Sam Allardyce Keluar dari Palace dan Berencana Pensiun Dari Kepelatihan

Aonwin – Manajer Crystal Palace Sam Allardyce mengumumkan pada hari Selasa (23/05) bahwa dia akan meninggalkan klub yang ia latih setelah hanya lima bulan berada di kota London dan tidak berencana untuk melanjutkan karir 26 tahunnya dalam dunia kepelatihan. Sebuah musim yang dimulai dengan Allardyce yang mengelola tim nasional Inggris, sebelum mengundurkan diri setelah hanya satu pertandingan yang ia menangkan dengan penuh tanggung jawab, berakhir dengan Big Sam membimbing Palace dengan sempurna untuk membawa Zaha dkk aman  dan menjauhi zona degradasi Premier League.

Sam Allardyce yang kini berusia 62 tahun, yang mulai mendapatkan kepercayaan dari public dan mulai terkenal namanya setelah selama delapan tahun menjadi pelatih bagi klub Bolton Wanderers, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia meninggalkan Crystal Palace karena sepenuhnya alasan pribadi dan bukan karena ia ingin pindah ke klub EPL lainnya. “Meskipun saya memiliki [cukup] energi, saya ingin traveling dan juga menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan cucu tanpa tekanan besar yang datang saat menjadi manajer klub sepakbola,” kata Allardyce. “Saya berhutang pada istri dan keluarga saya.

“Saya tidak punya ambisi untuk melakukan pekerjaan lain, saya hanya ingin bisa menikmati semua hal yang benar-benar tidak dapat anda nikmati dengan tuntutan 24/7 dalam mengelola klub sepak bola manapun, apalagi yang ada di Premier League.”

Allardyce bergabung dengan Crystal Palace pada bulan Desember dengan catatan kontrak dua setengah tahun setelah masa yang singkat dan tidak beruntung sebagai manajer tim Nasional Inggris. Tiga bulan sebelumnya, komentarnya yang tidak mengenakkan kepada wartawan yang sedang melakukan penyamaran demi mencari berita tentang praktik transfer ilegal telah membuat posisinya sebagai pelatih Inggris tidak dapat dipertahankan lagi dan kontraknya dihentikan setelah hanya 67 hari memimpin The Three Lions.

Sam Allardyce [sumber: chroniclelive.co.uk]

Namun, dia berhasil kembali ke dunia kepelatihan dengan klub asal London, Crystal Palace, dan mengucapkan terima kasih kepada klub London selatan itu “karena telah memberi saya kesempatan untuk pergi keluar [dari dunia kepelatihan] dengan kepala yang tinggi karena membantu mempertahankan klub tersebut di Premier League.

“Lebih dari itu, mereka memberi saya kesempatan untuk membangun kembali reputasi saya setelah apa yang terjadi dengan [Timnas] Inggris,” kata Sam Allardyce . “Saya merasa perlu untuk menunjukkan sekali lagi [kapabilitas] untuk menjadi manajer Premier League dan menunjukkan bahwa saya masih memiliki kemampuan untuk mencapai sesuatu yang signifikan.”

Sebelum mengambil pekerjaan sebagai pelatih The Three Lions, Sam Allardyce yang biasa dikenal dengan Big Sam telah melatih Sunderland, West Ham, Blackburn, Newcastle dan Bolton, di mana ia datang ke klub tersebu pada tahun 1999 dan membangun tim yang agresif dan juga terampil yang mencakup rentetan para pemain penuh talenta dan mempunyai  nama besar seperti pemenang Piala Dunia 1998 dari Prancis, Youri Djorkaeff, Jay Jay Okocha dari Nigeria dan mantan bek dan legenda Real Madrid Fernando Hierro.

Karir manajemennya dimulai pada tahun 1991 sebagai manajer sekaligus pemain bersama klub Irlandia, Limerick, dan kemudian melanjutkan ke Preston, Blackpool dan Notts County dan pada hari Selasa kemari Sam Allardyce mengakhiri perjalanan karir kepelatihannya untuk 26 tahun yang luar biasa baginya.

“Saya ingin bisa menikmati hidup meskipun saya masih tergolong muda dan saat ini saya masih sehat, meski terkadang saya mulai merasakan efek umur 62 tahun bagi saya,” kata Allardyce