Tiga Fase Kepelatihan Arsene Wenger di Arsenal [Bagian Terakhir]

Aonwin – Tidak ada yang dapat menampik bahwa Arsene Wenger adalah salah satu manajer terbaik dalam jagat sepakbola saat ini. Namun dengan semakin berevolusinya sepakbola dan semakin menipisnya perbedaan kualitas antar tim di kancah sepakbola profesional semakin menipis pula kesempatan untuk terus berada di panggung teratas sepakbola di Premier League. Berikut sambungan Analisa Aonwin untuk fase-fase kepelatihan Arsene Wenger di Arsenal.

Fase Berhemat [2006-2013]

Setelah menjalani musim yang sulit di tahun 2010 -2011, keadaan semakin kacau setelah Wenger tidak mampu menahan pemain bintangnya untuk pergi. Pada tahun 2011, Cesc Fabregas dijual ke Barcelona, Samir Nasri dan Gael Clichy bergabung dengan Manchester City. Pencetak gol terbanyak Robin van Persie juga pindah ke Manchester United pada tahun 2012, membawa tim barunya kepada gelar liga musim berikutnya.

BACA JUGA: Arsenal Terancam Kehilangan Alexis Sanchez

Ekspektasi diturunkan di Emirates. Pada tahun 2012 dan dengan Arsenal berjuang untuk memenangkan gelar, Wenger mengatakan bahwa menyelesaikan di posisi empat besar – dan karena itu lolos ke Champions League – sebanding dengan memenangkan piala.

Puncaknya pada 2013, kekeringan gelar Arsenal telah berlangsun hingga delapan tahun dan Arsene Wenger diberi label sebagai “spesialis kegagalan” oleh manajer rival Jose Mourinho yang saat itu melatih Chelsea. Dipicu oleh sokongan dana dari pemilik Rusia dan Abu Dhabi, Chelsea dan Manchester City telah berlari melewati Arsenal dan mengubah lanskap keuangan Premier League – yang membuat kecewa Wenger yang mempunyai pandangan lebih konservatif.

“Saya mempunyai satu prinsip dasar untuk setiap perusahaan,” kata Wenger, “bahwa anda bisa membelanjakan uang yang anda hasilkan.”

Fase Gejolak & Frustasi [2013 -2017]

Tidak lagi terbelenggu dengan hutang pembangunan stadion, Wenger akhirnya bisa mulai belanja lagi. Playmaker Mesut Ozil masuk ke Arsenal dengan memecahkan klub rekor 42,4 juta pound ($ 66 juta) pada tahun 2013 dan diteruskan dengan perekrutan Alexis Sanchez seharga 35 juta pound ($ 60 juta) pada tahun 2014.

Arsenal terus mengamankan kualifikasi Liga Champions setiap musim dan tim tersebut akhirnya mengakhiri masa penungguan dengan memenangkan Piala FA pada tahun 2014 – setelah kemenangan penalti atas klub lapis kedua Wigan di semifinal dan kebutuhan untuk masuk ke babak perpanjangan waktu dengan mengalahkan Hull 3-2 di final. Ada laporan bahwa Wenger mungkin akan berhenti jika Arsenal kalah di final; namun sebaliknya dia menandatangani kontrak baru berdurasi tiga tahun.

Namun sekarang, ada sebagian kecil kelompok penggemar yang semakin lelah dengan Wenger. Kekalahan memalukan mulai meningkat, termasuk di musim 2013-14, kalah 5-1 dari Liverpool dan dipermalukan 6-0 di Chelsea dalam pertandingan ke-1.000 -nya bersama Arsenal.

Arsenal mempertahankan Piala FA pada tahun 2015, tapi tidak bisa menyembunyikan kegagalan The Gunners untuk berbicara banyak di kancah Premier League atau Champions League. Keterbatasan kemampuan Arsenal di Liga Champions sangat menyakitkan, dengan Wenger tidak dapat memimpin timnya melampaui babak 16 besar dari 2011-17.

Wenger mengakui bahwa ia melewatkan kesempatan besar untuk memenangkan gelar Premier League pertama sejak 2004 saat Arsenal berada di urutan kedua di belakang juara kejutan Leicester pada musim 2015-16. Kerusuhan Fan paling buruk pada musim berikutnya terjadi saat The Gunners melewatkan kesempatan untuk bersaing merebut trofi Premier League pada bulan Februari dan kekalahan agregat 10-2 dari Bayern Munich di Champions League.

Arsenal akhirnya finis di posisi kelima di Premier League dan absen pada kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya di bawah asuhan Arsene Wenger, meski menunjukkan kedewasaan dalam perjalanan musim tersebut dengan mengalahkan Chelsea 2-1 di final Piala FA. Rekor kemenangan Piala FA ketujuh untuk Wenger, dan – setelah rapat dewan direksi tiga hari kemudian – Arsene Wenger mendapatkan kesempatan untuk dua tahun kedepan.