Susul Harapan Leicester Masuk 10 Besar, Danny Simpson Ingin Shakespeare Tetap Jadi Pelatih

Aonwin.info – Leicester City memang tidak meraih masa yang menyenangkan pada musim ini. Setelah sukses di kompetisi English Premier League pada musim 2015/16 lalu dan bahkan meraih trofi juara pertama, musin ini Leicester City justru terpuruk ke peringkat terbawah di paruh awal musim di Liga Premier Inggris 2016/17. Hasil yang buruk ini, membawa sang pelatih Claudio Ranieri dipecat pada bulan Februari lalu dan digantikan oleh Craig shakespeare. Untungnya, sejak berubah caretaker, permainan dan prestasi Leicester City pun membaik. Ini yang akhrinya membuat pemain full back Leicester City, Danny Simpson berharap sang pelatih tetap tinggal.

“Dia [ Craig Shakespeare] memiliki andil suara besar perihal siapa yang akan bermain dan siapa yang tidak akan bermain,” buka Simpson, seperti disadur dari Sunday Sky Sports. “Dia juga memiliki hubungan baik dengan para pemain, dan dia merupakan manajer serta pria yang baik. Sosok seperti dirinya adalah orang yang bisa diajak berkata dan berdiskusi jujur dengan semua pemain.

“Dia tetap selamanya jujur sepenuhnya, yang aku pikir amat perlu. Sebab sebagai pemain, Anda menghendaki untuk tahu situasimu seperti apa, atau bahkan mengapa Anda tidak turun bermain atau mengapa Anda malah dicadangkan di bench. Itulah sosok dirinya sejak hari pertama bersama tim.

Seperti diketahui, Craig Shakespeare rencananya hanya akan tinggal di kursi pelatih hingga akhir musim ini saja. Sang mantan asisten pelatih ini pun belum ditentukan nasipnya setelah itu. Meski memang bersama dengan Craig Shakespeare, tim Leicester City bahkan berhasil masuk hingga ke babak perempat final kompetisi Liga Champions pada musim ini. Prestasi yang tentu saja membanggakan.

“Saya tak lihat dia berubah dan perjalanan kami termasuk bagus sejak tim diambil alih oleh dirinya. Saat ini, dari sudut pandang pemain, kita tak akan menentang tapi keputusan ini terserah pemilik klub, apa yang mereka rasa paling pas untuk klub ini.

“Yang bisa kita lakukan unutk saat ini adalah bekerja, tak peduli siapaun yang akan menjadi manajernya dan mengupayakan untuk raih hasil terbaik.”

Disisi lain, Craig Shakespeare memilih tak memikirkan mengenai nasipnya di Leicester City. Meski banyak pemain dan pendukung tim yang berharap ia akan tinggal. Ia justru lebih berfokus pada hasil yang akan diraih. Terlebih setelah kemenangan atas Watford denga skor 3-0 memberikan harapan pada Leicester untuk menyelesaikan musim ini diperingkat 10 besar Liga Premier Inggris 2016/17.

“Kedua tim saat ini berada di angka tepat 40 poin, dan aku sendiri pernah sangat menginginkan untuk bisa finis setinggi mungkin. Raihan tiga poin pada pertandingan kali ini membuat kita lebih mudah untuk bernapas.

“Ketika kita mendapatkannya, aku pikir kita saat itu berada pada peringkat terdepan, dan ini sungguh mengasyikkan untuk meraih kemenangan 3-0 dengan meraih sebuah hasil clean sheet. Jelas, ini menjadi hasil yang terlampau bagus.

“Saya mengutamakan kepada para pemain bahwa tantangannya terdapat pada “finis setinggi mungkin”. Kami tak menargetkan hasil poin berapa yang diraih, tapi kita harus mengusahakan untuk menjadi kompetitif dan menjadi pemenang di tiap tiap pertandingan.

“Saya rasa, keyakinan merupakan kata yang paling sering kita pakai di sepakbola, mulai dari laga pertama [ketika itu saya melawan Liverpool di bulan Februari], saat ini terasa sudah ada peningkatan, dan kita sudah meraih sukses melompat jauh sejak saat itu.”