Spurs Rengkuh Posisi Runner Up Premier League dan Berpisah dari White Hart Lane

Aonwin – Spurs akhirnya memastikan akan mengakhiri musim ini dengan menduduki peringkat kedua setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 2 – 1 pada laga terakhirnya di Stadion yang telah mereka duduki selama 118 tahun, White Hart Lane. Harapan Tottenham untuk mengejar Chelsea dan bersaing dalam mendapatkan trofi Premier League berakhir minggu lalu saat Spurs tergelincir dan kalah dari sesama tim London, West Ham United. Kekalahan in dimanfaatkan Chelsea dengan memastikan gelar pada Sabtu(13/05) dengan merebut kemenangan dari West Bromwich Albion. Finish posisi kedua ini merupakan hasil yang terbaik bagi Spurs selama 54 tahun terakhir.

Kemenangan Tottenham juga mengakhiri kesempatan Manchester United untuk bisa mengakhiri musim di peringkat empat besar, menyisakan kini tiga tim untuk memperebutkan dua tiket tersisa ke Champions League musim depan: Liverpool, Manchester City dan Arsenal.

Tottenham akan meninggalkan White Hart Lane setelah menyelesaikan musim terbaik mereka sepanjang era sepak bola modern. Nantinya Harry Kane dkk akan bermain satu musim di Stadion Wembley untuk pertandingan kandang mereka selama musim Premier League 2017/2018 dan akan kembali ke stasion barunya yang diberi nama New White Hart Lane yang berlokasi persis diatas stadion lamanya. Stadion Spurs itu nantinya dikabarkan akan memiliki kapasitas 61000 penonton dan diprediksikaan akan selesai pada Agustus 2018.  Dan pertandingan melawan tim sekelas Manchester United adalah pertandingan perpisahan yang sangat baik bagi stadion yang telah berumur lebih dari satu abad tersebut.

Victor Wanyama membuka kemenangan bagi Spurs pada menit ke enam melalui tandukan jarak dekatnya yang gagal diantisipasi lini belakang United. Harry Kane kemudian menambah pundi-pundi golnya ke 28 musim ini pada awal babak kedua. Kapten The Red Devils, Wayne Rooney memperkecil ketertinggalan untuk memberikan sedikit aroma was-was bagi fans dan para legenda Tottenham yang hadir pada pertandingan perpisahan ini. Para pemain Spurs kini akan lebih fokus melihat ke depan untuk dapat mengantarkan trofi Premier League Pertama Sejak tahun 1961.

“Ini merupakan perkembangan dari (peringkat ketiga) musim lalu,” kata Kane. “Kami harus mempertahankannya, terus bekerja keras, terus bertambah baik dan mudah-mudahan musim depan kami akan finis di peringkat pertama”

Top skorer bagi Spurs itu juga menambahkan “Untuk finish dalam posisi yang kuat dan finish tak terkalahkan di sini (White Hart Lane) adalah sesuatu yang spesial.”

Spurs yang tampil percaya diri berbanding terbalik dengan skuad Manchester United yang kelihatan tidak fokus dan memiliki permasalahan dalam koordinasi bertahan mereka, satu-satunya pemain yang “menyelamatkan” The Red Devils dari hasil yang memalukan adalah kiper mereka asal Spanyol, David De Gea. De Gea berkali-kali harus pontang-panting menyelamatkan gawangnya dari kebobolan seperti saat menahan tendangan jarak dengan dari Son Heung Min dan tendangan terarah Dele Alli.

Mourinho telah mengatakan beberapa kali bahwa sisa pertandingan Premier League musim ini bukanlah prioritas baginya. Manajer asal Portugal ini memiliki target penting pada Final Europa League untuk mengantarkan Manchester United menjadi juara dan mendapatkan tiket langsung ke Champions League musim depan. Keputusan ini terlihat dengan tidak dimainkannya pemain-pemain inti seperti Rashford dan Mkhitaryan.

“Kami tahu bahwa ini [Final Europa League] adalah tujuan besar, kami juga tahu bahwa jika kami kalah di final, kami tidak akan bermain di Liga Champions,” kata Mourinho, yang pada musim ini telah memenangkan trofi Piala Liga. “Tapi kami berjuang untuk mendapatkan gelar dan mungkin klub lain yang kini bersaing untuk finis di empat besar, mungkin mereka ingin berada di posisi kami untuk mencoba memperjuangkan gelar juara.”