Teka Teki Kemana Mahrez akan Berlabuh

Aonwin – Mahrez memberi Leicester City kesempatan satu musim lagi pada jeda transfer musim panas tahun kemarin. Sekarang Riyad Mahrez dilaporkan tertarik untuk menyegel transfer besar untuk keluar dari King Power Stadium saat Arsenal dan Tottenham tampil sebagai pesaing yang paling mungkin untuk merekrut pemain tersebut pada musim panas ini.

Pemain sayap berpaspor Aljazair ini menjadi tontonan fantastis dan menyenangkan pada musim lalu karena golnya memainkan peran penting dalam membawa The Foxes ke kemenangan yang paling tidak diprediksi sepanjang sejarah sepakbola Inggris, namun cukup adil untuk mengatakan bahwa dia kesulitan untuk meniru performa fantastinya musim kemarin pada musim Premier League tahun ini.

Meski begitu, Mahrez kemungkinan tidak akan kekurangan pelamar karena ia tampaknya menempatkan dirinya di pasar musim panas ini, dengan nama besar seperti Chelsea, Barcelona dan Marseille juga dikabarkan akan mempertimbangkan untuk meminangnya jika ia meninggalkan Leicester.

Tak heran jika melihat Arsenal dan Spurs memimpin antrian untuk mendapatkan tanda tangan Mahrez saat ini. Keduanya, karena alasan yang berbeda membutuhkan tambahan amunisi menjelang musim depan, dan dengan harga permintaan yang diperkirakan 30 juta poundsterling, pemuda berusia 26 tahun itu bisa dikategorikan menjadi salah satu pembelian murah di pasar musim panas ini jika dia akhirnya dapat mereplikasi performa terbaiknya di musim 2015/16.

Mahrez tidak diragukan lagi menampilkan penampilan terbaik dalam memimpin dan mengorganisir serangan balik yang cepat dan tajam dari sisi kanan Leicester City yang entah bagaimana caranya berhasil memenangkan gelar musim lalu rata-rata memegang bola hanya sekitar 45% di setiap pertandingan. Pemain yang cepat dan terampil dengan kemampuan yang mumpuni untuk mencetak gol, Mahrez bermain sangat nyaman bermain pada musim lalu tanpa terlalu banyak bertanggung jawab untuk urusan defensif bagi permainan The Foxes waktu itu, meskipun perlu diingat bahwa dia memiliki N’Golo Kante yang melakukan pekerjaan dua gelandang bertahan di belakangnya. Tanpa mengubah gaya permainannya sedikit, sulit untuk membayangkan pemain internasional Aljazair ini akan dapat memenuhi tuntutan pelatih Tottenham Mauricio Pochettino dengan baik. Pelatih asal Argentina itu membuat semua penyerangnya untuk turun ke wilayah sendiri untuk menjaga pertahanan dengan gaya yang resolute milik Tottenham musim ini, dan taktik tersebut akan menjadi sesuatu hal yang baru bagi Mahrez nantinya.

Meski demikian, Mahrez bisa dibilang dituduh mengambil opsi zona nyaman jika dia memilih Arsenal daripada Spurs karena alasan tersebut; Seperti Mesut Ozil, dia mungkin bisa bebas bergerak tanpa melakukan usaha pertahanan bagi timnya dengan penuh, dan hanya akan sedikit berkembang menjadi gelandang serang kelas dunia apabila hanya itu yang mampu dia jalani. Mahrez juga berprestasi terbaik dalam memberikan service terbaik bagi Jamie Vardy dalam musim lalu. Meskipun kemitraan tersebut tidak begitu berkembang pada tahun ini, Harry Kane bisa membuktikan gaya pergerakan serupa untuknya di Tottenham, dimana masih belum jelas siapa yang akan bermain di lini depan Arsenal musim depan.

Tidak diragukan lagi, Mahrez merupakan pemain berposisi menyerang terbaik di Premier League dan pemenang Player of the Year yang pantas. Musim ini, bagaimanapun itu adalah cerita yang berbeda. Sekilas statistik menunjukkan apa yang akan dia hadapi jika bergabung dengan nama besar seperti Arsenal atau Tottenham. Tentu saja tidak ada jaminan bahwa Sanchez masih akan berada di Arsenal musim depan, tapi meski begitu tetap akan ada posisi bagi Mahrez di Arsenal. Enam gol dan dua assist tidak cukup bagus untuk pemain yang ingin berlabuh ke tim yang lebih besar. Bahkan dengan mempertimbangkan kemerosotannya dalam permainan Leicester selama perjuangan tim di papan bawah di awal musim.