuhan di dalam ruang ganti. Dan Giggs sangat ingin mengambil langkah pertamanya menuju manajemen di Southampton karena ia yakin bahwa infrastruktur klub akan memberinya basis yang tepat untuk memulai karir manajerialnya.

Southampton, bagaimanapun, juga mempertimbangkan beberapa nama lain, dengan Mauricio Pellegrino dan Frank de Boer dua nama paling menonjol dalam daftar mereka, sesuai laporan. Namun The Saints sering muncul mengejutkan dengan pilihan manajer mereka, yang berarti bisa saja  Giggs akan mengambil alih kendali di St. Mary’s, dan sekarang masih harus dilihat apakah pekerjaan pertamanya ke dalam dunia manajemen adalah di Southampton.

Sementara itu pelatih yang berhasil membawa mukjizat bagi Leicester City dua musim yang lalu, Claudio Ranieri telah menandatangani kontrak dengan klub Prancis Nantes dengan kontrak berdurasi dua tahun. Klub Ligue 1 itu mengumumkan kedatangan Ranieri di situsnya pada hari Kamis. Langkah tersebut diperkirakan akan terjadi setelah klub peserta Ligue 1 Prancis itu sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengelola Ligue 1 mengenai perekrutan pelatih yang telah mencapai batas usia pelatih yakni 65 tahun.

Leicester memecat Ranieri sembilan bulan setelah ia memimpin perjalanan fantastis klub tersebut ke gelar Premier League pada 2016. Di Nantes, ia akan menggantikan Sergio Conceicao. Pelatih asal Portugal tersebut diperkirakan akan memimpin FC Porto. Nantes memenangkan gelar terakhir mereka pada tahun 2001. Ranieri telah melatih di Perancis, mulai 2012-14, saat ia memenangi gelar Ligue 2 dengan Monaco dan kemudian memimpin tim asal Monaco tersebut menuju peringkat runner-up di musim pertamanya di top flight.