Sentuhan Emas Conte Antar Chelsea Jadi Juara Premier League

Aonwin – Manajer Chelsea Antonio Conte memiliki sentuhan emas di musim pertamanya menjadi manager di English Premier League dalam setiap pertandingan menuju gelar juara musim ini. Bukti terakhir dari kejeniusan Conte terlihat saat Chelsea bermain imbang tanpa gol saat menghadapi West Bromwich Albion pada sabtu dini hari (13/04). Para pemain terlihat frustasi ketika sepertinya mereka akan membuang peluang pertama dari tiga peluang untuk mendapatkan kembali trofi Premier League. Namun kemudian Conte mengambil keputusan berani untuk menarik pemain sayap bintangnya Eden Hazard dan memasukkan Michy Batshuayi, pemain yang hanya memiliki satu gol untuk namanya sepanjang musim ini.

Dalam waktu enam menit, Batshuayi menyodok bola dari  jarak dekat dan mendapatkan serbuan dan pelukan erat dari rekan setimnya di depan fans Chelsea yang datang ke The Hawthorns. Gol Ini memastikan kemenangan 1-0 Chelsea di The Hawthorns dan Batshuayi baru saja menjadi pahlawan bagi The Blues dengan memenangkan liga untuk klub yang dibelanya. Dia kemudian menyebut dirinya sebagai “pahlawan tak terduga” di sebuah posting di laman Twitter-nya.

” [Ini adalah] Keindahan sepakbola,” gelandang Chelsea Cesc Fabregas mengatakan, “pemain yang tidak banyak bermain mencetak gol kemenangan untuk menjuarai liga” Gol Batshuayi pada menit ke-82 Batshuayi tersebut merupakan gol keduanya musim ini, dan pertama sejak Agustus tahun lalu di musim pertamanya di Inggris.

Chelsea Player Celebrate

Sedangkan untuk Conte, perjalanannya tidak dapat berubah menjadi lebih baik dari ini. Pelatih asal Italia itu menjadi manajer keempat – setelah Jose Mourinho, Carlo Ancelotti dan Manuel Pellegrini – yang berhasil memenangkan Premier League di musim pertamanya di sepak bola Inggris, dan dia dilemparkan ke udara oleh para pemainnya yang merayakannya dengan penuh kegembiraan setelah peluit akhir ditiup.

Seluruh pembeliannya di bursa transfer, perubahan taktiknya, dan pergantian pemainnya selalu berhasil dalam musim ini. Dia kini telah memenangkan empat gelar liga domestik, mengikuti keberhasilannya memenangkan tiga gelar berturut-turut dengan Juventus dari 2012-14 sebelum akhirnya memilih untuk bertanggung jawab atas timnas Italia.

“Michy membayar keraguan saya dengan perubahan ini,” kata Conte. “Sangat menyenangkan, tidak mudah bagi saya untuk tiba di Inggris” dan mencoba kebiasaan yang berbeda, bahasa yang berbeda dan mewarisi pemain yang tampil buruk musim lalu.” Tapi dia menganggap semuanya sebagai tantangan baru baginya.

Pemain Chelsea telah jauh berubah setelah menjadi juara di tahun 2015, untuk finis di posisi 10 pada 2016 menjadikannya pemilik gelar terburuk pada sepanjang sejarah gelaran Premier League untuk kemudian menjadi Juara kembali pada tahun ini. “Orang-orang tidak mempertimbangkan kami sebagai tim dan secara individu[untuk memenangkan gelar Premier League],” kata bek Chelsea Gary Cahill, “dan [dengan kemenangan] ini telah mendiamkan mereka semua.”

Chelsea – Pimpinan Klasemen Premier League awal November – telah memenangkan 28 dari 36 pertandingan, termasuk sembilan dari 11 pertandingan terakhirnya, untuk menahan tantangan perebutan gelar dari Tottenham. Spurs yang berada di peringkat kedua memiliki 10 poin di belakang Chelsea dengan tiga pertandingan tersisa.

Momen ini bisa menjadi lebih baik bagi tim asuhan Conte, yang juga telah mencapai final Piala FA di mana The Blues akan bermain melawan Arsenal di Stadion Wembley pada 27 Mei mendatang. Untuk saat ini, Conte akan menikmati kemenangan di Premier League. Setelah perayaan panjang di lapangan, Conte kembali ke ruang ganti dan untuk pertama kalinya diguyur dengan tub air yang cukup besar dan kemudian dengan sebotol sampanye yang dituangkan Diego Costa.

Pada saat peluit akhir ditiupkan terlihat para pemain Chelsea langsung berlari untuk merayakan kemenangan ini bersama para rekannya. Sementara Conte terlihat melompat ke pelukan tim pelatihnya. “Ini adalah momen yang perlu perlu diingat,” kata Cahill. “Saya tidak sabar untuk meraih piala itu.”