UEFA Incar Kemungkinan menjadi Tuan Rumah PD 2030

Aonwin – Eropa akan bersaing dengan China pada Piala Dunia 2030, dengan UEFA mengumumkan pada hari Kamis (01/06) bahwa mereka pantas menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Turnamen 2018 akan dipentaskan di Rusia, namun dua edisi berikutnya jauh dari Eropa karena Qatar adalah tuan rumah 2022 dan Amerika Utara kemungkinan akan mendapatkan jatah event di tahun 2026.

“Jelas [Piala Dunia] tahun 2030 adalah milik Eropa,” kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin pada hari Kamis. “Jadi kita akan berjuang untuk menjadikan tuan rumah [Piala Dunia] di Eropa.” Aspirasi UEFA akan menghadapi tantangan serius dari China, di mana Presiden Xi Jinping telah menjadikan Sepakbola menjadi prioritas untuk meningkatkan pengaruh negara tersebut dalam kancah sepak bola global. Tiga dari sponsor Piala Dunia dalam dua tahun terakhir berasal dari China, dengan pembuat smartphone dan perangkat lunak Vivo yang terbaru pada hari Rabu.

BACA JUGA: Prediksi AONWIN Partai Final Champions League antara Juventus vs Real Madrid

China berkeinginan untuk mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya meskipun peraturan saat ini secara efektif menghalangi tawaran Asia lainnya sebelum edisi 2034. Tawaran yang lebih sentimental kemungkinan berasal dari Amerika Selatan. Uruguay, yang menggelar Piala Dunia pertama di tahun 1930 dan terlihat sangat antusias untuk merayakan seratus tahun pertandingan sepak bola dengan menjadi tuan rumah bersama Argentina.

Turnamen pada 2030 kemungkinan tidak akan diumumkan setidaknya hingga lima tahun kedepan, dengan keputusan FIFA pada edisi 2026 yang diperkirakan akan diumumkan tahun depan, dengan konfirmasi proposal dari Amerika Serikat-Kanada-Meksiko.

Ceferin berbicara setelah bertemu dengan komite eksekutif UEFA di Cardiff di mana partai Final Champions League dimainkan pada hari Sabtu antara Juventus dan Real Madrid. Berikut adalah beberapa poin pembicaraan lainnya:

Perbedaan Kasta dalam Kancah Champions League

Ceferin sangat khawatir dengan perbedaan kemampuan keuangan di Eropa, “Tidak mudah untuk lolos bagi klub kecil, tapi masih mungkin,” kata Ceferin. “Kami semua tahu kesenjangannya yang luas dan kami menggarapnya dengan Financial Fair Play.”

Dari musim 2018-19, liga utama Eropa akan mendapatkan lebih banyak tempat di Liga Champions. Inggris, Spanyol, Italia dan Jerman masing-masing akan menerima empat tempat. Namun, Ceferin mengatakan bahwa UEFA bekerja untuk memastikan uang dari kompetisi didistribusikan lebih merata di seluruh Eropa.

“Kami akan membahas tentang distribusi,” kata pria asal Slovenia yang menggantikan Michel Platini sebagai pimpinan badan sepak bola Eropa tahun lalu. “Menghilangkan kesenjangan adalah tujuan kita untuk melakukannya, karena jika kita tidak melakukannya maka kita tidak dapat mengembangkan sepak bola di setiap negara di Eropa, dan itulah tugas kita, jadi kita mengerjakannya setiap hari, ini adalah salah satu prioritas.”

Hall of Fame

UEFA akan mulai memberikan penghormatan bagi pemain top yang telah pensiun dan telah bermain di Eropa dalam UEFA Hall of Fame. “Kami akan menghabiskan beberapa bulan ke depan untuk menciptakan semua kriteria dan kami yakin bahwa banyak pemain yang bermain di Eropa dan menyelesaikan karir fantastis mereka pantas mendapat tempat di Hall of Fame nantinya,” kata Ceferin.

Ceferin juga mengumumkan bahwa penghargaan presiden UEFA tahun ini akan diberikan pada Francesco Totti yang baru saja mengakhiri karir 25 musimnya bersama Roma. “Dia meninggalkan warisan yang unik dan itu adalah salah satu yang harus dihargai,” kata Ceferin.

Teknologi Video

UEFA tidak memiliki rencana untuk menggunakan replay video di Liga Champions musim depan. UEFA sedang menunggu hasil uji coba FIFA dengan teknologi tersebut, termasuk di Piala Konfederasi di Rusia akhir bulan ini.