Zinedine Zidane : Pemain Jenius – Pelatih Jenius

Aonwin – Awal yang luar biasa bagi seorang Zinedine Zidane yang baru 18 bulan menjalani tugas menjadi Nahkoda skuad El Real, Pria asal Prancis itu telah mengangkat trofi kelima bersama Real Madrid. Zidane berhasil memcahkan rekor baru bersama klub Spanyol tersebut untuk kedua kali berturut-turut menjadi pemenang Champions League musim 2016/17 dengan kemenangan besar 4-1 atas Juventus pada hari Sabtu, menambahkan kemenangan La Liga, Club World Cup, dan European Super Cup.

Ia menjadi pelatih pertama yang berhasil merebut gelar back-to-back di era Champions League. “Jika Anda mengatakan kepada saya bahwa saya akan memenangkan semua ini sebagai pelatih, saya tidak akan mempercayainya,” kata Zidane. “Saya bahagia, saya sangat puas.”

BACA JUGA: Dilema yang Dihadapi Zidane Sebelum Partai Final UEFA Champions League 

Sebagai pemain, ia berada di dua final Champions League berturut-turut saat masih berseragam Juventus, dan merasakan kekalahan di dua kali final tersebut, termasuk tunduk kepada Madrid pada tahun 1998. Dia akhirnya memenangkan Champions League sebagai seorang pemain Madrid pada tahun 2002, mencetak tendangan voli yang menakjubkan di final melawan Bayer Leverkusen di Glasgow , Skotlandia.

Salah satu pemain terbaik yang dimiliki Madrid, Zidane merupakan asisten dari Carlo Ancelotti yang pada saat itu berhasil membuat Madrid memenangkan Champions League pada tahun 2014. Setelah sempat menjadi pelatih Madrid B, Zidane akhirnya mendapatkan kesempatan menggantikan pelatih Rafa Benitez saat skuad Madrid tengah mengalami krisis pada awal 2016, dan dengan cepat ia mampu mengembalikan Madrid ke jalur kemenangannya.

Dia menggunakan formasi yang berbeda dan berhasil melakukan rotasi pemain di dalam skuadnya untuk mempertahankan kebugaran para pemain topnya agar siap untuk bermain pada momen penting musim ini, termasuk Cristiano Ronaldo, yang merasakan waktu istirahat yang tidak sama seperti sebelumnya. Ronaldo mencetak dua gol di final, menyelesaikan musim dengan 16 gol dalam 10 laga terakhirnya.

“Itu adalah suatu keputusan baik bagi saya dan pelatih, dan saya sangat senang dengan penampilannya,” kata Ronaldo. Pemain depan Portugal tersebut mengatakan bahwa Zidane telah banyak membantu Madrid membalikkan keadaan setelah awal yang tidak bersemangat. “Pesan yang disampaikan Zidane (pada babak pertama) positif,” kata Ronaldo. “Dia percaya pada kita, dan di babak kedua kami menunjukkan bahwa kami lebih baik.”

Zidane memilih untuk meninggalkan Gareth Bale keluar dari starting lineup meskipun ia merupakan pemain asli Cardiff dikarenakan belum pulih sepenuhnya dari cedera. Dia mempertahankan Francisco “Isco” Alarcon dalam tim, dan berhasil menunjukkan kualitas luar biasa yang dimiliki pemain internasional Spanyol. Bale kemudian dimasukkan pada menit ke-77 dengan permainan yang sudah terkendali, ia menerima tepuk tangan yang meriah dari penggemar kampung halamannya ini.

Zidane yang hanya memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya, namun diperkirakan ia akan tetap berada di kemudi tim. “Sekarang kita harus menikmati semua ini,” katanya. “Kalau begitu kita akan beristirahat dan nanti kita akan mulai memikirkan musim depan.”

Anak asuhan Zidane juga berhasil menyingkirkan Barcelona dari mahkota La Liga, serta menyegel trofi Club World Cup dan Piala European Super Cup dan sang legenda klub tersebut juga mengatakan bahwa prestasi musim ini telah melampaui harapannya sebagai seorang pelatih.

“Ini adalah tahun yang spektakuler, Anda tidak bisa memimpikan sesuatu yang lebih baik,” kata Zidane.

“Kami memenangkan La Liga (Spanyol) pada hari terakhir. Sangat sulit mencapai final Champions League dalam dua tahun berturut-turut, tapi kami melakukannya.

” Babak pertama memang sulit, tapi pada babak kedua kami lebih cepat dan lebih unggul dari mereka. Kami melakukan tekanan lebih banyak dan secara fisik kami juga memenangkan pertandingan, jadi saya sangat senang.”