Spurs Tunggu Everton Turunkan Label Harga dari Ross Barkley

AOnwin – Tottenham berencana untuk menunggu sebelum mengajukan tawaran kepada Everton saat mereka menurunkan label harga yang diminta untuk mendapatkan jasa Ross Barkley. Tottenham Hotpur berada di pasar untuk menemukan gelandang bertipikal kuat dan kreatif untuk memperkuat skuad mereka dan membiarkan transisi mulus dari pola defensif ke permainan dengan mindset menyerang. Ross Barkley telah berada di dalam radar manajemen The Spurs untuk sementara waktu namun valuasi nilai pemain Everton yang kini berusia 23 tahun yang sebesar £ 50 juta menjadi janggalan bagi Mauricio Pochettino untuk segera melakukan tawaran, Meskipun dia hanya memiliki satu tahun tersisa pada kontraknya dan juga telah membuat niatnya jelas bahwa dia tidak akan menandatangani kontrak baru dalam waktu dekat bersama klub impian masa kecilnya.

Pemain internasional Inggris telah membuat 39 penampilan dan mencetak enam gol untuk Everton musim lalu. Barkley secara bertahap telah menjadi salah satu gelandang kunci bagi The Toffees sejak bergabung dengan klub tersebut. Namun, musim lalu manajer Merseyside Blue, Ronald Koeman mengklaim bahwa ia tidak dapat tampil secara teratur akibat tidak konsistennya kemampuannya dalam mengelola permainannya. Pemain produk akademi sepakbola Everton, Barkley memulai debutnya di tahun 2011 silam dan telah membuat lebih dari 175 penampilan sejak saat itu dan mencetak 27 gol.

BACA JUGA : Preview Pergerakan Transfer Tottenham Hotspur

Meskipun Barkley akan cocok dengan skema untuk klub seperti Tottenham, tetap harus dilihat bagaimana tepatnya dia akan masuk ke dalam formasi tim London Utara ini. Pochettino saat ini beralih antara formasi 4-2-3-1 dan 3-4-2-1 untuk memungkinkan dia mendapatkan semua pemain terbaiknya di lapangan. Jika Barkley bergabung dengan skuad dengan biaya besar, dia tetap tidak akan memiliki tempat start yang terjamin di bawah pelatih asal Argentina karena kehadiran Moussa Sissoko. Pochettino juga sering memasukkan Harry Winks dalam beberapa laga di musim lalu jika dia menginginkan peran gelandang yang lebih dalam. Gangguan cedera konstan pada Mousa Dembele mungkin berarti bahwa ia akan jarang digunakan untuk menyelamatkannya untuk bermain di pertandingan yang lebih besar.

Jika Pochettino memilih untuk memulai pertandingan dengan Barkley, sangat tidak mungkin dia mengambil alih posisi Dele Alli atau Christian Eriksen – keduanya pemain yang sangat penting dalam usaha mencetak gol untuk The Spurs dalam sepanjang musim ini. Namun, Barkley memang dapat membawa sesuatu yang berbeda dan akan juga memberikan alternatif keterampilan pada kesempatan set piece selain Eriksen.

Kelebihan Ross Barkley terletak pada visi bermainnya yang sangat luar biasa bagi pemain seumurannya, belum lagi ditambah dengan modal fisiknya yang menjulang tinggi hingga menjadikannya dapat memainkan peran sebagai raumdeteur. Pintar dalam menjaga tempo dan tahu kapan harus mengeluarkan passing penting adalah kunci lain dari pemain lokal kelahiran Merseyside ini. Kekurangan Barkley ada pada emosi bermain yang kadang terlihat jatuh saat ia dihadapkan pada masalah yang kompleks. Temperamen dan terkadang menahan bola terlalu lama juga trait buruk pemain yang sempat dijuluki The Next Wayne Rooney ini.

Beralih kembali ke formasi 4-2-3-1 mungkin membuat Barkley berada di antara kedua pemain di belakang Harry Kane tapi itu bisa menimbulkan masalah bagi pemain lain di lini belakang. Jan Vertonghen dan Toby Alderweireld adalah kemitraan defensif lini tengah pertama Spurs yang berarti tidak mungkin ada tempat untuk Eric Dier dalam kasus itu. Oleh karena itu, membiarkan Dier pergi karena ia telah menjadi incaran Manchester United, akan membawa hanya sedikit masalah bagi Pochettino.