Zidane: Carlo Ancelotti adalah Guru Terbaik

Aonwin.info – Zinedine Yazid Zidane adalah dua nama didunia sepakbola yang berbeda generasi. Jika Carlo Ancelotti karir sepakbolanya tidak begitu cemerlang, maka berbanding terbalik dengan Zinedine Zidane yang tampil sangat cemerlang di beberapa kompetisi eropa dan juga bermain untuk klub-klub yang juga luar biasa hebatnya.

Dan dua pekan ini adalah pertemuan keduanya yang saat ini salam-sama melatih dua tim besar di masing-masing liga terhebat didunia. Real Madrid di Liga Spanyol dan Bayern Munich di liga Jerman. Kedua klub memiliki sejarah yang panjang soal kesuksesan di turnamen antar klub di eropa seperti Liga champions.

Pada pertemuan pertama kemarin Real Madrid berhasil mengalahkan Bayern Munich di Jerman dengan skor tipis 1-2. Namun apakahBayern Muncih bisa membalikkan keadaaan setelah kembali tampilnya penyerang andalan mereka Robert Lewandowski.

Baca Juga : Cuplikan Pertandingan Bayern Munich 1 vs 2 Real Madrid

Jika menilik dari sejarah, pertemuan antara DonCarlo-sapaan untuk Carlo Ancelotti- dan Zinedine Zidane berlangsung selama lebih dari satu dekade lalu. Kita bisa tahu pada awal tahun 1999 Carlo Ancelotti ditunjuk manajemen Juventus untuk menangani tim Nyonya Tua asal negri Pizza, Italis tersebut untuk menggantikan posisi pelatih kawakan Marcello Lippi. Hal tersebut merupakan hal yang menjadi prestasi tersendiri bagi Ancelotti karena pada era itu Ia masih belum teruji kehebatannya seperti saat sekarang menangani beberapa tim yang sudah mendapatkan juara seperti AC Milan, Chelsea, PSG, Real Madrid, dan sekarang di Bayern Munich.

Pada saat itulah pertama kali pertemuan antara keduanya berlangsung. Zidane sebagai pemain dan Carlo Ancelotti sebagai pelatih tim Juventus. Zidane pada saat bermain di Juventus sudah memiliki status sebagai megabintang-sebutan bagi pemain sepakbola yang memiliki kelebihan sendiri-. Sayangnya perpaduan antara keduanya tidak begitu maksimal dan hasil akhir dari kompetisi Liga Italia saat itu Juventus finish di posisi ke tujuh pada musim 1998-1999.

Walaupun gagal membawa Juventus juara Liga Italia, namun Carlo Ancelotti masih dipertahankan oleh manajemen Juventus yang masih berharap Don Carlo bisa mengangkat Juventus di musim berikutnya.

Musim berikutnya dimana Ia satu musim penuh menangani Juventus, Ia memiliki pengaruh yang lumayan dan finish di akhir musim sebagai runner-up di bawah Inter Milan. Bahkan saat itu Carlo Ancelotti berhasil menjuarai piala Intertoto dan menghantarkan Juventus menjadi tim yang paling sedikit kebobolan, dan berarti memiliki pertahanan yang baik.

Bagi manajemen Juventus, gelar tersebut tidak cukup bagi pelatih seperti Carlo Ancelotti. Akhirnya di akhir musim Ancelotti dipecat dari jabatannya. Namun setelah pemecatan tersebut di tahun 2000, Ancelotti dan Zidane kembali dipertemukan pada tahun 2013.

Ancelotti yang sudah banyak meraih sukses (saat itu meraih kesuksesan bersama AC Milan) Chelsea dan PSG ditunjuk menangani Real Madrid. Dan tidak lama setelah Ia menjadi pelatih kepala di tim ibukota Spanyol tersebut, ia langsung menjadikan Zidane sebagai asisten pelatih dirinya. Hasilnya? Sangat positif. Tim yang dipenuhi dengan megabintang tersebut mendapatkan banyak gelar. Los Blancos-julukan Real madrid- meraih trofi Liga Champions dan juga Copa Del Rey.

Musim berikutnya Zidane memilih melatih klub kasta bawah Real Madrid, yaitu Madrid Castilla, dan Ancelotti masih menangani tim senior. Maka dari itu pertemuan mereka berdua kali ini seperti murid dan juga guru. Kita bisa lihat apakah guru yang memenangkan pertandingan ini, atau justru muridnya yang bisa mengalahkan guru.(moh/aonwin)

myownheart

Traveler | Dreamer |